Pidato Rektor 2011

Pidato Rektor
Pada Acara Dies Natalis Ke-46
Universitas Lampung Tahun 2011

Yth. Gubernur Lampung
Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Lampung
Para Anggota Forkopimda Provinsi Lampung
Para Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung
Para Kepala Dinas/Instansi Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung
Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se-Provinsi Lampung
Para Sesepuh Pendiri Unila
Para Anggota Dewan Penyantun Unila
Para Anggota Senat Unila
Para Pimpinan di Lingkungan Unila
Para Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Unila
Ketua Dharma Wanita Persatuan Unila
Seluruh Warga Unila, dan
Hadirin yang berbahagia,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh,

Pertama-tama saya mengajak para hadirin untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena pada pagi hari yang berbahagia ini telah melimpahkan rahmat kebahagiaan kepada kita semua, sehingga kita dapat hadir di Gedung Serba Guna Unila dalam rangka upacara peringatan hari jadi (Dies Natalis) ke-46 Unila yang kita banggakan. Saya atas nama pimpinan Unila menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kehadiran Bapak/Ibu dan Saudara dalam memenuhi undangan kami.

Pada saat kita memperingati hari yang bersejarah bagi Unila saat ini, kita masih berada pada bulan Syawal 1432 H. Oleh karena itu, perkenankanlah saya selaku pribadi, selaku Rektor dan keluarga

besar Unila mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT senantiasa memperkuat keimanan kita untuk melanjutkan pembangunan menuju Visi Unila, yang telah diamanatkan dalam Rencana Strategis Unila 2007 – 2011 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Unila 2005-2025, yaitu: “Menjadi Perguruan Tinggi Sepuluh Terbaik di Indonesia”

 

Sejalan dengan misi pembangunan pendidikan nasional serta kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional, Unila telah

pula menetapkan misi dalam Renstra Unila 2007–2011 yaitu :

1. Mewujudkan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas.

2. Mewujudkan budaya akademik yang kondusif, dinamis, dan bermoral.

3. Mewujudkan tata kelola organisasi Unila yang baik (good university governance).

4. Mewujudkan aksesibillitas dan equitas pendidikan tinggi.

5. Menjadi agen perubahan dan menjaga kebenaran dan keadilan bagi kepentingan masyarakat.

6. Mewujudkan kerjasama dengan berbagai pihak antara lain pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga nonpemerintah, dalam dan luar negeri, yang saling memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Sedangkan dalam Renstra Unila 2011-2015, pencapaian visi sepuluh besar tersebut akan dilanjutkan dengan melaksanakan misi :

1. Meningkatkan kualitas dan relevansi penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

2. Meningkatkan budaya akademik yang kondusif, dinamis, dan bermoral.

3. Meningkatkan tata pamong Unila (Good University Governance).

4. Meningkatkan keterjaminan, aksesibillitas dan equitas layanan pendidikan tinggi.

5. Meningkatkan peran agen perubahan yang menjaga kebenaran dan keadilan.

6. Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri.

 

Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,

Tanggal 23 September 1965 merupakan hari bersejarah bagi Unila, karena pada tersebut, berdasarkan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 195/1965, Unila secara resmi dipisahkan dari Universitas Sriwijaya (Unsri), yang kemudian dikukuhkan menjadi universitas negeri dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73/1966, tanggal 6 April 1966. Atas dasar itulah maka tanggal 23 September menjadi hari jadi Unila. Sebenarnya persiapan pendirian Unila telah dimulai sejak tahun 1960-an, ketika Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum pada 1961 diresmikan sebagai fakultas cabang Unsri.

Terbentuknya Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum cabang Unsri tersebut adalah cikal bakal berdirinya Unila. Atas dasar sejarah tersebut, Alhamdulillah, pada 23 September 2011 ini, Unila telah genap berusia 46 tahun. Perlu kami sampaikan bahwa pada awal 2011 ini, Fakultas Kedokteran telah resmi berdiri sebagai fakultas ke delapan yang ada di Unila setelah sepuluh tahun menjadi program studi. Bagi kami, keberhasilan menjadikan PS Kedokteran sebagai fakultas menjadi prestasi yang sangat menonjol pada periode 2011 ini. Untuk itu, ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi tentunya dengan penuh ikhlas kami sampaikan kepada para pendiri (founding fathers) Unila yang telah membangun pondasi bagi pengembangan Unila hingga saat ini sehingga Unila telah menjadi universitas yang besar dan diperhitungkan di Indonesia.

 

Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,

Upacara Dies Natalis yang ke-46 kali ini mengambil tema : “Dies Natalis ke-46 Universitas Lampung Menjadi Momentum Pengembangan Pendidikan Karakter Guna Menghasilkan Lulusan yang Berjiwa Wirausaha dan Berdaya Saing”.

 

Bahagia rasanya kita semua, sebab Unila sampai saat ini telah berusia 46 tahun, sebuah usia yang cukup dewasa dan mapan sebagai modal meraih harapan yang lebih baik untuk mencapai sepuluh besar perguruan tinggi terbaik. Harus kita akui, bahwa untuk menjadi sepuluh terbaik di Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu harus diperjuangkan oleh segenap sivitas academika dan karyawan dan peran serta segenap stakeholder. Kita semua harus mempunyai kemampuan daya saing yang tinggi

dan harus berkontribusi terhadap daya saing bangsa secara lebih optimal.

 

Alhamdulillah, berkat kerja keras kita semua, jika pada tahun 2010 yang lalu Unila ditempatkan sebagai universitas papan tengah di Indonesia dengan menempati posisi 11 besar di Indonesia atau perguruan tinggi terbaik di luar Pulau Jawa dari segi karya ilmiah dosen. Pada Tahun 2011 ini, Unila menjadi salah satu di antara hanya 14 perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh Bintang (*) dalam penilaian QS-Star World Class University. Perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam penilaian ini adalah Universitas Indonesia. Untuk itu, sekali lagi saya mengucapkan selamat dan terima kasih atas prestasi ini. Prestasi ini juga sekaligus membuktikan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan dan tata kelola yang dilakukan oleh Unila terus mengalami peningkatan.

 

Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,

Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Unila 2005-2025, membagi pentahapan pembangunan ke dalam empat periode: Pertama, Periode 2005–2009 sebagai penguatan kelembagaan dan modernisasi (Capacity Building and Modernization); Kedua, Periode 2010–2014 penguatan pelayanan (Strengthening Capacity of Services); Ketiga, Periode 2015–2019 membangun daya saing nasional dan regional (Developing National and Regional Competitiveness); dan Keempat, Periode 2020–2024 membangun daya saing regional dan internasional (Developing Regional and International Competitiveness).

Pada kesempatan ini saya laporkan secara terperinci kegiatan-kegiatan dan perkembangan Unila selama kurun waktu tahun 2011 atau lebih tepatnya periode September 2010 sampai dengan Agustus 2011. Sistematika pelaporan kegiatan ini, kami susun berdasarkan penjelasan pencapaian indikator pada masing-masing misi pembangunan Unila.

Namun, perlu saya sampaikan bahwa tahun 2011 ini merupakan tahun transisi dari penerapan Renstra Unila periode 2007-2011 dan Renstra Unila periode 2011-2015. Selain perubahan fokus pelayanan dari dua periode tersebut, terdapat pula perubahan indikator-indikator kinerja atas capaian misi. Perubahan ini selain didasarkan atas perubahan Renstra Kemendiknas, juga didasarkan atas saran para stakeholders Unila terhadap penajaman indikator kinerja utama dan indikator kinerja kunci dalam rangka penguatan

dan perluasan akses pelayanan.

Pada periode 2007-2011, strategi utama pembangunan Unila adalah peningkatan kapasitas dan modernisasi, sedangkan pada periode 2011-2015 strategi utama pembangunan Unila adalah penguatan pelayanan. Upaya-upaya yang telah dan akan dilakukan meliputi pengembangan atau penyediaan berbagai sarana dan prasarana, perubahan berbagai kebijakan inovatif yang menunjang sistem dan proses pembelajaran, pengembangan SDM tenaga akademik, penguatan manajemen internal dan tata kelola, peningkatan kapasitas dan modernisasi sistem teknologi informasi, dan pengembangan suasana dan budaya akademik. Langkah peningkatan kapasitas diarahkan untuk menunjang kepemimpinan yang handal dalam rangka peningkatan akreditasi Unila, dan membangun citra Unila melalui peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran, proses dan hasil penelitian, serta peningkatan produktivitas dan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Sebagai gambaran atas kinerja tahunan (periode Oktober 2010 hingga September 2011), maka berikut ini secara terperinci saya sampaikan laporan perjalanan pembangunan

 

Unila pada masa transisi ini, dengan menguraikan berdasarkan capaian misi pada Renstra 2007-

2011 sebagai berikut :

Misi 1: Mewujudkan Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang Berkualitas

Pencapaian misi ini ditunjukkan dengan beberapa indikator sebagai berikut :

(1). Meningkatnya Kualitas Lulusan

Unila secara terus menerus berupaya meningkatkan kualitas lulusan. Perbaikan terus dilakukan mulai dari faktor input,

proses sampai dengan ouput. Beberapa faktor utama yang selalu menjadi perhatian khusus terkait peningkatan lulusan

Unila adalah sebagai berikut.

