Informasi SNMPTN di Media

Tahun Ini Jalur Kemitraan Unila ‘Off’

(Unila): Universitas Lampung (Unila) pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun akademik 2016/2017 ini meniadakan penjaringan calon mahasiswa melalui jalur kemitraan. Saat ini pejabat setempat tengah melakukan penataan ulang dan evaluasi jalur penerimaan tersebut.

“Tahun ini jalur kemitraan di-off kan sementara. Jadi hanya ada SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri. Kecuali ada kebijakan nasional seperti bidik misi, program afirmasi, jika itu ada akan kita ikuti,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Bujang Rahman, kemarin.

Mantan Dekan FKIP Unila ini menjelaskan, secara resmi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung hanya empat nomenklatur yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 40 persen, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 30 persen, Seleksi Mandiri sebanyak 30 persen, ditambah lagi Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) sebanyak 5 persen.

Filosofinya, kata Bujang, pihaknya ingin memberikan peluang kepada masyarakat untuk melakukan percepatan pengadaan sumberdaya manusia di daerah melalui instansinya masing-masing.

Menurutnya, Unila menginginkan jalur kemitraan itu betul-betul menjadi kolaborasi yang efektif antara Unila dan pemerintah daerah di kabupaten/kota tertentu. Misalnya, ada pemda tertentu sangat kekurangan tenaga dokter. Atas dasar analisis kebutuhan itu lah akan dibangun jalur kemitraan.

“Umpamanya ada tiga orang dari pemkab yang masuk lewat jalur kemitraan. Harapan kita nantinya itu dibiayai oleh pemda atau instansi yang bersangkutan, setelah mahasiswa itu menyelesaikan studinya maka harus dimanfaatkan oleh pihak yang bermitra sehingga benar-benar memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia.”

Tetapi, sambungnya, kebanyakan yang terjadi adalah jalur kemitraan hanya dijadikan ‘pintu masuk’ sehingga akses ini hanya menjadi jalur seleksi yang tidak punya nuansa kemitraan. “Begitu diterima yang bayar mahasiswa itu sendiri, kemudian setelah selesai dia (mahasiswa, red) itu tidak lagi ada hubungan dengan instansi atau mitra tersebut. Ini yang kita ingin hindari,” pungkasnya.

Oleh karena kebijakan mengenai pengadaan jalur kemitraan akan ditata ulang dengan membangun kembali MoU para stakeholder. Hal itu ditujukan agar jalur kemitraan betul-betul menjadi sumber percepatan pengadaan sumberdaya manusia berkualitas di tengah masyarakat.[inay]