21 Dosen PTS Ikuti Pelatihan AIMA LP3M

IMG_6243
IMG_6247
IMG_6255
IMG_6272

(Unila): Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Lampung (LP3M Unila) adakan pelatihan Audit Internal Mutu Akademik (AIMA) bagi PTS Asuhan di Lampung, di ruang sidang lantai IV Rektorat, Kamis (12/05/2018).

Kegiatan yang berlangsung mulai 12 – 14 Juli 2018 ini diikuti 21 dosen dari Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Universitas Megou Pak Tulang Bawang, dan Universitas Tulang Bawang.

Agung Putra Wijaya, S.Pd., M.Pd., selaku Kabid Pengembangan Mutu Internal, Pusat Penjaminan Mutu sekaligus ketua panitia melaporkan, pelatihan merupakan bentuk continues improvement dari sistem penjaminan mutu internal di perguruan tinggi.

Continues improvement dibuat agar tercipta fokus kinerja suatu lembaga. Peran dari continues improvement ini harus juga menghasilkan masukan bagi tim penjaminan mutu di institusi masing-masing.

Dalam siklus PPEPP yang dicanangkan Dikti, perlu monev dan proses audit untuk mengambil strategi dan kebijakan dalam tahap peningkatan. Sesuai hal itu, LP3M Unila merasa perlu menyelenggarakan pelatihan AIMA sebagai bagian menyeluruh dari rangkaian kegiatan Program Asuh Menuju Prodi Unggul Tahun 2018.

Adapun tujuan pelatihan AIMA, untuk melatih dosen menjadi auditor internal tingkat program studi dan fakultas, mengkader auditor internal baru untuk meningkatkan mutu program studi menuju akreditasi prima, menjaring masukan dari peserta pelatihan, panduan pengelolaan laboratorium bermutu dan borang kinerja program studi, serta meningkatkan implementasi tri darma perguruan tinggi.

Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., saat membuka kegiatan menjelaskan, peranan mutu merupakan hal penting dalam perkembangan Unila kini. Upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi merupakan sarana menjawab berbagai tantangan besar arus globalisasi.

“Untuk menstabilkan mutu secara continues improvement, Unila menetapkan dua kuda hitam, pertama ICT (Information and Communication Technology) terbaik di Sumatra dan penjaminan mutu,” tegas Hasriadi.

Upaya Unila mempertahankan akreditasi institusi tetap berpredikat A, salah satunya dengan mempersiapkan standar 1 hingga 7 borang akreditasi secara matang dan siap kapan saja.

“Harapan saya, mumpung baru mulai, maka peserta kali ini diharapkan dapat membangun tim khusus untuk menangani mutu di unit masing-masing perguruan tingginya,” imbau Hasriadi.[Riky/Dwi_Inay/Humas]