Rektor Tetapkan Tiga Target Utama di 2015

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., menyatakan kampusnya siap menyongsong ulang tahun emas ke-50 di 2015 dengan menetapkan tiga target utama. Yakni peningkatan akreditasi program studi (prodi), publikasi buku, dan pengabdian kepada masyarakat.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unila ini mengungkapkan, untuk capaian akreditasi program studi, Unila menargetkan tahun ini sebanyak 40 persen prodi dapat mencapai akreditasi A. Saat ini jumlah prodi Unila yang terakreditasi A masih di kisaran 17,2 persen. Artinya Unila untuk mencapai target akreditasi A masih membutuhkan 22,8 persen lagi.

Untuk target kedua yakni publikasi buku, dirinya berkeinginan agar dosen-dosen di Unila mampu produktif menghasilkan karya intelektual dalam bentuk buku. Tahun lalu Lembaga Penelitian (Lemlit) Unila mampu menerbitkan 10 buku. Sedangkan untuk tahun ini diperkirakan ada 40 buku yang siap diterbitkan.

“Tahun lalu kita bisa menerbitkan 10 buku. Salah satunya juga buku yang saya tulis. Mengapa demikian karena kami para guru besar memang memiliki kewajiban untuk menerbitkan buku. Jika seorang guru besar tidak mampu menerbitkan buku minimal satu dalam tiga tahun, maka tunjangannya bisa dicabut,” tandasnya.

Mengenai target ketiga yakni peningkatan dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat, dirinya optimistis Unila mampu mengembangkan andilnya di masyarakat dengan menghasilkan karya riset yang tidak hanya diterapkan dalam skala kampus melainkan dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat.

“Itu sebabnya anggaran riset dan pengabdian kepada masyarakat tahun ini kita tingkatkan lagi,” jelasnya.

Masih terkait dengan pengabdian masyarakat, Sugeng menambahkan, mulai tahun ini Unila juga menjadi salah satu perguruan tinggi yang turut berkontribusi dalam mengirimkan mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah perbatasan. Dalam program tersebut mahasiswa akan ditempatkan di daerah-daerah perbatasan Indonesia.

“Mahasiswa juga punya kewajiban bela negara dan pengabdian kepada negara. Nah dalam KKN Perbatasan ini kita akan kirimkan para mahasiswa yang memang telah terlatih, berkemampuan fisik, dan berdisiplin tinggi untuk melayani warga negara kita yang berada di daerah terpencil di perbatasan wilayah negara ini,” pungkasnya.[] Inay