Program Studi

Unila secara berkesinambungan melakukan evaluasi dan penataan terhadap program studi. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi standar kebutuhan fasilitas dan sumber daya pendidikan lainnya. Perbaikan kurikulum juga terus dilakukan untuk peningkatan relevansi pendidikan tinggi. Saat ini di Unila terdapat

1 prodi S-3, 12 prodi S-2, 46 prodi S-1 dam 11 prodi diploma dengan status akreditasi sebagaimana terlihat dalam tabel 1 (Lampiran).

Mahasiswa

Peningkatan minat masuk Unila dari tahun ke tahun semakin baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini meningkatkan persaingan untuk masuk Unila. Dari hasil evaluasi yang dilakukan dan berdasarkan laporan dari Panitia SNMPTN (Seleksi Nasional) setiap tahunnya, peminat calon mahasiswa yang memilih dan mendaftar di Unila terus mengalami peningkatan secara signifikan. Pada ini Unila menempati 5 terbesar secara nasional sebagai pilihan calon mahasiswa. Skor SNMPTN calon mahasiswa yang diterima Unila cukup tinggi, meskipun pada tingkat nasional, Unila masih berada di papan tengah. Skor SNMPTN calon mahasiswa tahun 2011 untuk kelompok IPS: 99,81 dan untuk kelompok IPA: 99,50 (Tabel 2,

Lampiran). Keketatan rata-rata untuk kelompok eksakta mencapai 6,15%, sedangkan kelompok IPS mencapai 5,52%. Namun demikian meskipun peminat masuk Unila dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, akan tetapi daya tampung setiap program studi di Unila tetap harus dibatasi/dikendalikan. Daya tampung Unila pada akademik 2011/2012 adalah: SNMPTN Undangan sebanyak 793 orang, SNMPTN Ujian Tulis sebanyak 1.585 orang, PBUD sebanyak 393 orang, UML sebanyak 1.593 orang dan PMPAP 374 orang (Tabel 2, Lampiran). Pada akademik 2011/2012, calon mahasiswa yang lolos seleksi sebanyak 5.224 orang. (Tabel 3, Lampiran). Sementara itu, seiring dengan bertambahnya mahasiswa baru pada 2011 maka populasi mahasiswa Unila pada awal tahun akademik 2011/2012  encapai 25.679 orang. Angka ini diperoleh dari pengurangan antara jumlah mahasiswa yang lulus pada periode Desember 2010 – September 2011 sebanyak 4.023 orang dengan mahasiswa yang masuk 5.224

orang (Tabel 12, Lampiran).

Dosen

Faktor lain yang berperan sangat penting dalam peningkatan kualitas lulusan dari perguruan tinggi adalah kuantitas dan kualitas dosen. Jumlah dosen tetap Unila pada akademik 2011/2012 adalah 1.170 orang (Tabel 5, Lampiran). Untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas dosen, Unila melakukan program pendidikan lanjut nondegree dan program degree. Program pendidikan non degree menekankan pada peningkatan kemampuan mengajar (teaching skill), kemampuan meneliti (research skill), dan kemampuan mengabdi/mengamalkan ipteks (public service skill).

Unila juga memrogramkan pelatihan/penyegaran keterampilan khusus bagi dosen, seperti bahasa Inggris, komputer, dan keterampilan yang lain untuk meningkatkan kemampuan mereka. Program pendidikan degree dilakukan dengan memberikan tugas belajar kepada para dosen Universitas Lampung dari

jenjang S-1 ke jenjang S-2 dan S- 3. Pada Program Beasiswa Luar Negeri Ditjen Dikti pada 2011, jumlah dosen yang melaksanakan tugas belajar sebanyak 283 orang, yaitu 176 orang pada Program S-3 dan 97 orang pada program S-2, sementara itu, peserta studi lanjut di dalam negeri sebanyak 134 orang Program S-3 dan 88 orang untuk program S-2. Dosen yang studi lanjut di luar negeri tersebar ke beberapa negara dan yang didalam negeri tersebar di perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Pada tahun ini terdapat 79 orang dosen dan satu karyawan Unila yang menyelesaikan studi lanjutnya (Tabel 6B, lampiran). Dengan demikian, jumlah dosen Unila yang sudah berkualifikasi S-2 dan S-3 adalah 395 orang, dengan rincian S-2 sebanyak 201 orang dan S-3 sebanyak 194 orang atau 211 % dari jumlah dosen (Tabel 7, Lampiran). Unila juga melakukan program peningkatan jumlah guru besar (professorship). Pada periode ini, Rektor Unila telah melantik 9 orang guru besar yaitu, Prof. Dr. Ir. Haris Hasyim, M.A. (Alm), Prof. Dr. Ir. Nanik Sriyani, M. Sc., Prof. Dr. Ir. Sri Yusnaini, M.Sc., Prof. Dr. Subli Mujim (Pensiun), Prof. Dr. F.X. Susilo,  M.Sc., dan Prof. Dr. Muhammad Kamal, M.Sc., dari Fakultas Pertanian; Prof. Dr. Tati Suhartati, M.S., Prof. Sutopo Hadi, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Prof. Dr. Irwan

Ginting Suka, M.Eng. (Alm) dari Fakultas MIPA. Selain itu, beberapa dosen Unila sedang dalam proses

pengusulan menjadi guru besar kepada Ditjen Dikti Kemendiknas.

Dengan demikian, pada saat ini Unila telah memiliki 49 orang guru besar (Tabel 8, lampiran). Jumlah dosen Unila yang bersertifikasi (dosen profesional) juga terus bertambah. Pada tahun ini Unila menambah 214 orang dosen tersertifikasi, dengan demikian jumlah total dosen Unila yang telah bersertifikasi sejumlah 480 orang.

 

Prasarana dan Sarana

Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan proses pendidikan yang berkualitas. Dengan didasari pemikiran tersebut, Unila terus berupaya menambah, melengkapi, dan memulihkan sarana dan prasarana pendidikan tersebut secara berkelanjutan dengan mengupayakan pembiayaannya dari berbagai sumber, antara lain: APBN, APBD, block grant, dan dana dari masyarakat yang dihimpun oleh Unila yang dikenal dengan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ketersediaan peralatan pembelajaran di Unila dari tahun ke tahun terus meningkat (Tabel 10 Lampiran). Kondisi ruang kuliah, ruang penelitian, ruang perpustakaan, dan sebagainya, serta rasionya terhadap dosen dan tenaga administrasi tertera pada Tabel 9 (Lampiran). Dengan mekanisme resource sharing, fasilitas fisik dan peralatan bantu pendidikan di Unila saat ini masih memadai.

Kondisi Peralatan laboratorium/bengkel/studio, terutama untuk jurusan eksakta, masih belum memadai. Namun demikian Unila terus berupaya melakukan penambahan dengan dukungan pendanaan dari berbagai sumber anggaran yang tersedia. Seperti pada PS Pendidikan Dokter, ketersediaan peralatannya belum memadai ; sedangkan peralatan yang ada sudah mulai usang. Hal ini merupakan beban berat bagi Unila dalam hal memenuhi kebutuhan peralatan lab/bengkel/studio dan pemeliharaannya. Pada 2011 Unila memperoleh dana investasi pengadaan peralatan laboratorium/alat biomass berbasis unggulan daerah sebesar Rp47.000.000.000,00 (empat puluh tujuh miliar rupiah) dan untuk revitalisasi ilmu dasar bidang kimia Rp29.000.000.000,00 (dua puluh sembilan miliar rupiah) Unila juga memperoleh dana untuk persiapan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan sebesar Rp55.000.000.000,00 (lima

puluh lima miliar rupiah) dari Ditjen Dikti. Dana tersebut dipergunakan untuk perencanaan dan pembuatan Detail Enggineering Desaign. Selain itu Unila juga mendapatkan dana pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan sebesar 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan untuk peningkatan kegiatan pembelajaran aktif (ALFHE) sebesar Rp 450.000.000,00 (empat ratus lima puluh juta rupiah).

