Lentera Dzulqarnain Harumkan Nama Unila Lewat Puisi Obituari Pasar Tanjung Di Podium 1 Peksiminas 2026

(Unila): Langkah Lentera Dzulqarnain pada panggung Peksiminas XVIII 2026 di Jember, Jawa Timur, berujung pada torehan tinta emas yang membanggakan. Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) angkatan 2022 yang akrab disapa Tera ini, sukses menobatkan dirinya sebagai Juara 1 nasional dalam kategori Penulisan Puisi.

Pencapaian tertinggi di kasta kompetisi seni mahasiswa tanah air ini pun disambutnya dengan senyuman penuh syukur tak percaya. “Tentunya saya sangat senang, tetapi sekaligus tidak menyangka bisa menjadi Juara 1 beneran di tingkat nasional,” ungkap Tera.

Kompetisi bergengsi ini dijadikan Tera sebagai ruang evaluasi diri alih-alih sekadar mengejar trofi kasta tertinggi. Baginya kompetisi bukan tujuan utama, melainkan sebuah alat untuk melihat sudah sejauh mana saya belajar menulis puisi yang benar.

Sebelum berkompetisi, Tera bersama seluruh peserta diajak melakukan observasi lapangan langsung ke Pasar Tanjung Jember untuk merekam dinamika sosial setempat. Berdasarkan pengamatan tersebut, ia melahirkan karya mendalam berjudul “Obituari Pasar Tanjung” yang mengangkat tema wajib tentang “Pasar, Aku, dan Negeriku”.

Proses kepenulisan ini dipenuhi perjuangan berat karena Tera harus bertarung dengan kondisi fisik yang drop akibat terserang penyakit muntaber selama dua hari di lokasi lomba.

“Di penulisan kali ini masalahnya bukan dari writer’s block, tetapi dari kebanyakan isu yang mau diangkat sehingga saya lebih banyak menghilangkan ide-ide yang terlalu melebar,” kenangnya.

Puisi karya Tera akhirnya sukses memikat penilaian dewan juri nasional berkat konsistensi isu yang diangkat serta kekuatan teknik citraan yang disajikan secara konkret. Di luar aspek penilaian juri, ia mengaku kesempatan bertemu dan bertukar warna kreativitas dengan para penyair mahasiswa se-Indonesia menjadi momen paling mengesankan.

Kemenangan ini ia dedikasikan untuk keluarganya sebagai benteng pendukung utama, tempatnya menempa diri dalam berkesenian, serta berbagai dukungan dari teman-teman di UKMBS yang ia ikuti. “Juara 1 Peksiminas ini adalah buah manis karena saya terus berproses di UKMBS Unila, tempat saya belajar banyak hal dari para senior dan kawan-kawan,” pungkasnya.

Pencapaian prestisius ini mempertegas komitmen Unila dalam menciptakan ekosistem kampus yang berdampak nyata bagi pengembangan bakat mahasiswa. Melalui ruang kreativitas yang inklusif, Unila sukses mencetak talenta unggul yang mampu bersinar di panggung nasional serta membawa kontribusi positif bagi dunia sastra Indonesia. [Magang_Asnia Sundari]