This page was exported from Universitas Lampung [ http://www.unila.ac.id ]
Export date: Wed Dec 12 7:31:26 2018 / +0000 GMT

200 Petambak Udang Ikut Penyuluhan


(Unila): Sebanyak 200 petambak udang dari dua kecamatan Kabupaten Lampung Timur ikuti penyuluhan yang digelar mahasiswa KKN Unila. Kegiatan berkolaborasi dengan Masyarakat Aquakultur Indonesia (MAI) Korda Lampung, organisasi yang menjadi wadah masyarakat perikanan budidaya.

Demikian disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mahasiswa KKN Unila di Wilayah Lampung Timur Limin Santoso, S.Pi., M.Si., di Gedung K Fakultas Pertanian Unila, Senin (05/03/2018).

Menurutnya penyuluhan diberikan agar para petambak menerapkan teknik budi daya udang ramah lingkungan sehingga tak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. “Yang kita rekomendasikan pada kegiatan tersebut adalah meminimalkan penggunaan bahan-bahan kimia misalnya clorin,” ujar Limin.

Penyuluhan yang dihelat mahasiswa KKN Unila dan MAI Korda Lampung ini dinilai sukses. “Alhamdulillah kegiatan perdana ini terbilang sukses karena pesertanya banyak dan materi yang disampaikan tepat sasaran,” ujar dosen Budidaya Perairan FP Unila ini.

Penyuluhan yang berlangsung 24 Februari 2018 di Balai Desa Bandarnegeri Kecamatan Labuhan Maringgai ini mendatangkan tiga narasumber, yakni Ketua MAI Korda Lampung Dr. Supono, S.Pi., M.Si., yang menjelaskan tentang manajemen budi daya udang, Produsen Pakan PT Suri Tani Pemuka (PT SPT) Rudi Hartono, menjelaskan soal manajemen pakan udang, serta perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Timur Darjono, yang menjelaskan desain dan konstruksi tambak ramah lingkungan.

Selain melakukan penyuluhan, kegiatan diisi dengan Focus Group Discussion (FGD). Tema yang diangkat, menurut Limin, adalah budidaya ramah lingkungan dan akses permodalan untuk budidaya, serta regulasi pembudidayaan udang di wilayah Pasir Sakti dan Labuhan Maringgai, Lampung timur.

Supono berharap kegiatan ini dapat berlanjut di periode KKN mendatang. “Idealnya di periode berikutnya, mahasiswa KKN ditempatkan di lokasi yang sama sehingga program-program KKN yang sebelumnya telah digagas dapat terus berjalan dan dievaluasi.”

Adapun program selanjutnya adalah demplot atau demontration plot, yakni suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemonstrasikan.

Pihaknya berharap setelah pemaparan kemarin bisa mengubah pola pikir masyarakat petambak tradisional. Terkadang, kata dia, sebagian besar mereka tidak menerima masukan pihak luar karena sudah merasa berpengalaman. Padahal menurutnya pengalaman saja tidak cukup, harus diimbangi dengan pengetahuan dan teknologi. Bila dikombinasikan baru akan berkembang.[Hisna Cahaya/Inay_Humas]


Post date: 2018-03-05 09:43:16
Post date GMT: 2018-03-05 02:43:16
Post modified date: 2018-03-08 09:50:02
Post modified date GMT: 2018-03-08 02:50:02
Powered by [ Universal Post Manager ] plugin. HTML saving format developed by gVectors Team www.gVectors.com