Materi pengajaran (buku ajar/diktat, penuntun praktikum, buku referensi/textbook, jurnal, dan sebagainya) merupakan hal penting yang harus dipenuhi dan diperbaharui terus menerus. Unila terus mengupayakan fasilitas ini setiap tahun dengan pendanaan dari berbagai sumber. Kondisi ketersediaan materi pengajaran di Unila tahun akademik 2010/2011 tertera pada Tabel 11 (Lampiran). Saat ini Perpustakaan Unila telah dilengkapi fasilitas digital library yang dapat memberikan alternatif akses ke sumber informasi pustaka yang mudah dan dapat diakses dari mana pun tempat yang terhubung fasilitas intra dan internet. Termasuk di dalamnya, Unila juga terus menambah koleksi buku perpustakaan hingga mencapai hampir seratus ribu buku pada saat ini.

 

Kuantitas dan Produktivitas Lulusan

Jumlah lulusan Unila dari berbagai jenis dan jenjang studi pada 2011 lebih banyak daripada lulusan tahun sebelumnya (Tabel 12, lampiran). Pada periode ini jumlah lulusan sampai dengan September 2011 mencapai 4.023 orang. Jumlah lulusan Unila secara keseluruhan sampai dengan September 2011 ini telah mencapai 66.858 orang. Produktivitas lulusan masih bervariasi, karena beberapa program studi ada yang belum meluluskan mahasiswa. Untuk program studi yang telah mapan, sejak 2003 produktivitas kelulusannya terus meningkat mencapai tingkat yang ideal. Namun, produktivitas lulusan rata-rata sampai dengan September 2011 baru mencapai 15,67 %. (Tabel 12, lampiran).

 

Kualitas Lulusan

Harus kita sadari bahwa di era kompetitif yang penuh dengan persaingan ini, pasar kerja global memerlukan lulusan perguruan tinggi yang mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab berdasarkan kompetensi, kreativitas dan inisiatif. Salah satu alat ukur kompetensi lulusan yang digunakan adalah pencapaian IPK lulusan. Pada akademik 2010/2011 ini IPK rata-rata lulusan Sarjana Unila telah mencapai 3,13 yang telah melampaui target sasaran IPK pada Renstra Unilan2007–2011, yaitu 3,00 (Tabel 13, Lampiran).

Upaya serius untuk mengurangi lama studi mahasiswa Unila terus dilakukan diantaranya melalui peningkatan peran dosen pembimbing dan pengadaan fasilitas untuk penyelesaian tugas akhir termasuk fasilitas teknologi informasi. Pada akademik 2010/2011 ini, walaupun sudah makin cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, lama studi lulusan Sarjana Unila rata-rata 4,9 tahun (Tabel 14, lampiran).

Faktor lain yang menunjukkan kualitas lulusan adalah kreativitas dan inisiatif. Untuk lebih meningkatkan kreativitas dan insiatif, Unila membekali para calon lulusannya untuk belajar memperoleh pengalaman beyond skills and expertisenya. Hal ini dilakukan dengan memberikan pembekalan soft skill, yang berupa pengetahuan yang dapat mematangkan mereka (kreasi, inovasi, dan emosi) untuk bekal berinteraksi dengan masyarakat luas. Upaya pengayaan soft skill mahasiswa di lingkungan Unila yang telah diimplementasikan saat ini meliputi keahlian bidang komputer, bahasa Inggris, dan kewirausahaan.

 

Daya Saing Lulusan

Kecepatan penyerapan lulusan oleh dunia kerja atau lamanya waktu menunggu untuk memperoleh pekerjaan pertama merupakan indikator yang dipakai untuk mengukur daya saing lulusan. Unila menyiapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Alumni (http://alumni.unila.ac.id) sehingga alumni Unila dapat berinteraksi dan memberikan informasi kepada Unila. Data yang diperoleh, hampir 50% lulusan Unila memperoleh pekerjaan formal pertama dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan.

 

(2) Meningkatnya Produktivitas dan Kualitas Penelitian

Penelitian adalah merupakan salah satu mandat Tridharma Perguruan Tinggi dalam rangka menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks). Selain harus unggul di bidang pendidikan dan pengajaran, sesuai dengan Visi Unila, penelitian/riset di Unila juga dijadikan driving force untuk mengangkat kualitas dan kredibilitas Unila. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas penelitian di Unila dilaksanakan dengan serius secara berkelanjutan.

Dengan rasa bahagia pada hari ini dapat disampaikan bahwa Unila, berdasarkan hasil evaluasi Dirjen Dikti melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M), pada tahun 2011 ini Unila menjadi salah satu dari 22 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk kelompok perguruan tinggi

utama di bidang penelitian. Evaluasi dilakukan terhadap lebih dari 3.000 perguruan tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh staf Lembaga Penelitian dan dosen Unila atas pencapaian ini.

Selain itu terdapat pula dana penelitian dari LIPI/ Kantor Kementerian Riset dan Teknologi berupa Insentif Riset Dasar, Insentif Riset Terapan, Insentif Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi, Insentif Percepatan Difusi dan Pemanfaatan Iptek, serta Program Riset Unggulan Strategis Nasional.

Lembaga Penelitian juga gencar melakukan kerjasama dengan pihak dalam dan luar negeri yang meliputi penelitian, pelatihan dan kegiatan ilmiah lainnya. Selama kurun waktu lima tahun, total dana penelitian Unila mencapai Rp45,183,739,235 (empat puluh lima milyar seratus delapan puluh tiga juta tujuh ratus tiga puluh sembilan ribu dua ratus tiga puluh lima rupiah). Jumlah penelitian yang didanai Ditjen Dikti dan Kemenristek Rp26,999,493,100 (dua puluh enam milyar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta empat ratus sembilan puluh tiga ribu seratus rupiah) Dana penelitian berasal dari berbagai pihak dan salah satunya berasal dari Ditjen Dikti Kemendiknas melalui program Penelitian Strategis Nasional. Strategis Unggulan, Kompetensi, Fundamental, Hibah Bersaing, Hibah Pekerti, Hibah Pasca, LPTK dan Action Research, Penelitian Keagamaan, Research Andalan Perguruan Tinggi dan Industri ( RAPID).

Sedangkan dana penelitian dari DIPA Unila Rp8,616,000,000 (delapan milyar enam ratus enam belas juta rupiah) dan Kerjasama dengan Pemerintah/BUMN dan Swasta Rp9,568,246,135 (sembilan milyar lima ratus enam puluh delapan juta dua ratus empat puluh enam ribu seratus tiga puluh lima rupiah) dengan jumlah penelitian sebanyak 1.243 judul.

(3) Meningkatnya Produktivitas dan Kualitas Pengabdian kepada Masyarakat

Salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yang menjadi perhatian serius Unila adalah Pengabdian kepada masyarakat. Unila terus bekerja sama dengan pihak lain, khususnya dengan pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota). Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk menyebarluaskan produk ipteks hasil penelitian Unila ke masyarakat (link penelitian dan pengabdian masyarakat). Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat pada 2011 mengalami peningka t an yang s anga t signifikan dengan jumlah judul

sebanyak 505 (Tabel 20, Lampiran).

Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk menyebarluaskan produk ipteks hasil penelitian Unila ke masyarakat (link penelitian dan pengabdi an ma syarakat). Kegiatan pengabdian secara berkelanjutan di desa/lokasi binaan yang dilakukan selama ini telah menghasilkan sesuatu yang signifikan terutama ada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang mulai dijalankan Unila pada 2009 yang lalu dan mendapat dukungan dari seluruh kabupaten/kota dan Pemerintah di Provinsi Lampung. Pada 2011 jumlah mahasiswa KKN Tematik sebanyak 2.412 orang yang diterjunkan ke 32 Kecamatan di 9 Kabupaten/Kota Provinsi Lampung. Ke depan, penguatan layanan tematik dalam pelaksanaan KKN akan selalu dikuatkan sehingga model pengabdian yang akan dilakukan oleh dosen juga akan diikuti oleh mahasiswa sehingga upaya transfer hasil penelitian dan mentransfer kepada masyarakat luas dapat dilakukan secara lebih maksimal.

