Mahasiswa Pengkaji Masalah Hukum Gelar Semda

(Unila): Unit Kegiatan Mahasiswa Pengkaji Masalah Hukum (UKM Mahkamah) Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) menggelar seminar daerah (semda) mengkaji permasalahan energi listrik yang bersumber pada energi terbarukan yakni panas bumi.

Kegiatan yang dilangsungkan di gedung D.1 Fakultas Hukum Unila Kamis (9/4) ini mengusung tema Panas Bumi Sebagai Alternatif Energi Listrik Terbarukan dalam Perspektif Hukum.

Melalui tagline “Semangat Terbarukan” kegiatan ini ditujukan agar setiap mahasiswa dapat mengetahui lebih dalam fungsi dari panas bumi yang selama ini belum digunakan dengan optimal. Bahkan di beberapa kalangan, belum banyak yang mengetahui potensi dari sumber daya alam (SDA) ini.

Ketua Panitia Seminar Ridwan Syaleh mengatakan, sesuai amanah konstitusi UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Maka sangat jelas bahwa negara menjamin kemakmuran rakyat melalui sumber daya alam yang terkandung di bumi Indonesia.

Menurutnya, potensi panas bumi di Indonesia sangat besar. Hal itu terbukti pada 12 Desember 2006, Pertamina sebagai BUMN mendirikan Pertamina Geothermal Energi (PGE) yang diamanatkan untuk mengembangkan 15 wilayah kerja perusahaan wilayah kerja perusahaan (WKP) geothermal di Indonesia.

“Salah satunya adalah Lampung, di Kecamatan Ulubelu, Tanggamus. Kemudian beberapa wilayah yang ditengarai menyimpan potensi panas bumi berada di wilayah Suoh dan Sekicau, Lampung Barat; Gunung Rajabasa, Lampung Selatan; serta Gunung Ratai, Pesawaran,” terangnya, kemarin.

Ridwan menambahkan, berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi Pasal 59-63, pemanfaatan panas bumi harus memperhatikan peran serta masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pengusahaan panas bumi agar tidak menimbulkan akibat hukum dalam aspek pemanfaatannya.

Seminar daerah ini dihadiri 200-an peserta yang berasal dari Organisasi Kepemudaan (OKP) dan perwakilan mahasiswa dari universitas se-Lampung. Turut hadir selaku pemateri Sekda Lampung Selatan Sutono, Profesor Ilmu Hukum Lingkungan Muhammad Akib, Profesor Ilmu Geothermal Suharno, dan Penggiat Lingkungan Herri Hidayat.[]