Perluas Pengetahuan Mahasiswa Soal PPG, BEM FKIP Gelar Mimbar Demokrasi

(Unila): Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan program yang wajib diambil oleh para calon tenaga pendidik yang diselenggarakan secara bergelombang sejak tahun 2016 hingga kini.

Dalam rangka memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai pendidikan profesi guru, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP mengadakan kegiatan Mimbar Demokrasi bertajuk “PPG Adalah Kewajiban Atau Kebutuhan” yang berlangsung di Aula Gedung K FKIP Unila, Sabtu (26/05/2018).

Dalam penyampaian materinya sebagai pembicara, Prof. Bujang Rahman yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Unila memaparkan bahwa syarat seseorang diakui sebagai guru profesional di antaranya wajib memiliki sertifikat PPG.

Di Lampung, kata Bujang, dalam hal ini FKIP Unila, menerima rata-rata 80 orang mahasiswa baru setiap tahun per program studi. Sementara kuota penerimaan kelas PPG hanya berkisar 40 orang.

“Persoalan kini, tidak semua yang lulus dari FKIP bisa ikut PPG karena jatahnya gak cukup,” terangnya.

Ia menjelaskan, jumlah peserta PPG baik bersubsidi maupun tidak bersubsidi didasarkan pada kebutuhan guru di lapangan. Hal itu menurutnya menimbulkan permasalahan tersendiri. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dibutuhkan peran pemerintah agar mensubsidi pelaksanaan PPG.

Di kesempatan terpisah, perwakilan Komisi V DPRD Lampung Haidir Bujung menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini luar biasa, dapat memancing mahasiswa untuk tahu banyak seputar PPG. Dengan ini mahasiswa tahu bahwa persaingan begitu ketat. Persaingan ketat maka kompetensi harus dipacu terus,” ujarnya saat diwawancarai.

Acara ini dihadiri ratusan mahasiswa dari FKIP. Melalui seminar ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui bagaimana mekanisme dan persoalan terkini yang berkaitan dengan PPG.[Riky Fernando/Inay_Humas]