(4) Berfungsinya Standard Operating Procedure (SOP) tentang Proses Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Unila sejak 2003 secara terus menerus meningkatkan mutu sistem manajemen yang berkaitan dengan relevansi pendidikan tinggi. Unila menyusun berbagai Sistem Pengelolaan yang dilengkapi dengan penyusunan dan Implementasi Standard Operating Procedure (SOP) untuk setiap bidang kegiatan, diantaranya:

1. SOP Bidang Akademik terdiri dari SOP Kegiatan Pengajaran, SOP kegiatan Penelitian, dan SOP Kegiatan

Pengabdian kepada Masyarakat.

2. SOP Kegiatan Kemahasiswaan.

3. SOP Bidang Pengelolaan Keuangan

4. SOP Bidang Pengelolaan SDM

5. SOP Bidang Sarana dan Prasarana.

Sebagian SOP kegiatan pengajaran telah diimplementasikan sejak tahun 2005, SOP Penelitian sejak tahun 2006, sedangkan SOP yang lain belum dapat terimplementasi. Dukungan dan komitmen seluruh sivitas akademik Unila merupakan kunci dapat terimplementasinya SOP-SOP tersebut sehingga manajemen Unila dapat berjalan dengan baik dan tercapainya sistem tatakelola yang baik. Jumlah SOP yang sudah di SK-kan berjumlah 41 buah.

(5) Terlaksananya Sistem Pembelajaran Sesuai dengan Visi, Misi, dan Tujuan Institusi.

Suasana Akademik yang Kondusif dan Dinamis

Suasana akademik yang kondusif dan dinamis sangat menunjang proses pembelajaran yang bermutu. Untuk mencapai hal tersebut, Unila terus menstimulasi kegiatan-kegiatan pertemuan, diskusi, dan seminar ilmiah dari berbagai bidang ilmu.

Proses Pembelajaran

Kualitas keluaran pendidikan tinggi sangat tergantung dari kualitas proses pembelajaran. Unila meyakini benar bahwa pelaksanaan proses pembelajaran yang bermutu dan dikendalikan dengan baik, maka proses transfer ipteks tersebut  dapat berlangsung efektif. Untuk hal tersebut, Unila telah memiliki standar mutu yang ditetapkan berdasarkan ketentuan Peraturan Akademik Unila. Untuk memperbaiki proses pembelajaran, Unila secara terus menerus mengadakan Program Hibah Pembelajaran Kompetitif (teaching grant). Adapun tujuannya adalah mengembangkan inovasi pembelajaran, yang meliputi inovasi dalam pembuatan materi/buku ajar, teknik penyampaian materi, pengembangan media/alat bantu pembelajaran, dan sebagainya.

Penjaminan Mutu

Penjaminan mutu pendidikan di Unila dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat Penjaminan Mutu Universitas (UPT—PPMU). Tugas pokok dan fungsi yang harus dilakukan oleh tim UPT—PPMU antara lain merencanakan, melaksanakan sosialisasi, memonitor, mengaudit, dan mengevaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan di Unila. Disamping itu, UPT-PPMU juga harus melaporkan secara berkala hasil kinerjanya termasuk hasil monitoring dan audit mutu kinerja unit kerja di lingkungan Unila.

Audit mutu perkuliahan telah dilakukan sejak 2001. Audit mutu dilakukan dengan cara menyebar kuesioner ke mahasiswa peserta kuliah. Hasil audit tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah perkuliahan yang telah mencapai standar mutu (2,75 dari nilai maksimal 4,00) meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah perkuliahan yang telah mencapai standar mutu pada 2008 sebanyak 74,6%, meningkat menjadi 82,4% pada 2009, dan 87,1% pada 2010 ini. Demikian juga jumlah dosen yang mutu mengajarnya telah mencapai standar mutu juga meningkat dari tahun ke tahun.

 

Audit mutu kinerja jurusan juga telah dilakukan sejak 2003. Audit kinerja jurusan dilakukan untuk mengetahui mutu kinerja jurusan di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan manajemen jurusan. Seperti halnya dengan perkuliahan, mutu kinerja jurusan juga meningkat dari tahun ke tahun. Mulai 2010, audit mutu kinerja jurusan diganti dengan audit mutu program studi (PS) agar sejalan dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang melakukan akareditasi pada program studi bukan jurusan. Borang audit mutu kinerja PS juga disesuaikan dengan borang BAN-PT

dan audit akan dilakukan setiap tahun agar PS dapat memperoleh akreditasi yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil audit PS yang dilakukan oleh UPT PPMU pada Agustus 2011, nilai rata-rata kinerja mutu program studi PS pada 2011 adalah 741,8 dari nilai maksimal 1000; sedangkan nilai rata-rata kinerja mutu program studi PS pada 2001 adalah 681,8. Ini berarti kinerja PS naik 8.8% (60 poin) dari 2010 ke 2011. PS Biologi Fakultas MIPA merupakan PS dengan mutu kinerja terbaik satu dengan nilai 918,2 (dari nilai maksimal 1000). PS terbaik ke-2 dan ke-3 adalah PS Kimia Fakultas MIPA, dan PS Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian yang masing-masing memperoleh nilai 892,2 dan 890,5.

Setelah berhasil mengaudit perkuliahan dan kinerja jurusan, pada 2005 UPT-PPMU mulai mengaudit kinerja laboratorium. Tujuan audit mutu kinerja laboratorium adalah untuk mengetahui kinerja laboratorium dalam hal perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penyempurnaannya. Seperti halnya yang lain, kinerja mutu laboratorium juga meningkat dari tahun ke tahun. Kinerja mutu rata-rata laboratorium di lingkungan Unila pada 2011 adalah 640,9 dari nilai maksimal 1000. Pada sebelumnya nilai rata-rata kinerja laboratorium adalah 612,9 pada 2010, 585,8 pada 2009, dan 559,4 pada 2008. Jadi nilai kinerja laboratorium naik 4,6% (28 poin) dari tahun 2010 ke tahun 2011.

Pada tahun 2011 ini, laboratorium yang mutu kinerjanya terbaik satu adalah Laboratorium Analisis Hasil Pertanian Fakultas Pertanian dengan nilai 948,8; dan laborataorium dengan mutu kinerja terbaik kedua dan ketiga adalah Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian dengan nilai 943,8, dan Laboratorium Botani FMIPA dengan nilai 910,0.

Audit kinerja fakultas dimulai pada 2010. Seperti halnya program studi, borang audit kinerja fakultas juga disesuaikan dengan borang akreditasi dari BAN-PT yang terdiri dari 7 standar mutu. Nilai rata-rata kinerja fakultas di lingkungan Unila pada 2011 adalah 891,9 dari nilai maksimal 1000. Sedangkan pada

2010 nilainya adalah 799,6. Ini berarti naik 11,5% (92,3 poin).

Fakultas dengan mutu kinerja terbaik nomor satu adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan nilai 971,4 (dari nilai maksimal 1000); dan fakultas dengan mutu kinerja nomor kedua dan ketiga adalah Fakutas Hukum dengan nilai 941,7 dan Fakultas Ekonomi dengan nilai 928,0. Karena dapat meningkatkan mutu kinerja, maka audit mutu kinerja perkuliahan, laboratorium, program studi, dan fakultas akan dilanjutkan untuk tahun mendatang. Dengan audit secara berkelanjutan, diharapkan mutu Unila dapat ditingkatkan secara terarah, terencana, sistematis, bertahap dan berkelanjutan.

(6) Meningkatnya Partisipasi dan Prestasi Mahasiswa dalam Bidang Penalaran

Pada bidang penalaran, beberapa mahasiswa Unila ikut mengikuti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa kategori artikel ilmiah (PKM-AI) yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti. Jumlah proposal yang dikirim 265 proposal, yang didanai 49 proposal dan yang lolos sampai PIMNAS 5 proposal, mahasiswa berhasil lolos untuk bidang teknik dan MIPA (Tabel 27, lampiran).

(7) Meningkatnya Partisipasi dan Prestasi Mahasiswa dalam Bidang Minat dan Bakat baik di Tingkat Lokal/Nasional/Regional/Global

Kegiatan kamahasiswaan Unila meliputi bidang penalaran, bidang minat dan bakat/kegemaran, bidang kesejahteraan, dan bidang pengabdian. Lembaga kemahasiswaan Unila ditata dalam wadah Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unila, yang terus berkembang pesat, yang pada saat ini jumlahnya mencapai

135 unit kegiatan mahasiswa (Tabel 15, Lampiran).

