FISIP Luncurkan SimaPro Perkuat Analisis Keberlanjutan Berbasis Data

(Unila): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan peluncuran SimaPro di Laboratorium Komputer FISIP kampus setempat sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dalam bidang keberlanjutan dan lingkungan melalui program Erasmus+ HARVEST (Higher Education Leadership on Agricultural and Food Rights for Environmental Sustainability).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pemanfaatan SimaPro, perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan Life Cycle Assessment (LCA) atau penilaian daur hidup. Melalui pendekatan LCA, berbagai aktivitas maupun sistem dapat dianalisis secara menyeluruh dengan mengidentifikasi input, output, serta potensi dampak lingkungan sepanjang siklus hidupnya.

Dekan FISIP Unila, Prof Anna Gustina Zainal menyampaikan, keberadaan SimaPro membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan penelitian di bidang keberlanjutan dan lingkungan dengan pendekatan yang lebih kuat secara metodologis.

“Penelitian tidak hanya berbicara mengenai persepsi, kebijakan, atau komitmen terhadap lingkungan, tetapi juga dapat dilengkapi dengan pengukuran dampak yang lebih konkret,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan SimaPro juga membuka ruang kolaborasi yang luas antara bidang ilmu. Bidang eksakta dapat berkontribusi dalam memetakan material, energi, dan proses, sementara bidang sosial dan kebijakan dapat menerjemahkan hasil analisis teknis menjadi kebijakan, tata kelola, dan edukasi perilaku. Pendekatan lintas disiplin tersebut juga menjadi salah satu aspek penting dalam implementasi LCA di lingkungan perguruan tinggi.

Selain mendukung penelitian, SimaPro diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman menggunakan perangkat analisis keberlanjutan berbasis data sehingga pemahaman mengenai pembangunan berkelanjutan tidak hanya bersifat teoritis.

Dalam jangka panjang, pemanfaatan SimaPro juga diarahkan untuk mendukung pengembangan basis data lingkungan Unila. Data yang dihasilkan dari berbagai kajian dapat membantu memahami aktivitas kampus yang memiliki implikasi terhadap penggunaan sumber daya, energi, limbah, dan emisi karbon.

Materi implementasi SimaPro menunjukkan bahwa analisis LCA dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai sumber dampak lingkungan, termasuk emisi langsung, penggunaan listrik, mobilitas, dan limbah. Hasil analisis selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan hotspot atau aktivitas yang memberikan kontribusi dampak terbesar sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Pemanfaatan SimaPro juga diharapkan dapat mendukung penguatan evidence Universitas Lampung dalam berbagai agenda keberlanjutan, termasuk UI GreenMetric. Namun, upaya tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar peringkat, melainkan untuk mendorong perbaikan kinerja keberlanjutan kampus secara nyata dan terukur.

“SimaPro bukanlah tujuan akhir. SimaPro adalah salah satu alat yang dapat membantu kita menghasilkan data untuk memahami posisi kita saat ini dan menentukan apa yang perlu kita perbaiki ke depan,” tegasnya.

Adapun dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan mengenai konsep dasar LCA dan fungsi SimaPro, tetapi juga mengikuti trial atau praktik awal penggunaan SimaPro di Laboratorium Komputer FISIP Unila. Praktik dipandu Ayu Wulandari, M.Si., sebagai pemateri dari Tim HARVEST Unila yang memperkenalkan tahapan dasar penggunaan perangkat lunak dan penerapannya dalam analisis keberlanjutan.

Melalui praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada bagaimana data suatu aktivitas dapat dimasukkan dan dimodelkan dalam SimaPro, mulai dari menentukan goal and scope, menyusun life cycle inventory, hingga memahami proses penilaian dampak lingkungan. Tahapan LCA tersebut memungkinkan data aktivitas diterjemahkan menjadi informasi mengenai berbagai potensi dampak lingkungan secara lebih terukur.

Peluncuran SimaPro merupakan bagian dari rangkaian penguatan kapasitas dalam program HARVEST di Unila. Sebelumnya, Tim Unila telah melaksanakan Sustainability Awareness Day 1 dan 2, termasuk kegiatan From Field to Table yang melibatkan mahasiswa lintas disiplin.

Saat ini, beberapa agenda HARVEST lainnya masih berjalan, antara lain Capacity Building Training Program (CBTP), Thematic Working Group, dan pengembangan Micro-Course. Ke depan, Unila juga mempersiapkan Sustainability Awareness Day 3 serta pengembangan Student Innovation Hubs (SIH) sebagai wadah pengembangan gagasan dan inovasi mahasiswa di bidang pertanian dan sistem pangan berkelanjutan.

Melalui launching dan praktik awal SimaPro ini, FISIP Unila diharapkan dapat membangun kapasitas baru dalam menghasilkan kajian keberlanjutan yang lebih terukur sekaligus memperkuat kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan berbagai bidang keilmuan.

Keberadaan SimaPro menjadi bagian dari upaya Universitas Lampung untuk membangun budaya keberlanjutan yang tidak hanya berbasis kesadaran dan komitmen, tetapi juga didukung oleh data, penelitian, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis bukti. [Rilis]