Implementasi SSO, Layanan Baru di Tahun Ajaran Baru

SSO
Implementasi Single Sign On, mengakses berbagai keperluan di network Unila dengan memakai satu account.

(Unila) : Universitas Lampung (Unila) terus berupaya untuk meningkatkan layanannya, termasuk pengelolaan Teknologi Informasi . Melalui Unit Pelasana Teknis Pusat Komputer (UPT Puskom), Kampus Hijau Unila akan menerapkan sistem single sign on (SSO) di jaringannya.

SSO merupakan salah satu dari dua agenda baru dalam implementasi jaringan di Unila. Agenda lainnya adalah migrasi jaringan  ke sistem yang baru meliputi penyelarasan jaringan wireless dan cable di seluruh fakultas dan Unit kerja.

Kepala Divisi Infrastruktur UPT Puskom, Gigih Forda Nama, S.T., M.T.I. menjelaskan, SSO digunakan untuk login sewaktu mengakses jaringan di Unila. Secara teknis, SSO berarti mengintegrasikan proses autentikasi seorang user ke berbagai aplikasi. Jadi cukup sekali login, sudah bisa membuka e-mail dan sistem e-learning (virtual class) Unila. Selanjutnya  SSO juga akan di pakai untuk aplikasi blog dosen dan VPN.

Target awal, mahasiswa baru.
Rencananya tahun ajaran semester ganjil 2013 SSO ini akan mulai diimplementasikan. “Aplikasi itu sudah ready, sekarang dalam proses modifikasi dan implementasi jaringan,” jelas Gigih. Diharapkan akses untuk e-mail mahasiswa baru nanti sudah otomastis menggunakan SSO, karenanya sekarang sedang dipersiapkan integrasinya.

Saat ini implementasi jaringan  baru telah sampai di level universitas. Selanjutnya akan dilaksanakan pula di level fakultas. “Rencananya satu  login itu dapat digunakan untuk browsing hotspot, bisa lewat proxy, cable, bisa akses e-mail, dan akses e-learning. Nah, itu sistemnya sudah siap,” lanjut Dosen Teknik Elektro ini.

Banyak keuntungan dari penerapan SSO, diantaranya pengguna tidak perlu menghapal user dan password untuk login hotspot, proxy, email, dan e-learning Unila. Sekarang disederhanakan menjadi satu login saja. “User tidak perlu untuk repot mengkonfigurasi secara manual. Jadi dia pake  hand-phone, gadget, laptop, juga tidak perlu setting IP.

Bagi pengguna jaringan kabel, layanan internet juga langsung dapat dinikmati asalkan telah memiliki akun SSO. Kalau dulu akses internet memakai kabel itu harus setting IP, kemudian login pakai user proxy, kalau yang ini tidak usah repot setting IP lagi karena sudah otomatis dialokasikan dari mekanisme yang ada di server Unila.

SSO untuk Google Apps Unila
Menariknya, SSO juga akan digunakan untuk mengakses e-mail baru warga Unila yang merupakan kerja sama antara Unila dengan Google Application. Secara resmi e-mail ini ber-domain unila, misalnya saiful@unit.unila.ac.id. Namun secara fisik e-mail tersebut berada di server perusahaan Google.

Saat ini e-mail baru tersebut sudah diujicobakan ke beberapa jurusan. Dosen dan mahasiswa yang menggunakan gadget seperti smart-phone dapat mengakses secara langsung. Layanan yang diterima sama persis dengan gmail, hanya saja domainnya Unila. Bagi dosen, e-mail yang baru ini sesuai dengan nama fakultasnya, sementara bagi staf akan bernama domain “staf”. Kemudian,untuk mahasiswa berada ber-domain “student”. Kuota e-mail mencapai 30 GB dan attachment mencapai 25 MB.

Gigih menjelaskan bahwa reliable layanan emailnya bisa dibilang 99,999 persen sesuai Google. Selama ini karena e-mail ber-host di server Unila, jika mati listrik, sering mati juga layanan e-mail karena mati listrik kadang terlalu lama dan genset tidak memadai, sehingga membuat server jadi off service. “Itu jadi problem besar. Kalau sekarang bisa on 24 jam karena kerja sama. Nilai tambahnya kita punya akun di gmail tapi bukan domain gmail,” tutup dosen berperawakan gagah ini dengan mantap.[]