(8). Meningkatnya Jumlah Mitra dan Kegiatan Kerja Sama dengan Lembaga Eksternal

Kerja sama Unila dengan pihak eksternal terus dibangun sejalan dengan proses capacity building Unila. Kerja sama yang dijalin Unila dengan pihak eksternal selama pada 2011 disajikan pada Tabel 25 (lampiran). Kerja sama tersebut mencakup berbagai common interest, seperti pemberdayaan masyarakat, action research, diseminasi teknologi, dan sebagainya. Kegiatan kerjasama yang dilakukan selama ini dalam bentuk yang lebih bermakna dalam rangka peningkatan relevansi pendidikan tinggi, seperti

cooperative education (pemagangan, perbantuan tenaga ahli dan lain-lain). Model kerjasama tiga pihak (tripartit) antara Unila dengan pemerintah daerah atau masyarakat dan dunia usaha terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk masa yang akan datang.

Pada tahun ini Unila melanjutkan Kerjasama Tripartit dengan Dinas Kehutanan (Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Timur), dan Masyarakat di Lampung Timur. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sejak 2006, telah mempercayakan pengelolaan hutan mangrove di sepanjang pantai timur seluas 700 hektar kepada Unila untuk dikelola sebagai Pusat Pengembangan Hutan Mangrove Berbasis Kemasyarakatan. Peran kerjasama eksternal dalam pengelolaan hutan mangrove berbasis kemasyarakatan tersebut telah menjadi salah satu faktor yang menjadikan Unila berhasil masuk 7 besar perguruan terbaik di Indonesia pada penilaian Greenmatric akhir 2010.

Unila juga terus melanjutan kerjasama dengan University of Kentucky, Amerika Serikat untuk pengembangan Program Studi Bisnis, Bidang Keteknikan (engineering), dan Bidang Pertanian. Tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan relevansi perguruan tinggi negeri dengan pembangunan wilayah, khususnya Provinsi Lampung. Unila juga terus melanjutkan kerja sama dengan Kyoei University, Jepang (khususnya dengan Prof. Dr. Yoshie Yamazaki) tentang Budaya Lampung.

 

(9) Meningkatnya Jumlah Lembaga Donor

Unila secara terus menerus memperoleh bantuan dari berbagai lembaga donor baik pemerintah provinsi,

kabupaten/kota, BUMN, swasta, dan lain sebagainya. Bantuan dari lembaga-lembaga donor berupa

beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu yang berprestasi, pengembangan Fakultas Kedokteran,

bantuan dana bagi penyelesaian studi lanjut S-2/S-3, serta bantuan seminar ke luar negeri bagi dosen Unila.

 

Misi 2. Mewujudkan Budaya Akademik yang Kondusif, Dinamis, dan Bermoral.

(1). Meningkatnya Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metoda Student Center Learning (SCL) dan Problem Based Learning (PBL)

Pembelajaran dengan metode SCL dan PBL mendorong mahasiswa untuk berperan aktif, saling berbagi, kritis, berfikir maju, toleran, analitis, serta terbuka terhadap perbedaan pendapat. Hal ini jika dilakukan terus menerus dapat mewujudkan budaya akademik yang kondusif, dan dinamis. Untuk memfasilitasi kedua metode pembelajaran tersebut, Unila telah memiliki 2 (dua) Unit Pelaksana Teknis (UPT) yaitu : UPT Perpustakaan dan UPT Pusat Komputer. UPT Perpustakaan menyediakan sarana buku teks, jurnal ilmiah, majalah, dan sebagainya. Pada saat ini UPT Perpustakaan Unila telah didukung oleh sistem perpustakaan digital (digital library). UPT Pusat Komputer (Puskom) Unila yang memiliki subdivisi Unilanet, Student Computer Service Center (SCSC), (Pusat Pelayanan Komputer Mahasiswa), Manajemen Information System and Training Center (MIS-TC), dan Special Software Center (SSC), merupakan pusat  pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI). Kedua UPT ini memiliki prasarana TI yang setiap tahun kapasistasnya terus meningkat. Kapasitas bandwidth internet ditingkatkan menjadi 40 Mega Byte per second (MBPS) untuk mendukung PBM berbasis SCL.

Untuk mempercepat pelaksanaan SCL, Unila telah mengirim 5 dosen (Prof. Dr. Cipta Ginting, Ir. Sutikno, M.Sc., Ph.D, Netty Herawati, Ph.D., Dr. Undang Rosidin, dan Dra. Ida Nuarhaida, M.Si) untuk mengikuti training of trainer (TOT) Active Learning for Higer Education (ALFHE, trainier dosen SCL) ke Medan dan Batam. DiUnila juga telah dilakukan Roll Out (training dosen) ALFHE sebanyak 2 kali yang diikuti oleh 79 dosen uturan fakultas di lingkungan Unila. Untuk mendukung kurikulum berbasis kompetensi telah dikembangkan Metode PBL. Saat ini, metode pembelajaran PBL dilaksanakan pada PS Pendidikan Dokter dan PS Biologi, FMIPA.

Pada prinsipnya, pembelajaran dengan metode PBL adalah dengan mengkaji masalah/persoalan-persoalan yang perlu dicarikan solusinya. Untuk mencari solusi dari suatu permasalahan dapat ditelusuri melalui literatur dan internet yang prasarananya tersedia pada UPT Puskom dan perpustakaan. Oleh sebab itu, sangat diperlukan adanya dukungan perpustakaan dan fasilitas TI yang aksesnya cepat. Idealnya perpustakaan dapat diakses dari setiap jurusan. Aksesibilitas ini tentu saja dapat berjalan dengan dukungan prasarana bandwidth internet/intranet yang memadai.

(2) .Meningkatnya Kinerja melalui Pemberian Penghargaan dan Penerapan Sanksi

Sumber daya manusia di Unila mencakup dosen dan tenaga administrasi [penunjang akademik (laboran dan pustakawan) dan tenaga administrasi umum]. Jumlah tenaga administrasi umum di Unila tergolong sangat baik (Tabel 22, lampiran). Unila secara terus menerus melakukan upaya peningkatan kualitas dan profesionalitas SDM.

Untuk pengembangan karier ketenagaan, Unila menerapkan pengembangan karier ketenagaan berbasis sistem merit. Sistem merit ini bertujuan untuk mendorong tumbuhnya budaya kompetisi yang sehat di antara unit kerja dan di antara personel untuk meningkatkan kinerja. Sebagai konsekuansi dari sistem ini, Unila memberikan reward kepada mereka yang kinerjanya baik. Pada upacara Dies Natalis ini akan disampaikan penghargaan kepada unit kerja dan personel yang berprestasi selama tahun 2011 ini.

(3) Meningkatnya Kegiatan yang Mendukung Budaya Akademik

Unila secara berkelanjutan meningkatkan budaya akademik antara lain dengan seminar, diseminasi hasil penelitian dan pengabdian, dan pengukuhan guru besar. Kegiatan seminar di Unila pada 2011 ini telah dilaksanakan lebih dari 10 (sepuluh) kali seminar baik seminar bidang kependidikan dan bidang ipteks, baik yang berskala nasional maupun skala internasional. Kegiatan seminar pada umumnya dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian Unila, fakultas, program studi atau unit kegiatan mahasiswa.

Kegiatan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, yang dilaksanakan minimal satu tahun sekali pada Kegiatan Dies Natalis, pada September 2011. Pengembangan suasana akademik terus distimulasi, khususnya di tingkat jurusan berupa pertemuan, diskusi, seminar dan lain-lain. Dalam forum tingkat jurusan tersebut, para dosen dan mahasiswa dapat saling mengomunikasikan/menginformasikan aktivitas akademiknya sehingga terjadi share opinion dan terbangun peer review di antara sejawat dosen dan mahasiswa. Peer review juga dilakukan dalam hal publikasi ilmiah dosen. Dalam rangka meningkatkan budaya kerja, para guru besar diwajibkan untuk melaksanakan penelitian.

 

Misi 3. Mewujudkan Tata Kelola yang Baik (Good University Governance)

(1). Meningkatnya Kesejahteraan Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan Unila selalu menjadi perhatian utama. Kesejahteraan tenaga akademik melalui sertifikasi dosen sangat membantu dalam program peningkatan kesejahteraan sedangkan kesejahteraan tenaga kependidikan (laboran, teknisi dan pustakawan) yang menjadi tonggak pendukung utama dalam bidang akademik telah meningkat kesejehteraannya dengan mendapatkan tunjangan fungsional.

