{"id":9800,"date":"2013-02-27T20:45:13","date_gmt":"2013-02-27T13:45:13","guid":{"rendered":"http:\/\/www2.unila.ac.id\/?page_id=9800"},"modified":"2013-02-27T20:45:13","modified_gmt":"2013-02-27T13:45:13","slug":"ayo-belajar-seni-sulam-usus","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/ayo-belajar-seni-sulam-usus\/","title":{"rendered":"Ayo Belajar Seni Sulam Usus"},"content":{"rendered":"<h4>Mahasiswa Internasional Unila Belajar Sulam Usus<\/h4>\n<p>Mereka belajar mengenal beragam pola sulam usus yang dapat dijadikan ornamen pada pakaian baju, celana, peci\/topi, dan bagian pakaian lainnya. Aan Ibrahim memandu langsung kegiatan ini dan dibantu oleh 2 orang asisten yang\u00a0 memberikan bimbingan kepada mereka.<\/p>\n<p>Menurut mahasiswa asing Unila kegiatan ini sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi mereka. \u201cPertama kali saya malakukan ini (menyulam) susah sekali, tapi setelah itu sedikit mudah, tapi harus sabar aja,\u201d tutur Andry yang terlihat serius ketika sedang menyulam.\u00a0 Berbeda dengan Andry, Mika terlihat asik menyulam, \u201csaya suka dengan motif yang warnanya banyak jadi perlu motivasi dan harus sabar,\u201d\u00a0 ujarnya. Lain lagi dengan Asako, dia terlihat tekun dan sudah bisa menyulam dengan\u00a0 pola buatannya sendiri. Pola yang berbentuk bunga\u00a0 itu dia namakan Bunga Asako. \u201c Senang dan tidak sulit, tapi kain usus saya habis,\u201d katanya dengan ucapan yang belum begitu lancar. Mereka mengaku beruntung bisa belajar salah satu kerajinan khas di Indonesia ini, karena sebelumnya mereka lebih kenal dengan batik saja.<\/p>\n<p>Selain belajar Bahasa Indonesia yang merupakan kuliah utama, saat ini mereka juga belajar\u00a0 tarian, musik, dan sastra tradisional Lampung yang dibimbing oleh mahasiwa penggiat seni di UKMBS Unila. Bahkan seni ukir dan kuliner khas Lampung juga akan dikenalkan kepada mereka.<\/p>\n<p>Menurut Dedi Iswanto, staf dari <em>International Office<\/em> Unila yang mendampingi mahasiswa asing, program kegiatan pengenalan seni budaya ini dirancang lebih menarik. \u201cMereka sangat antusias dan cepat belajarnya, bahkan sudah mementaskan kebisaannya dalam menari tradisional Lampung, menyanyi lagu klasik Lampung, dan membaca pisaan (sastra tradisional Lampung) pada bulan November lalu,\u201d jelas Dedi.<\/p>\n<p>Pengenalan tentang propinsi\u00a0 Lampung beserta pernik seni-budayanya kepada mahasiswa asing, memberikan kesan positif yang mendalam bagi mereka. Dampaknya juga akan berguna bagi kelangsungan persahabatan dan kerjasama antara negara Indonesia dan negara mereka. Hal ini seperti yang pernah dinyatakan oleh Prof. Dr. Sunarto selaku Pembantu Rektor III Unila, saat membuka\u00a0 acara Pentas Seni Mahasiswa Asing pada bulan November lalu.<\/p>\n<p>\u201cUnila memiliki komitmen dalam mengenalkan Seni Budaya daerah Lampung kepada mahasiswa asing, hal ini juga merupakan soft diplomasi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam, namun tetap rukun dan damai,\u201d tuturnya.\u00a0 Diharapkan mereka dapat menjadi duta Indonesia saat kembali ke negaranya, dan bisa menjelaskan kepada masyarakat disana tentang hal-hal positif yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa yang ikut serta dalam mewujudkan kehidupan dunia yang damai dan harmonis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa Internasional Unila Belajar Sulam Usus Mereka belajar mengenal beragam pola sulam usus yang dapat dijadikan ornamen pada pakaian baju, celana, peci\/topi, dan bagian pakaian lainnya. Aan Ibrahim memandu langsung kegiatan ini dan dibantu oleh 2 orang asisten yang\u00a0 memberikan bimbingan kepada mereka. Menurut mahasiswa asing Unila kegiatan ini sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi mereka. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9801,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-9800","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/9800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/9800\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.unila.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}