This page was exported from Universitas Lampung [ http://www.unila.ac.id ]
Export date: Wed Jul 26 4:32:54 2017 / +0000 GMT

Renov Al Wasi’i, Rektor Inisiasi Gerakan Infak Bersama


(Unila): Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin menginisiasi “Gerakan Infak Bersama” untuk mendukung rencana renovasi Masjid Al Wasi'i Unila. Gerakan tersebut akan diterapkan bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan kampus setempat.

“Mari kita mulai gerakan infak bersama sebagai tabungan di akhirat. Per 1 Februari saya minta bagian gaji sudah bisa merekap para pegawai sehingga panitia bisa secara rutin menggalang infak kita. Paling lambat tiga tahun harus selesai,” imbaunya saat menghadiri peluncuran rencana renovasi Masjid Al Wasi'i Unila di Ruang Sidang Lantai II Rektorat, Kamis (8/12).

Hasriadi dalam kesempatan itu juga mengungkapkan, sudah lama merencanakan kehadiran ‘wajah baru' bagi Al Wasi'i guna mewujudkan masjid yang berfungsi sebagai sarana dakwah. Selaku dewan pembina panitia renovasi, ia pun akan mengomunikasikan gerakan infak bersama ini ke seluruh sivitas akademika dan stakeholder Unila.

“Sudah 30 tahun tidak ada renovasi, hanya pemeliharaan. Sebuah masjid representatif akan memunculkan iklim keagamaan sebagai sisi lain kehidupan kampus yang secara tidak langsung menghasilkan lulusan berkarakter. Mudah-mudahan kita semua bisa melaksanakan pekerjaan suci ini,” paparnya.

Masjid Al Wasi'i sendiri merupakan sarana peribadatan kampus yang didirikan pada 14 November 1968. Selain intens digunakan untuk kegiatan peribadatan, masjid ini memiliki peran sosial tinggi bagi masyarakat kampus serta masyarakat Lampung.

Peluncuran rencana renovasi Masjid Al Wasi'i menjadi salah satu prioritas pembangunan sarana Unila karena kondisi fisik yang sudah tidak memadai. Koordinator Tim Pelaksana Teknis Masjid Al Wasi'i Dr. Endro P. Wahono, S.T., M.Sc., menjabarkan, renovasi mengusung konsep Spiritual Epicentrum of Green Campus dengan kapasitas 3.000 jamaah.

Ditargetkan wajah baru Al Wasi'i Unila dapat dinikmati awal 2019 mendatang dengan estimasi biaya senilai Rp36,69 miliar. Renovasi akan dilakukan pada beberapa titik seperti pembangunan menara masjid sebagai penanda dan penunjang estetika kawasan. Penambahan area salat sisi utara dan area parkir dan ruang-ruang UKM di lantai dasar.

“Selain itu akan dilakukan juga perluasan bangunan di area timur masjid untuk perluasan ruang salat dan fungsi penunjang lainnya yang secara temporer dapat digunakan untuk kegiatan utama,” kata dia.[inay/humas]

Post date: 2017-01-08 12:53:05
Post date GMT: 2017-01-08 05:53:05
Post modified date: 2017-01-06 12:54:43
Post modified date GMT: 2017-01-06 05:54:43
Powered by [ Universal Post Manager ] plugin. HTML saving format developed by gVectors Team www.gVectors.com