(2) .Terakreditasinya Institusi dengan Nilai yang Tinggi

Untuk mencapai akreditasi institusi dengan nilai tinggi, Unila terus mengupayakan peningkatan nilai akreditasi seluruh program studi karena nilai akreditasi institusi sangat ditentukan oleh nilai akreditasi program studi. Untuk itu, PPMU melakukan monitoring dan evaluasi kinerja jurusan setiap semester guna membantu peningkatan akreditasi seluruh program studi di Unila dan telah menyesuaikan borang kinerja jurusan dengan borang BAN-PT sehingga setiap PS dapat mengevalusi dirinya secara periodik untuk meningkatkan akreditasinya. Sebagai hasil, sebagian besar (82%) program studi di lingkungan Unila terakreditasi A dan B (Tabel 1, Lampiran). Pada tahun 2011 ini satu lagi program studi , yaitu program studi Administrasi Negara pada Fakultas ISIP mendapatkan akreditasi A.

(3). Meningkatnya Keterbukaan Penyelenggaraan Kegiatan Kemahasiswaan

Penyelenggaraan kegiatan kemahasiswaan yang dipimpin langsung oleh Pembantu Rektor III selalu menginformasikan setiap kegiatan yang ada secara terbuka baik melalui surat edaran ke fakultas, website, dan informasi ke seluruh UKM yang ada sehingga dapat diketahui dan dijalankan oleh setiap unit secara baik dan tepat waktu. Keterbukaan juga dilakukan pada pendanaan seluruh kegiatan kemahasiswaan yang bersumber dari PNBP (8% dari total dana SPP Unila) dan dana yang berasal dari DIPA Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan (Dirmawa) dan Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti Depdiknas. Salah satu kegiatan yang bersumber Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti adalah program mahasiswa wirausaha (PMW) sebesar Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah). Sejak tahun 2009 sampai 2011, Unila melaksanakan program ini untuk menyiapkan mahasiswa yang terampil dalam membuka lapangan kerja di masyarakat. Agar pelaksanaan program berjalan baik dan bermutu maka para dosen pembimbing dikirim untuk melaksanakan pelatihan yang diberikan oleh DIKTI. Selain itu, penguatan kelembagaan kewirausahaan di Unila juga dilakukan melalui kegiatan lokakarya dan pelatihan.

(4). Meningkatnya Kemanfaatan Hasil Kerjasama dengan Mitra (Pihak Eksternal)

Unila setiap tahunnya terus meningkatkan kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan perguruan tinggi Negeri/Swasta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Pemerintah Daerah serta badan usaha. Kerja sama ini sebagai salah satu upaya peningkatan mutu di bidang tri dharma perguruan tinggi dan peningkatan income generating Unila. Beberapa manfaat telah dirasakan oleh Unila seperti pada bidang pendidikan kerja sama yang dibentuk memberi manfaat antara lain berupa perbantuan tenaga dosen dalam upaya pemenuhan tenaga pengajar dan administrasi kedua belah pihak serta peningkatan kualitas dosen baik melalui non-degree training maupun melalui program studi lanjut S-2/S-3.

Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama ini telah meningkatkan kualitas penelitian dosen serta pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Selain itu, kerja sama di atas diharapkanakan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja Unila di

dalam dan luar negeri sehingga dapat meningkatan peringkat Unila serta status akreditasi institusi baik di dalam maupun di luar negeri seperti yang dipublikasikan oleh QS STAR, yang merupakan metode perankingan universitas tingkat dunia (World Class University) oleh QS Quacquarelli Symonds,

London yang telah mendapatkan bintang dua untuk employbility, bintang dua untuk Teaching, bintang empat pada infrastructure, bintang dua di Internasionalization, dan bintang lima pada engagement. Webometrics, yang diukur oleh badan perangkingan dunia Cybermetrics Labs, dari Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC), Spanyol. Unila berhasil menembus 100 besar di Asia Tenggara dengan menduduki peringkat 76.

Hasil perankingan Unila melalui QS STAR dan Webometrics di atas merupakan hal yang perlu kita pikirkan bersama dan nyata kepada kita bahwa masalah yang kita hadapi adalah bagaimana kita dapat memacu mutu agar Unila beradandalam jajaran universitas terbaik di Indonesia dan di kenal di dunia internasional. Di sini peran dosen sangatlah diperlukan karena kriteria QS STAR langsung terkait dengan karya-karya dosen, sementara pada Webometrics publikasi karya dosen dalam berbagai bentuk 100% merupakan bahan penilaian mereka. Tugas lanjut kita adalah terus meningkatkan kualitas Unila secara keseluruhan.

 

Misi 4. Mewujudkan Aksesibillitas dan Equitas Pendidikan Tinggi

(1). Terlaksananya Diversivikasi Pola Penerimaan Mahasiswa

Unila melakukan 5 (lima) jalur seleksi masuk yaitu: (a) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Undangan, (b) Seleksi Nasioal Masuk Perguruan Tinggi Negeri Ujian Tulis, (c) Seleksi Tulis Lokal/Ujian Masuk Lokal (UML), dan (d) Penjariangan bibit Unggul Daerah (PBUD) dan (e) Perluasan Akses Pendidikan Universitas Lampung/Penerimaan mahasiswa dari kalangan yang kurang mampu (PMPAP).

Penjaringan mahasiswa melalui Program PBUD yang dilaksanakan oleh Unila merupakan kegiatan kerja sama yang dilakukan antara Unila dan Kabupaten/Kota untuk menjaring calon-calon mahasiswa baru langsung dari Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung. Seleksi terhadap calon mahasiswa langsung dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota terhadap lulusan dari SMA/MA/SMK/Se

derajat yang ada di wilayahnya masing-masing. Diharapkan, setelah lulus, yang bersangkutan dapat mengabdikan diri pada daerah asalnya. Dari kuota/formasi peneriaan calon mahasiswa baru yangdilaksanakan penerimaan mahasiswa baru Melalui program PBUD, Unila menerima 10 persen dari daya tampung. PKAB yang lingkupnya hanya wilayah Indonesia bagian barat pada 2011 diperluas melalui SNMPTN jalur undangan dengan pola seleksi secara nasional berdasarkan hasil rapat Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Jakarta 4 November 2010, para rektor perguruan tinggi negeri di bawah koordinasi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional. Dengan demikian SNMPTN 2011 merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh perguruan tinggi negeri dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak yang dilaksanakan melalui (1) jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik, dan (2) jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan. PMPAP merupakan jalur penerimaan mahasiswa yang baru tahun 2011 ini diadakan Unila. Jalur ini menerima 374 calon mahasiswa tidak mampu dan memiliki nilai akademik yang baik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Lampung. Mereka yang diterima melalui jalur ini dibebaskan biaya pendidikan (SPP) selama delapan semester atau empat tahun yang merupakan standar waktu lama studi program S1. Pola seleksi jalur ini meliputi proses wawancara yang dilakukan oleh Pembantu Dekan 1 dan 3 dari 8 Fakultas di lingkungan Unila yang dilanjutkan dengan verifikasi di

lapangan.

(2). Tersedianya Beasiswa bagi Mahasiswa Tidak Mampu

Program bantuan beasiswa meliputi beasiswa dari Ditjen Dikti Kemendiknas, swasta dan instansi terkait. Pada 2011, jumlah mahasiswa Unila yang menerima beasiswa sebanyak 2.522 orang dari 22 sumber (Tabel 16, lampiran). Sedangkan untuk mahasiswa yang tidak mampu beasiswa Bidik Misi yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan tinggi dengan cara menyekolahkan anak dari keluarga tidak mampu, Unila juga menyediakan beasiswa melalui jalur PMPAP, BBM, PGN, sehingga dapat berperan aktif dalam program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pendidikan. Khusus jalur PMPAP masih terus akan dievaluasi karena baru pertama diterapkan di Unila, bahkan jalur ini yang pertama diterapkan di Indonesia. Unila akan berupaya mencarikan dana untuk jalur ini ke depannya. Sejauh ini, jalur penerimaan mahasiswa bebas biaya kuliah masih menggunakan subsidi silang dari mahasiswa jalur Ujian Masuk Lokal.

Pada tahun 2011 Jumlah penerima beasiswa tidak mampu melalui Bidik Misi sebanyak 400 orang, penerima PMPAP sebanyak 374 orang, PGN sebanyak 75 orang, dan BBM sebanyak 1.318 orang.

Bantuan beasiswa dari Ditjen Dikti Kemendiknas cenderung meningkat, sedangkan bantuan beasiswa dari pihak sponsor yang berfluktuasi. Masih diperlukan berbagai upaya untuk mencari sponsor bagi bantuan beasiswa Unila.

