Rayakan Usianya ke-38, FT Gelar Semnas

 

FAKULTAS Teknik Universitas Lampung (FT Unila) menggelar Seminar Nasional bertajuk Inovasi Teknologi Terbarukan Menuju Kemandirian Energi Bagi bangsa Indonesia, di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Senin (20/3/2017). Semnas ini dihelat dalam rangka memeringati Dies FT Unila ke-38.

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa Fakultas Teknik Unila dalam rangkaian Engineering Expo ini menghadirkan narasumber Kadiv Perencanaan Sistem Kelistrikan PLN Indonesia Ir. Adi Priyanto, M.T., dan Ketua Dewan Energi Nasional Ir. Abadi Poernomo Diploma. Georg, EN. Tech. Turut hadir Kepala Balibangnovda (BPPD) Provinsi Lampung Mulyadi Irsan yang mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo, S.Pi., M.Si.

Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin dalam saat membuka kegiatan menyampaikan, acara ini sangat sesuai dengan tagline Unila yakni Berkarya dan Berinovasi Untuk Bangsa. “Kita semua ingin menghasilkan para inovator di segala bidang. Bangsa ini akan tertinggal jika tidak ada inovasi. Perguruan tinggi merupakan salah satu wadah menghasilkan para inovator,” ujarnya.

Dilanjutkannya, tidak ada satu pun yang mampu dipisahkan dari energi listrik karena semua dimudahkan oleh energi listrik. Oleh karena itu, masalah energi menjadi persoalan bangsa. Terlebih sekarang bangsa ini dihadapkan pada globalisasi yang memercepat mobilisasi setiap individu, dan itu semua tidak bisa lepas dari energi.

Hasriadi menyebutkan, hampir semua hadiah nobel di dunia berasal dari perguruan tinggi. Di Unila juga terdapat ahli-ahli yang selalu aktif berdiskusi dengan laboratorium, berdiskusi dengan literarium, dan berdiskusi dengan diri sendiri. Mereka sangat dekat dengan laboratorium, perpustakaan, juga teman sejawat yang pada akhirnya menghasilkan inovasi yang diharapkan memecahkan masalah bangsa.

Energi tak terbarukan harus dihemat karena akan habis. Sementara 50 tahun yang akan datang barangkali energi menjadi sangat langka tanpa adanya inovasi yang dilakukan. “Fungsi semnas ini salah satunya membangun komunikasi antarahli, antarilmuan, antarpraktisi, sehingga akan terjadi interaksi di internal perguruan tinggi yang juga melibatkan mahasiswa sebagai calon inovator di masa mendatang.”[Inay/Humas]