


(Unila): Wisudawan terbaik program doktor wisuda periode VIII tahap 2 Unila tahun akademik 2025/2025, Fendi yang berasal dari Doktor FMIPA Unila. Wisuda diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), pada Sabtu, 29 Agutstus 2026.
Fendi berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya di usia 29 tahun, dengan masa studi selama 2,85 tahun. Pencapaian tersebut menjadi salah satu perjalanan akademik yang berkesan bagi Fendi.
“Saya sama sekali tidak menyangka. Peringkat satu universitas tidak hanya dinilai dari nilai IPK saja, tetapi ada jurnal publikasi dan lain-lain. Jadi saya sangat bersyukur mendapatkan achievement sekali seumur hidup ini,” ujarnya.
Gelar Doktor Ia raih melalui disertasi berjudul “OSMAC-Activated Alkaloid Diversity in a Mangrove Aspergillus sp. PLP1-F1 Drives Host-Directed Antibacterial Mechanisms”.
Penelitian tersebut berangkat dari permasalahan bahwa fungi tertentu tidak selalu mampu mengeluarkan senyawa yang berpotensi dikembangkan sebagai kandidat obat. Fendi kemudian mengembangkan pendekatan untuk memicu fungi agar menghasilkan senyawa tersebut dengan memanfaatkan limbah sebagai media tumbuh.
Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya berfokus pada penemuan kandidat senyawa obat, tetapi juga mengangkat konsep sustainability, circular economy, dan pemanfaatan limbah menjadi senyawa bernilai tambah (value added compound).
Hasil penelitian Fendi telah dipublikasikan dalam jurnal terindeks Scopus, termasuk jurnal dengan peringkat Q1 dan Q2. Ia juga memperoleh pengalaman penelitian bersama Pusat Riset Vaksin dan Obat, BRIN, khususnya kelompok riset Cell Biology and Disease Mechanisms dan berkesempatan menjadi Research Assistant dalamnpenelitian agen antikanker dari sponge laut.
Penelitian yang dilakukan Fendi diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan mendorong inovasi yang sejalan dengan prinsip sustainability, green chemistry, dan circular economy, khususnya dalam pengembangan kandidat senyawa obat.
Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Unila dalam mendorong lahirnya riset yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.
Usai meraih gelar doktor, Fendi berkomitmen untuk terus berkarya dan melanjutkan aktivitas penelitian. Ia berharap berbagai penelitian yang dilakukan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Sebagai penutup, Fendi mengajak mahasiswa Unila untuk tidak mudah menyerah, berani mengambil peluang, dan tidak takut menghadapi kegagalan. “Jangan memikirkan apa pun yang belum terjadi. Setiap keputusan pasti ada risikonya. Jangan malu untuk meminta saran dan jangan takut untuk gagal,” pesannya. [Magang_Nurma Safira]




