Pelatihan Akbar Bagi Guru PAUD Sesumbagsel

(Unila): Pembentukan karakter menjadi salah satu unsur penting dalam aktivitas pendidikan. Sebagaimana yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia, penguatan karakter sejak dini sengaja dimasukkan dalam berbagai konsep mendidik dan membelajarkan.

Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, Indonesia Heritage Foundation (IHF) bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung, menggelar pelatihan akbar bagi Guru PAUD/TK/RA Se-Sumbagsel di Gedung Bintang, Universitas Malahayati, Bandarlampung, Kamis (03/05/2018).

Pelatihan ini menghadirkan Dr. Ir. Ratna Megawangi Sofyan Djalil, M.Sc, selaku narasumber. Pada sesi penyampaian materi, Ratna menjelaskan kualitas SDM merupakan salah satu modal untuk bersaing di era medern saat ini.

Ia berpendapat, Indonesia sudah sangat peduli dengan pembangunan karakter. Begitu juga dengan berbagai metode di sekolah yang isinya membangun akhlak, karakter, dan jati diri bangsa sudah mewakili betapa baiknya konsep pendidikan yang dimiliki Indonesia.

“Masalah kualitas SDM di Indonesia belum siap sesuai dengan era persaingan saat ini. Selanjutnya, metode yang diterapkan, semuanya disesuaikan dengan ideologi bangsa Indonesia,” ujar Ratna.

Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., usai membuka acara menerangkan, kegiatan ini merupakan langkap positif kita sebagai warga negara untuk mempersiapkan generasi yang berdaya saing di masa yang akan datang.

“Menyadari bahwa tantangan zaman sekarang semakin berat, maka sudah selayaknya para pendidik juga mengupgrade kembali pengetahuan dan metode pembelajaran yang dapat disinergikan pada era revolusi industri 4.0 ini,” imbaunya.

Hasriadi juga mengajak para peserta kegiatan untuk bersama-sama membangun karakter secara positif, guna mempersiapkan diri menghadapi dampak globalisasi.

Dr. Nina Yudha Aryanti, M.Si., selaku ketua panitia mengatakan, pelatihan ini merupakan rangkaian dari acara seminar nasional yang telah LPPM selenggarakan sebelumnya. Dengan menggandeng IHF, kali ini LPPM Unila fokus pada subyek pendidik dan siswa.

Menurutnya, tujuan kegiatan ini berbeda dengan seminar nasional sebelumnya, peserta diajak untuk membelajarkan anak menjadi pribadi yang unggul. Ketika anak dialihkan ke pendidikan ke nonformal, maka di sini pun guru dibekali bagaimana cara mendidik anak dalam berbagai kondisi.

“Siswa diajari bagaimana berterima kasih, saat ia mungkin berkelahi dengan teman, dia tidak mukul, jangan gunakan kata ‘tidak’, dan memberikan reward ke anak dengan metode imajinatif. Ini semua untuk menumbuhkembangkan rasa percaya diri, gembira, dan membangun psikologi positif.”

Nina juga menambahkan, masalah utama yang harus lebih diperhatikan adalah kualitas gurunya. Karena secanggih apa pun kurikulumnya, apabila guru tidak mampu menerapkan metode maka tujuan pendidikan tidak akan optimal.[Riky Fernando/Inay_Humas]