LP3M Adakan Pelatihan SPMI

36847960_466849437108610_6062101031246888960_o
36849840_466849400441947_6429432245290795008_o
36857555_466849277108626_6261137336231264256_o
36890916_466849123775308_2624144912420962304_o
36965880_466848870442000_152531502909882368_o

(Unila): Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung adakan Pelatihan Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Borang Akreditasi Bagi PTS Asuhan di Lampung. Kegiatan ini digelar di Ruang Sidang Lantai II, Senin (9/7/2018).

Turut hadir dalam kegiatan Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si., selaku Ketua LP3M Unila; Dr. Elida Purba selaku Sekretaris LP3M; dan Prof. Hasriadi Mat Akin selaku Rektor Unila yang sekaligus membuka pelatihan ini.

Kegiatan yang rencananya dilangsungkan selama tiga hari mulai 9 hingga 11 Juli 2018 ini diikuti sebanyak 19 dosen perguruan tinggi swasta, antara lain berasal dari Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Universitas Megou Pak Tulang Bawang, dan Universitas Tulang Bawang.

Dalam Pasal 2 Permenristekdikti No. 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi diatur bahwa tujuan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) Dikti adalah menjamin pemenuhan Standar Pendidikan Tinggi secara sistemik dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu.

Adapun yang dimaksud budaya mutu di perguruan tinggi, semua pihak yang berkepentingan (internal stakeholders) harus memiliki pola pikir, sikap, perilaku, sesuai standar Dikti. Fungsi SPM Dikti, mengendalikan penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi untuk mewujudkan pendidikan tinggi bermutu.

Teuku Fahmi, S.Sos., M.Krim., selaku ketua pelaksana SPMI, dalam laporannya mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini meningkatkan kemampuan peserta menerapkan sistem penjaminan mutu internal di institusi masing-masing.

Kemudian meningkatkan kemampuan para peserta menyusun akreditasi baik di tingkat program studi dan institusi. Selain itu, dalam pelatihan ini diberikan teknik memersiapkan diri mengisi borang akreditasi pada PS-PS dari Perguruan Tinggi Asuhan Universitas Lampung yang hendak mengajukan akreditasi/re-akreditasi, serta teknik pengunggahan borang akreditasi melalui sistem SAPTO.

Prof. Hasriadi saat membuka kegiatan menyampaikan, penjaminan mutu merupakan upaya pemerintah mengurangi dekotomi PTN dan PTS sehingga ke depan ukuran perguruan tinggi dilihat melalui akreditasinya.

“Saya berharap pada PTS Lampung terus berupaya meningkatkan akreditasi karena hakikat akreditasi ini adalah akuntabilitas kita terhadap stakeholder yang akan kuliah di universitas kita. Dengan demikian harus berjuang keras,” ungkap Hasriadi.

Unila, lanjutnya, merupakan perguruan tinggi yang diminati banyak calon mahasiswa. Hal itu dapat dilihat dari hasil SNMPTN yang diterima sebanyak 1.561 namun pendaftar sebanyak 19.000, begitu pula jumlah hasil SBMPTN diterima sebanyam 2.500 namun yang mendaftar 48.000. Artinya dari hal penerimaan mahasiswa, Unila tidak mungkin bisa menampung semua pendaftar.

Dengan demikian Unila harus berbagi, sehingga masyarakat dapat mengenal Lampung sebagai tujuan kuliah. “Sudah kewajiban Unila membesarkan universitas lain yang ada di Provinsi Lampung karena misi kita sama yaitu mencerdaskan masyarakat bukan hanya Unila,” tutur Rektor.[Dwi Putriana_Inay/Humas]