Rekonstruksi Kurikulum Menuju Research University

UNIVERSITAS Lampung terus memantapkan diri mentransformasi dari teaching menjadi research university. Selasa (7/2/2017), bertempat di ruang sidang lantai II gedung Rektorat, Kampus Hijau tersebut mengadakan kuliah umum guna membahas langkah-langkah menuju research university.

Stadium General oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Prof. Intan Ahmad, Ph.D., ini dihadiri rektor Universitas Lampung, wakil rektor bidang akademik, seluruh dekan, dan dosen Unila.

Sejak setahun terakhir Unila memang telah mencanangkan diri untuk menjadi research university. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang mumpuni guna membangun iklim riset yang kuat sehingga dapat diterapkan dalam pendidikan.

Menurut Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin, riset dan pembelajaran merupakan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kampus Hijau ini pun ingin menjadikan riset sebagai pengalaman utama bagi para mahasiswa.

“Bagaimana riset bisa memerkaya pembelajaran dan pembelajaran dapat memerkaya riset,” ucapnya.

Universitas yang baru saja mengantongi akreditasi A ini pun patut berbangga, pada Desember tahun lalu Unila tengah mengarah pada indikator perbaikan. Dapat diketahui di beberapa item penilaian mulai dari peringkat 14 Webomatric seluruh Indonesia, Unila juga menjadi urutan ke 17 dari 50 institusi dalam produktivitas jurnal indeks scopus. Unila juga tengah meningkatkan PNBP untuk dana riset. “Ini merupakan komitmen kami untuk memerkuat riset. Bila risetnya kuat maka alumninya akan semakin berkualitas,” tambah Hasriadi.

Prof. Intan Ahmad, Ph.D., pada kesempatan hari itu menyampaikan, Indonesia yang memiliki 4.523 universitas harus terus berupaya meningkatkan kualitas, khususnya dari segi dosen sebagai tenaga pendidik.

Untuk maju, universitas harus memosisikan di mana dirinya sekarang berada, hal ini memudahkan dalam proses pencapaian tujuan.

“Setiap universitas menginginkan menjadi research university namun yang terpenting kita harus tau berada di posisi mana sekarang agar memudahkan pencapaian sasaran. Saat ini Unila sudah mengarah ke sana dan tetap butuh proses,” katanya.

Prof. Intan Ahmad, Ph.D., juga berpesan untuk menuju research university penting sekali Unila melihat di mana letak keungulan yang dimiliki. “Dari keunggulan-keunggulan ini lah muncul perbedaan dari universitas lain sehingga visi untuk menjadi research university lebih cepat terealisasi,” ucapnya.[humas]