FEB-BSBI Gelar Seminar Pengembangan Ekonomi Daerah

30425010_423187378141483_4524460101299413506_o
30425555_423187328141488_5238641796288757493_o
30425506_423187308141490_3125391276271112304_o
30425450_423187214808166_7362397903530593931_o

(Unila): Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) bekerja sama dengan Badan Supervisi Bank Indonesia (BI) menggelar seminar bertema “Peran dan Tata Kelola Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Pengembangan Ekonomi Daerah”. Acara ini berlangsung di Ruang A101 FEB Unila, Senin (23/4/2018).

Dr. Nairobi, M.Si., selaku moderator memaparkan, seminar ini bertujuan untuk mengetahui peranan Bank Indonesia dalam perekonomian di daerah. Kedua, bagaimana pandangan pemangku kepentingan dalam memahami peran Bank Indonesia. Ketiga, aplikasi terhadap diri sendiri terhadap peraturan yang sudah ditetapkan.

Menjawab tujuan seminar tersebut, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung Budiharto Setyawan selaku keynote speaker acara menjelaskan, sebagai salah satu upaya mendorong perkembangan ekonomi di daerah, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung menggagas terbentuknya Forum Investasi Lampung (Foila) bersama dengan pemerintah daerah.

Foila merupakan wadah mengelola informasi potensi peluang yang dimiliki daerah guna membangun persepsi positif investor agar berinvestasi di Lampung. “Kalau menurut data, tingkat investasi di Lampung tergolong rendah. Harapannya dengan Foila yang kita bentuk bersama-sama dengan pemerintah daerah dapat meningkatkan investasi di Lampung,” ujar Budiharto.

Ia juga memaparkan, sejak 1999 BI merupakan lembaga independen. BI memiliki visi menjadi lembaga bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil.

“Untuk mencapai visi tersebut Bank Indonesia di dalam program tranformasinya memiliki lima nilai-nilai strategis, yaitu, trust and integrity, professionalism, excellence, public interest, serta coordination and teamwork,” kata Budiharto.

Ia melanjutkan, untuk mencapai visinya, Bank Indonesia memiliki lima tema strategis, yakni policy excellence. Kebijakan BI harus berkualitas prima agar dapat berkesinambungan dan efektif menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan nasional.

Program yang akan dilakukan antara lain penguatan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, pengembangan National and Regional Financial Balance Sheet, serta peningkatan koordinasi dengan stakeholders dan transparansi komunikasi.

Tema selanjutnya outstanding execution. Dalam melaksanakan kebijakan BI akan memberikan yang terbaik dan efektif. Bank Indonesia akan memperkuat kantor perwakilan BI di daerah, membangun center of excellence di area pengawasan sistem keuangan dan sistem pembayaran, serta manajemen risiko dan manajemen kelangsungan tugas BI.

Kemudian institutional leadership. Menyadari eratnya keterkaitan pelaksanaan peran BI di beberapa aspek dengan instansi lainnya, maka BI terus mendorong kerja sama dan koordinasi antarlembaga. Beberapa program yang akan dilakukan bersama instansi terkait adalah penguatan manajemen krisis, pendalaman pasar keuangan, pengembangan national payment gateway, mendorong gerakan nasional nontunai (elektronifikasi instrument pembayaran), pengembangan keuangan inklusif, dan UMKM serta keuangan syariah.

Tema lainnya, lanjut dia, motivated organization. SDM Bank Indonesia harus mampu untuk tidak sekadar kompeten namun bermotivasi kuat menjalankan tugasnya sesuai nilai-nilai strategis BI. Untuk itu akan dilakukan serangkaian program kapabilitas dan motivasi pegawai misalnya membangun BI Academy, transformasi strategi perencanaan SDM dan rekrutmen serta manajemen kinerja BI, leadership engine, dan restrukturisasi organisasi agar lebih efisien dan efektif.

Terakhir, state of the art technology. BI akan meningkatkan pemanfaatan teknologi dan pendekatan mutakhir secara inovatif untuk mendukung menjadi yang terbaik. Beberapa program yang akan dilakukan adalah memanfaatkan big data untuk mendukung pengambilan keputusan, mentransformasi sistem informasi BI, termasuk pengembangan proyek-proyek strategis.

Dalam menjalankan tugasnya BI diawasi oleh BSBI yang merupakan penugasan dari DPR RI. Mengenai kebijakannya, BI bersifat independen. Sementara operasionalnya dilaksanakan oleh BSBI. Hasil dari telaah BSBI disampaikan keada DPR RI setiap triwulan. Ini untuk memperkuat funfsi pengawasan DPR RI terhadap BI sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas, independensi, transparansi, dan kredibilitasnya.

Saat ini dalam melaksanakan tugas-tugasnya, BI berada di Jakarta. Tapi di setiap provinsi juga telah ada Bank Indonesia dan di beberapa kota-kota tertentu dengan jumlah sebanyak 45 kantor yang merupakan perpanjangan tangan dalam melaksanakan kebijakan Bank Indonesia, utamanya dalam rangka mendukung perkembangan ekonomi di daerah.

Pihak lain yang turut menjadi pembicara pada seminar ini adalah akademisi FEB Unila Dr. Yoke Moelgini, M.Sc., Anggota Komisi XI DPR RI Nurhayati dan Junaedy Auly, serta Prof. Hikmahanto Juwana. Selain itu, turut pula hadir anggota BSBI Fadhil Hasan, Muhammad Edhie Purnawan (Dosen ekonomi UGM), Chandra Fajri Ananda (Profesor Ekonomi Universitas Brawijaya), Tony Prasetiantono (Dosen pasca sarjan Fakultas Ekonomi UGM). Acara ini diresmikan oleh Dekan FEB Unila Prof. Dr. Satria Bangsawan. [Hisna Cahaya/Inay_Humas]