Rektor Ambil Sumpah 57 Pejabat Fungsional

30073689_421908894935998_9078098434984602433_o
30171645_421909108269310_2680894491374002760_o
30420830_421909244935963_4774611556729537449_o
30425021_421909104935977_8742425632069047577_o

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin melakukan pengambilan sumpah/janji 57 jabatan fungsional di lingkungan setempat. Kegiatan dilakukan di Aula Pelantikan Gedung Rektorat lantai IV, Kamis (19/4/2018).

Pengukuhan dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan dalam pelaksanaan pengambilan sumpah jabatan dilakukan mengacu pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, dan Jabatan Pimpinan Tinggi.

Sumpah/janji jabatan ini merupakan agenda perdana yang dilakukan bagi pegawai negeri sipil dengan jabatan fungsional. Pengambilan sumpah jabatan ini melibatkan jabatan fungsional guru besar, lektor kepala, fungsional lektor, fungsional asisten ahli, PLP terampil pelaksana lanjutan, dan PLP ahli muda.

Mereka di antaranya Drs. Mustofa, M.A., Ph.D., dalam Jabatan Fungsional Guru Besar/Profesor; Dr. Ir. Tumiar Katarina Baritauli Manik, M.Sc., dalam Jabatan Fungsional Lektor Kepala; dr. Rika Lisiswanti, M.Med.Ed., dalam Jabatang Fungsional Lektor; Mas Muhammad Hizbullah Sesunan, S.T., M.T., dalam Jabatan Fungsional Asisten Ahli; Joko Irwanto, A.Md., dalam Jabatan PLP Terampil Pelaksana Lanjutan, dan Abdurachman Effendi, S.T., MTI., dalam Jabatan PLP Ahli Muda.

Dalam sambutannya Hasriadi mengatakan, jabatan fungsional dosen maupun PLP merupakan jabatan yang penuh tanggung jawab. Mulai hari ini akuntabilitasnya bukan hanya dosen ke ketua jurusan, ketua jurusan ke dekan, dekan ke rektor, atau PLP ke kepala Laboratorium tetapi harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena secara resmi hari ini telah diambil sumpah jabatannya.

PLP, kata dia, merupakan tenaga profesional yang bekerja di laboratorium, di mana karir dosen juga berada di tangan PLP sehingga di sini manfaatkan keprofesionalan untuk menjadikan lab lebih baik. Ke depannya, Unila ingin mengangkat tenaga fungsional yang profesional seperti arsiparis, pustakawan, perangkat komputer, dan sebagainya karena Unila ingin sekali memanfaatkan atau memberdayakan agar Unila dapat semakin maju.

Sementara dosen, merupakan jabatan fungsional dan jabatan profesional karena yang menjadi tugas utama dari seorang dosen yaitu tridarma. Banyak pekerjaan memerlukan ketekunan dari para dosen. Dengan demikian, diharapkan para dosen dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, tidak lagi bicara berapa kali kuliah namun dilihat seberapa dosen membenahi diri untuk tridarma.

“Jika bicara mengenai dosen, ia harus bisa menciptakan lulusan berkompetensi tinggi. Di sisi lain, dosen harus terlibat pada riset dalam rangka mengembangkan keilmuannya sehingga membawa kemajuan bagi Unila. Dengan demikian kinerja dosen dalam meningkatkan kompetensi sama saja memberi prestasi untuk Unila,” pungkas Hasriadi.[Dwi/Inay_Humas]