FISIP Gelar Workshop Bina Talenta Dorong Pengembangan Mahasiswa Melalui Riset dan Pengabdian

(Unila): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar Workshop Bina Talenta Riset dan Pengembangan, pada Sabtu, 19 September 2026, di Aula Gedung D 3.1 FISIP Unila.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Anggota Komisi X DPR RI Rycko Menoza, S.Z.P., M.B.A., Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt., serta Dekan FISIP Unila Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si.

Turut hadir Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unila Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.IP., M.A., para dosen, dan tamu undangan.

Workshop ini mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Unggul dan Semangat Kompetitif melalui Kolaborasi Riset dan Pengabdian untuk Mewujudkan Talenta Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai pengembangan mahasiswa melalui kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof. Lusmeilia dalam sambutannya menyampaikan, mahasiswa memiliki peran penting dalam pelaksanaan Pendidikan Tinggi Berdampak yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi juga perlu dapat digunakan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

“Mahasiswa adalah bagian dari proses panjang yang sedang dibangun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui paradigma Pendidikan Tinggi Berdampak, agar kampus tidak lagi berhenti pada ruang kelas dan jurnal ilmiah, tetapi ikut menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Prof. Lusmeilia turut menjelaskan bahwa riset dan pengabdian kepada masyarakat memiliki hubungan yang erat. Menurutnya, riset dapat berangkat dari persoalan yang ditemukan di masyarakat, sedangkan hasil riset dapat menjadi dasar dalam pelaksanaan pengabdian.

“Riset yang baik berangkat dari persoalan nyata yang ada di masyarakat. Begitu juga pengabdian yang bermakna perlu didukung oleh riset yang telah teruji,” ungkapnya.

Pembahasan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat keterkaitan antara kegiatan riset dengan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan gagasan Pendidikan Tinggi Berdampak yang mendorong perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memberi perhatian pada persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan karakter unggul dan semangat kompetitif serta memahami keterkaitan riset dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pengembangan talenta menuju Indonesia Emas 2045. [Magang_Yuki Azzahra/Samsul Sunardi]