LP3M Gelar Pelatihan Audit Internal Mutu Akademik IX

(Unila): Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung adakan pelatihan Audit Internal Mutu Akademik IX (AIMA IX) di Ruang Sidang Lantai IV, Senin (14/05/2018). Kegiatan berlangsung selama empat hari, sejak Senin hingga Kamis (14-17/05/2018).

Peserta pelatihan merupakan dosen yang belum pernah mengikuti Pelatihan AIMA sebelumnya. Mereka terdiri dari 44 peserta dari delapan fakultas. Rincinya, FEB sebanyak 3 peserta, FH 6 peserta, FKIP 6 peserta, FP 14 peserta, FT 4 peserta, FISIP 5 peserta, FMIPA 3 peserta, dan FK 3 peserta.

Priyambodo, M.Sc., selaku penanggungjawab kegiatan menyampaikan, pelatihan ini merupakan bentuk continuous improvement dari sistem penjaminan mutu Unila. Saat ini, Unila mempunyai 190 auditor internal dan sebagian dosen yang telah memenuhi syarat sebagai auditor internal. Namun jika dosen tersebut sedang melanjutkan studi atau memegang jabatan struktural maka dosen tersebut tidak dapat menjalankan tugas sebagai auditor internal. “Oleh karena itu, LP3M merasa perlu untuk menyelenggarakan pelatihan AIMA ini,” ujarnya.

Selain melatih dosen menjadi auditor internal tingkat program studi dan fakultas, Pelatihan AIMA bertujuan mengader auditor internal baru, meningkatkan mutu prodi menuju akreditasi prima, menjaring masukan dari peserta pelatihan dalam penyempurnaan panduan penjaminan mutu proses pembelajaran, panduan pengelolaan laboratorium bermutu dan borang kinerja program studi, serta meningkatkan implementasi tri darma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini turut dihadiri Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si., selaku Ketua LP3M Unila, Dr. Elida Purba selaku Sekretaris LP3M, Teuku Fahmi, S.Sos., M.Krim., selaku Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) LP3M, dan Dr. Pujiati, M.Pd., selaku Ketua Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP).

Prof. Murhadi usai membuka kegiatan menambahkan, LP3M berkomitmen melakukan Sistem Penjaminan Mutu Internal baik nasional maupun internasional. Diharapkan peserta pelatihan dapat memahami manajemen audit internal dan teknik audit mutu akademik internal, serta teknik audit Internal kinerja program studi D3, S1, dan S2.

“Selain itu memahami teknik audit laboratorium bermutu dan perkuliahan bermutu. Tidak kalah penting, para auditor internal harus mampu melaksanakan audit internal akademik, analisis hasil audit, dan menulis laporan audit internal,” pungkasnya.

Dalam penyampaian materi, pelatihan dilakukan tiga tahap. Mulai dari ceramah dan diskusi di kelas, praktik audit dan presentasi hasil praktik audit, serta pemberian tugas mandiri berupa laporan hasil presentasi yang telah direvisi berdasarkan masukan presentasi hasil visitasi.

Tak hanya formalitas, menurut Murhadi, pelatihan ini juga mempunyai standar kelulusan yaitu kehadiran ≥ 80%, nilai praktek lapangan IPK ≥ 3,0, nilai post-test minimal 70, dan tugas mandiri. “Mendapatkan sertifikat sebagai auditor tidak bisa dianggap remeh karena itu berlaku nasional,” ungkap Murhadi.[Dwi/Inay_Humas]