Unila Jawab Kebutuhan MEA Bidang Peternakan

UNIVERSITAS Lampung (Unila) menjawab kebutuhan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bidang peternakan dengan menciptakan lulusan sarjana peternakan berbasis kompetensi dan keahlian industri peternakan.

Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin menyatakan hal itu sinergi dengan kebijakan pemerintah yang menekankan adanya sertifikat pendamping ijazah bagi para lulusan perguruan tinggi.

“Di era MEA, tidak bisa tidak, sejumlah negara termasuk Indonesia akan dibanjiri pekerja-pekerja asing dengan berbagai keahlian. Oleh sebab itu, membekali lulusan kita dengan keahlian bersertifikat adalah wajib, ujarnya kemarin, Kamis (22/12).

Demikian dipaparkan Hasriadi saat melakukan Penandatanganan MoU antara Fakultas Pertanian Unila dan PT Ciomas Adisatwa dan PT Japfa Comfeed TBK, sekaligus peresmian laboratorium prosesing ayam di Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian.

Kesepakatan itu menurutnya merupakan salah satu jalan yang ditempuh Unila dalam menghasilkan sarjana peternakan berkompetensi sekaligus memiliki sertifikat pendamping ijazah bidang peternakan.

“Dengan kerja sama ini kita akan saling bantu bidang peternakan. PT Japfa dan Ciomas sebagai unit industri peternakan tentu memiliki pengalaman dalam proses pemeliharaan hewan ternak hingga tahap pemotongan. Nah, kita akan bekali mahasiswa kita dengan kemampuan industri itu.”

Tak hanya itu, Rektor pun menyampaikan rasa syukurnya karena Jurusan Peternakan pada Fakultas Pertanian Unila kini memiliki laboratorium prosesing ayam. Meski masih minim, namun fasilitas itu dapat dimanfaatkan dosen dan mahasiswa untuk mendapatkan kompetensi pemeliharaan hingga produksi daging potong ternak.

Menurutnya, kendati aktivitas pemotongan ayam telah rutin dilakukan namun belum tentu memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan juga halal. Untuk itu lah keberadaan laboratorium prosesing menjadi penting dalam proses pencarian kompetensi atau keahlian prongolahan daging potong ternak.

Perwakilan PT Ciomas Adisatwa Ir. Yahya Janggola dalam sambutannya mengungkapkan, saat ini perusahaannya memiliki 14 rumah potong ayam berfasilitas modern termasuk di Lampung. Pihaknya juga telah membangun kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di antaranya UGM, Brawijaya, dan Undip. Bahkan kerja sama itu mulai mengarah komersial dengan pengelolaan farm berikut pengoperasian Rumah Potong Ayam (RPA) yang dikelola perguruan tinggi.

“Dalam program kemitraan ini kami akan membantu lulusan Unila menguasai kemampuan prosesing mulai dari pemeliharaan perawatan hewan di peternakan atau kandang hingga tahap pemotongan yang benar, yang ASUH tadi,” kata .

Turut hadir dalam kegiatan, tim pengembangan RPA PT Ciomas Adisatwa, dekan fakultas pertanian, wakil rektor, para dekan, ketua lembaga, kepala biro, dan seluruh dosen di lingkungan Unila.[Inay/Humas]