Pothan Kemham Beri Pemahaman Mahasiswa Soal Pertahanan Negara

31821158_426521154474772_2551087501536133120_o
31902180_426520947808126_4975229990439223296_o
31913715_426521067808114_8504542172480012288_o
31944879_426520737808147_8744493564286730240_o

DIREKTORAT Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Dirjen Pothan Kemhan) adakan Pemberdayaan SDM Komponen Pendukung Pertahanan Negara bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung 2018. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Pertanian, Kamis (3/05/2018) pagi.

Peserta kegiatan merupakan perwakilan dari 15 Perguruan Tinggi di Bandarlampung antara lain Universitas Lampung, Universitas Malahayati, Universitas Bandar Lampung, Universitas Muhammadiyah Lampung, Universitas Saburai, Universitas Tulang Bawang Lampung, Universitas IAIN Raden Intan, Institut Teknologi Sumatera, Poltekes Tanjung Karang, ATRO Patriot Bangsa Lampung, UPBJJ UT Bandar Lampung, IBI Darmajaya, Akademi Kebidanan Adila, Politeknik Negeri Lampung, dan Sekolah Tinggi Satu Nusa.

Panitia kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin, Danrem 043/Gatam, Kepala BNN Provinsi, dan Kasubdit SDM Ditkomduk. Turut hadir saat acara, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Irwan Sukri Banuwa dan Dirjen Pothan Kemhan yang diwakili oleh plt. Direktur Komponen Pendukung Kemhan Kol. Inf. Purwanto, S.H.

Pelaksanaan pemberdayaan SDM ini sendiri sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2015 Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2015-2019 dan Keputusan Direktur Jenderal Potensi Ketahanan Kementerian Pertahanan Tentang Program Kerja dan Anggaran Dirjen Pothan Kemhan tahun 2018.

Kol. Inf. Purwanto, S.H., saat menyampaikan sambutan mengatakan, selain mewujudkan pemberdayaan sumberdaya manusia komponen pendukung pertahanan negara bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Provinsi Lampung, kegiatan bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para mahasiswa mengenai perannya sebagai komponen pendukung pertahanan negara, serta terbangunnya kerja sama antarkementerian, lembaga, dan pemerintahan daerah dalam kegiatan ini.

Dalam menghadapi ancaman militer, kata Purwanto, sistem pertahanan negara Indonesia adalah pertahanan semesta yang melibatkan seluruh warga negara baik sumberdaya alam maupun sumberdaya buatan, sarana, serta prasarana nasional.

Ketika negara menghadapi ancaman militer maka TNI, komponen cadangan, dan komponen pendukung siap menghadapinya. Warga negara, termasuk mahasiswa merupakan komponen pendukung. Hal itu yang melatarbelakangi mengapa kegiatan ini diselenggarakan, yaitu untuk memberi informasi kepada para mahasiswa mengenai hak dan kewajiban sehingga saat bela negara tiba, sudah bersiap menghadapi ancaman.

“Ancaman tidak hanya bersifat militer saja, namun bersifat nonmiliter, salah satunya narkoba. Dengan demikian, dimohon kepada mahasiswa untuk menjaga agar tidak tejerat,” ujarnya.

Prof. Hasriadi sesaat usai membuka acara juga mengungkapkan, dengan kegiatan ini mahasiswa sebagai warga negara mampu menyadari bahwa tantangan zaman sekarang semakin berat. Salah satu tantangan terberat yakni memerangi narkoba. “Narkoba dapat merusak generasi bangsa, jika sudah kecanduan bisa seperti mayat hidup. Tidak lagi mampu berpikir kritis sehingga hanya menjadi beban pembangunan,” ungkap Hasriadi.

Ia mengimbau kepada para mahasiswa sebagai generasi muda dan pewaris bangsa Indonesia dapat bersama-sama membenahi semua karakter sehingga secara positif juga mampu menghadapi dampak-dampak globalisasi.[Dwi/Inay_Humas]