(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) memperpanjang masa kuliah daring bagi mahasiswanya hingga 29 Mei 2020. Penambahan waktu ini dilakukan terkait peningkatan jumlah kasus positif corona yang terjadi di Lampung.

Pembelajaran kuliah secara online di lingkungan Kampus Hijau yang dilakukan cukup berjalan lancar meski terdapat sejumlah kendala karena harus beradaptasi dengan sistem serta koneksi internet.

Kepala UPT TIK Unila Muhamad Komarudin menjelaskan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses pembelajaran daring. Antara lain tidak memberatkan mahasiswa dari sisi biaya kuota internet semisal menggunakan aplikasi-aplikasi yang menyedot bandwith tinggi dan kuota yang besar.

Perlu dicari alternatif untuk membuat materi kuliah tetap tersampaikan pesannya namun tidak membebani biaya kuota mahasiswa. Selain memanfaatkan Learning Management System (LMS), bisa mengoptimalkan fasilitas yang ada di UPT TIK Unila seperti https://vclass.unila.ac.id/ sehingga materi-materi terkait perkuliahan dan juga rekaman-rekaman video dapat diunggah di layanan tersebut.

Alternatif lain, jika memang dibutuhkan pembelajaran yang bersifat video conference atau harus bertatap muka langsung bisa menggunakan https://vconf.unila.ac.id/ sehingga memungkinkan melakukan perkuliahan dengan bertatap muka secara online.

Terkait para mahasiswa yang berada di daerah atau jauh dari Unila bisa juga menggunakan paket 30 Gb per bulan yang ditawarkan provider Telkomsel dan Indosat. Kuota tersebut dapat digunakan untuk pembelajaran daring dalam bentuk vclass maupun vconf. Bagi mahasiswa yang membutuhkan silakan menghubungi operator UPT TIK di layanan https://helpdesktik.unila.ac.id.

Mantan Kepala UPT PKK Unila ini pun berbagi kiat kepada para dosen supaya pelaksanaan pembelajaran berlangsung lancar tetapi dengan bandwith maupun storagenya yang juga hemat. Antara lain memanfaatkan fitur audio. Sebagai contoh, slide-slide materi kuliah yang akan disampaikan lebih dulu dikemas dalam format pdf dengan tujuan dapat diunggah mahasiswa melalui ponsel pintar masing-masing.

Jangan lupa membubuhi nomor di setiap halaman dan beri narasi secara audio pada masing-masing slide sehingga mahasiswa bisa menyimak. Bagi yang kesulitan di slide tertentu, mereka dapat mereferensinya melalui grup whatsapp atau fasilitas chat dan audio. [Humas/Inay]