(3) Meningkatnya Peran Pemerintah dan Swasta dalam Penyediaan Beasiswa

Peran pemerintah dalam penyediaan beasiswa bagi mahasiswa meliputi beasiswa PPA sebanyak 1.100 orang dan Bidik Misi sebanyak 400 orang. Selain itu tersedia beasiswa dari 4 spsonsor utama yaitu BUMN, PGN, Supersemar dan Yayasan Kasih A & A Rachmat.

Kontribusi masyarakat dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan diwujudkan dengan adanya program PMPAP yang mana sumbangan masyarkat melaui seleksi masuk UML sebagiannya diberikan kepada mahasiwa jalur PMPAP. Diharapkan program PMPAP dapat dilengkapi dengan program orang tua asuh yang mana masyarakat dapat berpartisipasi dalam menampung mahasiswa yang tidak mampu untuk meringankan biaya hidup mereka khususnya bagi mahasiswa yang tinggal di luar Bandar Lampung.

Misi 5. Menjadi Penggerak Perubahan (agent of change) dengan Menjunjung Tinggi Kebenaran dan Keadilan

Pada 2011 ini sangat disayangkan pemerintah daerah tidak mengalokasikan dana beasiswa bagi mahasiwa. Diharapkan pada yang akan datang, Pemerintah Daerah dapat berperan aktrif kembali dalam penyedian beasiswa bagi mahasiswa Unila sebagaimana pada tahun sebelumnya. Unila berharap kepedulian atau peran swasta dan pemerintah daerah dalam penyediaan beasiswa bagi mahasiswa bisa lebih meningkat lagi.

1 ) Tumbuhnya Integritas Keilmuan di Kalangan Akademisi

Dalam hal meneliti, dosen Unila berprestasi sangat baik. Salah satu hasil dari kegiatan penelitian dosen adalah karya ilmiah. Berdasarkan buku yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional pada 2010, yang berjudul “Menakar Potensi Karya Ilmiah Perguruan Tinggi”, Unila memperoleh peringkat 11 besar nasional dalam hal karya ilmiah dari 143 perguruan tinggi negeri (pemerintah) dan swasta (masyarakat) di Indonesia. Di samping itu, Unila merupakan perguruan tinggi terbaik di luar pulau Jawa dalam hal karya ilmiah.

Integritas keilmuan di kalangan akademisi ditunjukkan oleh profesionalisme dosen dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi (mendidik/mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat). Dosen profesional melakukan penelitian dengan topik yang sesuai dengan keahlian dan masalah yang terjadi di masyarakat, mampu mengajarkan hasil penelitian dan ilmu yang dikuasainya kepada mahasiswa, membimbing mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, serta mengabdikan hasil penelitiannya untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dosen Unila juga telah banyak melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pada ini (2011), Unila melakukan kuliah kerja nyata (KKN) t ema t ik di s epuluh kabupaten/kota di Provinsi

Lampung dengan mengusung tema sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh seluruh fakultas di Unila serta kebutuhan pemerintah daerah kabupaten/kota. Pada ini pula, Unila telah berhasil menyusun Rencana Induk KKN Tematik 2011-2015 sebagai acuan dalam pelaksanaan kerja sama KKN tematik baik dengan pemerintah daerah maupun dengan dunia usaha. Prestasi paling menonjol dalam pelaksanaan KKN Tematik Unila tahun ini adalah keberhasilan mahasiswa KKN membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dan pembangunan rumah pengering di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran hasil kerja sama yang optimal dengan PT. PLN Wilayah Lampung. Dalam hal mengajar, hampir semua dosen Unila kemampuan mengajarnya baik. Setiap semester Unila melakukan audit kinerja perkuliahan yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat Penjaminan Mutu Universitas (UPTPPMU).

Di dalam audit tersebut yang dinilai antara lain kemampuan mengajar dosen menurut persepsi mahasiswa.

Melanjutkan dengan University of Kentucky, periode Oktober 2010 sampai dengan pada Juli 2011 ini telah dilakukan beberapa kegiatan akademis yaitu Workshop tentang “The Impact of Free Trade  greements on Agricultural Trade”, Imaging and Imagining the Cellular Biology of Plant Adapted Rhabdoviruses dan Sustainability In Agricultural Biotechnology and Education, pada 17 Juni 2011 dengan menghadirkan Dr. Michael Reed dan Dr. Michael Goodin.

Kegiatan kerjasama Unila dan Yokohama National University, Jepang periode bulan oktober 2010 sampai dengan bulan Juli 2011 telah dilaksanakan beberapa kegiatan akademis diantaranya :

1. Workshop Environtmental Protection and Regional Development and SLER Program, yang dilaksanakan pada 11–23 Feb 2011 bertempat di Yokohama National University dan diikuti oleh Dr. Ir. I Gede Swibawa, M.S.

2. Workshop and Lecturing Sustainable Living with Environtmental Risk yang dilaksanakan pada 11 -24 Feb 2-11 bertempat di Yokohama National University dan diikuti oleh Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, M.S.

3. Workshop on Environtmental Protection and Regional Development and SLER Program yang diselenggarakan pada 11 -23 Feb 2011 dan bertempat di Yokohama National University dan diikuti oleh Dr. Ir. Udin Hasanuddin, M.T.

4. Invited Student Attending Program for SLER yang dilaksanakan pada 11 – 23 Feb 2011 bertempat di Yokhaman Kemampuan mengajar dosen menurut persepsi mahasiwa meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah dosen yang kemampuan mengajarnya telah mencapai atau melebihi standar mutu (nilai 2.75 dari nilai maksimum 4.0) adalah 72,3% pada 2008, 83,7% pada 2009, dan 84,7% pada 2010.

kerja sama Unila National University dan diikuti oleh Maryanti.

5. Field Excursion : The Sustainable Regional Development Project for Remote Poor Coomunity With

Environtmental Risk Management in Madagaskar yang berlangsung tanggal pada 8 – 17 Sept 2011 bertempat di Madagaskar Afrika diikuti oleh Dr. Ir. Affandi, MP.

6. Kerja sama Penelitian Sustainable Biomass Utilization yang berlangsung selama Bulan Januari sampai dengan Juli 2011 dengan peneliti Shinta Silvia, Toshiko Miura (Jepang), Arai (Jepang), Tsugura (Jepang) dan Yuchio Minamia (Jepang).

Kegiatan akademis dalam rangka menindaklanjuti Unila dengan SupAgro Perancis, juga telah dilakukan

pada periode Oktober 2010 sampai dengan Juli 2011 adalah :

1. Pengajaran Bahasa Perancis yang berlangsung tanggal September 2010 – Agustus 2011 dengan dosen PIC Laure de Montarnal.

2. Pemberian beasiswa S-2 Magister Sumberdaya Alam tahun ke-2 kepada Wagiono, Rahma, dan Fahuri Wherlian.

Kegiatan akademis lainnya dalam rangka menindaklanjuti Unila dengan Nigata University (Jepang), yang

telah dilakukan pada periode Oktober 2010 sampai dengan Juli 2011 adalah The 4th Conference for The Development of Integrated Pest Management In Asia Africa yang berlangsung pada 20 – 22 Jan 2011 yang diikuti oleh Prof. Dr. Ir. Jamalam Lumbanraja, M.S.

Kegiatan akademis dalam rangka menindaklanjuti Unila dengan Royal University Of Agriculture, Kamboja, yang telah dilakukan pada periode Oktober 2010 sampai dengan Juli 2011 adalah Lecture Series and Curriculum

Development yang berlangsung pada 23 – 25 Maret 2011 yang juga diikuti oleh Prof. Dr. Ir. Jamalam Lumbanraja, M.S. Kegiatan akademis lainnya dalam rangka Unila dengan Texas Technology University, USA , yang telah dilakukan pada periode Oktober 2010 sampai dengan Juli 2011 adalah Riset : Ecological Services By Bat Assemblages kerja sama

In The Paleotropics yang berlangsung pada periode Juli 2010–Juni 2012 bertempat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat yang diikuti oleh Chun Chia Huang , Eli Lestari Rustiati dan Jani Master.

