Dies Natalis ke-31, FISIP Gelar SeFIla 2

22491832_345289199264635_1811560338186590714_n
22528207_345289209264634_8679199178661820303_n
22549602_345289449264610_229544229530436813_n
22549728_345289469264608_8522268825702337812_n
22549973_345289352597953_406144257329041611_n

(Unila): Dalam rangka Dies Natalis ke-31, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila) menggelar Seminar Nasional (SeFILa-2) pada Rabu (18/10/2017) di Swiss-Belhotel, Bandarlampung.

Mengusung tema “Membangun Etika Sosial Politik Menuju Masyarakat yang Berkeadilan”, seminar nasional kali ini menghadirkan tiga pembicara kunci.

Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., hadir dalam acara pembukaan SeFILa-2 tahun 2017 yang memberikan sambutan dilanjutkan dengan membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Hasriadi menekankan soal akuntabilitas yang berkaitan dengan etika sosil politik.

Prof. Bagong Suyanto, Sosiolog Universitas Airlangga Surabaya, sebagai pembicara dengan latar belakang sosiologi ekonomi, berbicara mengenai kemiskinan, ketimpangan, yang masih sangat nyata di Indonesia.

Ia mengambil contoh dalam penelitiannya tentang keberadaan Jembatan Suramadu yang berdampak bagi pendapatan pemerintah. Sebab, masyarakat lebih suka berkunjung ke luar kota karena aksesnya lebih mudah.

Selain itu, pengendara motor pun digratiskan. Hal ini berdampak pada pariwisata yang membuat menurunnya minat masyarakat. Mereka lebih dominan berkunjung ke luar kota.

Sementara, Dr. Dimas Oky Nugroho M. PhiL, Ph.D., Staf Khusus Kepresidenan RI, berpendapat saat ini pertarungan ekonomi-politik memberikan manfaat bagi banyak orang. Keputusan pada level politik memberikan isu yang besar untuk pemerataan.

Saat ini isu yang menjadi fokus dan berkembang di antaranya ialah isu partisipasi, perlindungan hak sipil, governance and pulic service, birokrasi serta pemerataan. Kegaduhan politik memengaruhi cara pandang orang untuk menjalakan roda perekonomian.

Dr, Syarkawi Rauf S.E, M.M, Ketua KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), menegaskan, saat ini interaksi bisnis jauh dari prinsip-prinsip etika-moral dan hanya berorientasi pada keuntungan semata.

Rangkaian acara Seminar Nasional (SeFILa-2) terdiri dari Call For Paper dan mengundang para peneliti untuk mempresentasikan paper (jurnal) hasil penelitiannya. Tercatat sebanyak lebih kurang 33 paper (jurnal) yang diterima panitia untuk dipresentasikan di acara SeFiLa-2 yang berlangsung dari pagi hingga siang.

Dibagi ke dalam tiga kelas, dan masing-masing pemakalah mempresentasikan hasil karya ilmiahnya. Diharapkan seminar ini nantinya para peneliti, dosen, praktisi, mahasiswa serta partisipan lainnya yang mengikuti seminarnya ini mampu merumuskan solusi dalam pembangunan etika sosial politik menuju pembangunan dan pemberdayaan ke arah masyarakat yang berkeadilan melalui karya ilmiah yang dihasilkan.[rilisFISIP]