Kembangkan Inovasi Pemasaran, FKIP Gelar Seminar Nasional UMKM

IMG_0483
IMG_0533
IMG_0539

BERDASARKAN data lembaga riset, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. UMKM dipandang sebagai salah satu motor penggerak roda perekonomian. Lebih dari 50 juta pengusaha tengah bersaing pada era industri generasi keempat ini. Kendati demikian, produk UMKM lokal justru belum maksimal menembus pasar online yang tanpa batas.

Merespons fenomena tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) melalui Unit Database dan Publikasi Ilmiah (UDPI); Program Studi Pendidikan Vokasional Teknologi Informasi (PVTI) bekerja sama dengan Forum UKM Digital Kreatif Indonesia (FUDiKI) menggelar Seminar UMKM bertajuk “Program Pengembangan & Pemberdayaan Kampus Sebagai Salah Satu Agregator Produk UMKM Lokal di Era Industri Digital,” Sabtu (07/04/2018).

Bertempat di Aula A Dekanat FKIP Unila, seminar itu menghadirkan Prof. Yudi Haryono, Ph.D., dan Ir. Tjahjo Ruruh Djatmiko, M.M.,M.B.A., membawakan materi Membangun Arsitektur Ekonomi Pancasila dan Urgensi Badan Nasional Tata Kelola UMKM.

Pada kesempatan itu, Ketua Unit Database & Publikasi Ilmiah Diah Utaminingsih menuturkan, kegiatan ini sengaja dipersiapkan guna menciptakan generasi entrepreunership. “Dengan kegiatan ini diharapkan muncul inovasi baru yang akan menjadi sumbangan kegiatan yang bermanfaat dan tepat guna,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Kegiatan Amarulloh, M.Kom., menjelaskan, para peserta diharapkan mampu berperan aktif menjadi agregator menangani permasalahan Access to Commerce yang acap kali muncul menghambat pengusaha UMKM.

Seminar nasional yang diikuti ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, tenaga kependidikan, dan pelaku UMKM ini, mengajak para pesertanya untuk mengkaji eksistensi pelaku UMKM dari berbagai sumber.

Salah satu kajian singkat yang dilakukan pada seminar tersebut, yakni regulasi kebijakan digitalpreuner dan sociopreneur terkait persaingan pasar digital dan konvensional. Hal ini diperlukan karena dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN, justru UMKM hari ini didorong memanfaatkan ide dari para startup andal.

“Verifikasi data sangat penting untuk menggulirkan kebijakan tata kelola UMKM, ini dilakukan guna memberikan proteksi kepada para startup untuk membangun ekonomi riil,”tutur Tjahjo Ruruh Djatmiko saat membawakan materi.[Riky Fernando/Inay_Humas]