Terakhir, kegiatan akademis dalam rangka Unila dengan Royal University Of Agriculture, Cambodia;

Kasetsart University,Thailand; University Malaysia Serawak, Malaysia; Supagro, Perancis; University Of

Copenhagen, Denmark, yang telah dilakukan pada periode Oktober 2010 sampai dengan Juli 2011 adalah Workshop on Evaluation of Unila VS Universities Partners In Asia and Eropa yang dilaksanakan di Universitas Lampung yang diikuti oleh Dr. Gabriel Tonga Noweg, Asikin Yoeu, Dr. Panapa Saksoong, Dr. Nitaya Mianmit, Dr. Didier Pillot, Claire Durend dan Dr. Kristine Juul.

Keterangan lengkap tentang kerja sama Unila dengan beberapa perguruan tinggi asing dalam rangka peningkatan integritas keilmuan para dosen ini dapat dilihat dalam Tabel. 26.

 

Misi 6. Meningkatkan Kerja Sama dengan Pemangku Kepentingan Dalam dan Luar Negeri yang Saling Memberikan Manfaat secara Berkelanjutan

1 ) Meningkatnya Partisipasi Pemangku Kepentingan dalam Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi

Pemangku kepentingan Unila terdiri atas pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, Swasta, LSM serta masyarakat luas. Partisipasi pemangku kepentingan Unila terhadap pelaksanaan tridharma perguruan tinggi baik secara langsung maupun tidak langsung selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam pembangunan Unila dan oleh karenanya, partisipasi itu masih sangat diharapkan oleh Unila di masa mendatang.

Partispasi pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi terhadap pembangunan Unila selama ini pada umumnya bersifat tidak langsung. Partisipasi pemerintah pusat meliputi perencanaan/anggaran hingga terbitnya DIPA Unila, pengisian formasi bagi PNS Unila (dosen dan karyawan), dan peningkatan karier ketenagaan dan kesejahteraan bagi dosen Unila.

Pada tahun 2011 ini banyak pemangku kepentingan yang berperan dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di Unila. Para pemangku kepentingan tersebut antara lain Pemerintah Provinsi

Lampung dan Pemkab/Pemkot di Provinsi Lampung, Auburn University, USA; University of Kentucky, USA; Nigata University dan Yokohama University, Jepang; SupAgro Montpellier Perancis;

United Nations Environment Program (UNEP); Royal University Of Agriculture, Kamboja;

Dirjen Dikti; PT Quara Luminari; PT Telekomunikasi Indonesia Tbk; Mercy Corps Indonesia

(The Rockefeler Foundation); PT. Pertamina; dan PT. Coca Cola Amatil Tbk.

Pada tingkat fakultas, hampir seluruh fakultas di Unila juga mendapatkan kerja sama dengan stakeholders terutama kerja sama dalam negeri baik dalam bentuk kerja sama studi, kerja sama pendampingan maupun bantuan pembangunan gedung sebanyak 211 jenis kerja sama. Dukungan paling menonjol adalah berbagai pembangunan fisik yang ada mulai dari pembangunan gedung pascasarjana, rehabilitasi Gedung Serba Guna, pembangunan laboratorium ilmu tanah, serta pembangunan gedung perkuliahan pascasarjana FISIP.

2) Meningkatnya Partisipasi Pemangku Kepentingan dalam Pengembangan Institusi

Melihat kembali perjalanan sejarah, pembukaan PS Pendidikan Dokter Unila yang dimulai pada 2001 juga merupakan partisipasi stakeholders khususnya Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Lampung dan juga didukung oleh Pemkab/Pemkot di Provinsi Lampung. Alhamdulillah, prestasi Unila yang sangat menonjol yakni ketika pada awal tahun 2011 Fakultas Kedokteran resmi menjadi fakultas ke delapan yang ada di Unila. Oleh karena itu, atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Nasional serta stakeholders lainnya secara khusus saya ingin juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Dukungan lain dari para pemangku kepentingan dalam konteks pengembangan institusi adalah dari PHK S-1 PGSD (senilai Rp. 665 juta), PHK BATH II Tema B (Rp 1,2 miliar), serta dari IMHERE (Rp 9,57 miliar). Dukungan-dukungan tersebut kami akui telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam rangka pengembangan institusi baik dukungan software berupa sistem, standard operasional prosedur serta peroman-pedoman lainnya maupun hardware berupa peralatan laboratorium serta sarana dan prasarana perkuliahan lainnya termasuk bantuan program pengembangan operasional Unila.

3) Meningkatnya Jumlah Pertukaran Mahasiswa dengan Perguruan Tinggi Lain.

Sejak tahun akademik 2010/2011, terdapat 15 mahasiswa asing yang belajar di Unila; yaitu Sahim Digem dari Jerman; Elizabeth Schaefer dari Amerika Serikat; Shu Ito dan Matsumura Tayuko dari Jepang; Maariola Piekut, Mr.Jan Talaga; dan Magdalena Sirzodka dari Polandia; Ly Vanvolak, Met Chandra, dan Safarina Sou dari Kamboja; Tahianjanahary Andry Aina Rakotovao dari Madagaskar; Vong Phen Vong Khampay, Xaysavath Phan-In, Cheuang Leuang Sam Lan dari Laos; dan Michaela Fedakova dari Slovakia. Sedangkan mahasiswa Unila yang melakukan pertukaran ke luar negeri adalah Eko Prasetyo (Pertukaran Mahasiswa Indonesia Jepang), Mei Dianita (Global Undergraduate Exchange

Program 2010 to Missouri State University American), Tyas Hantia Febriani (Global Undergraduate Exchange Program 2011 to American University) dan Dwi Cahyani (Indonesia English Language Study

Programme to Arizona State University USA). Gubernur dan hadirin yang berbahagia,

Berdasarkan berbagai dukungan yang telah diberikan tersebut, Unila pada akhirnya juga siap untuk dapat senantiasa membantu dan mendorong pembangunan nasional dan daerah khususnya di Provinsi Lampung. Unila juga terus akan mendukung jalinan kerja sama yang dilaksanakan selama ini dengan berbagai pihak serta senantiasa mencari dukungan-dukungan dari pihak-pihak lainnya. Saya ingin mengatakan, bahwa kerja sama tersebut telah membuktikan bahwa antara Unila, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat saling mengisi dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, ke depan, kami berharap Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat tidak sungkan-sungkan memberikan masukan bagi pengembangan dan kemajuan Unila. Begitu pula, Unila dengan segala rasa senang hati akan membantu apabila diperlukan, seperti upaya mengurai dan mengurangi problem kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Lampung yang tampaknya memang harus ditangani secara serius dan sungguh-sungguh oleh segenap komponen yang ada. Kami menyadari sepenuhnya bahwa selama 46 tahun ini, Unila telah dibantu oleh banyak pihak (yang berperan dalam kapasitas tugas dan fungsi masing-masing) dalam membesarkan Unila sehingga menjadi universitas yang dapat dibanggakan pada saat ini.

Mereka yang berjasa kepada Unila adalah mulai dari para sesepuh/pendiri/perintis (founding fathers) Unila, para dewan penyantun, senator, dan pimpinan Unila sejak didirikan sampai sekarang; para kepala daerah (provinsi, kabupaten/kota se-Lampung), dan jajarannya; Forkopimda Lampung; Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota; para tokoh masyarakat, insan pers di Lampung yang menaruh perhatian besar bagi kemajuan Unila.

Saya sebagai pribadi yang memperoleh estafet kepemimpinan Unila saat ini dan seluruh warga Unila menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi. Semoga amal bakti Bapak/Ibu mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.

Keberlanjutan Unila dalam berkiprah di dalam tugas utamanya ikut mencerdaskan bangsa sampai saat ini adalah juga berkat dedikasi dan kerja keras seluruh warga Unila, yaitu para dosen, mahasiswa, dan pegawai administrasi. Kepada mereka semua, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Marilah kita tetap teguh dan setia mengabdi di Unila dan bersama-sama mengembangkan Unila ke masa depan yang lebih cerah di tengah tantangan ke depan juga semakin berat.

Di tengah-tengah suasana kebahagiaan ini, izinkanlah saya melaporkan kepergian warga Unila yang telah menghadap ke Hadirat Sang Khalik pada 2011 ini. Dari kalangan dosen yaitu: Adius Semenguk, S.H, MH., Prof. Dr. Harris Hasyim MA, Prof. Dr. Margono, S.P, Drs. Muhaemin AD, M.Pd, Yung Iriyudin, S.E., M.Si, Ir.Anton Gumilar, M.S., Ir. Supriyadi, Septina Triyanti, S.Si, serta Prof. Dr. Irwan Ginting Suka, M.Eng.

Sedangkan dari kalangan tenaga administrasi yaitu: Jumaidi Abdul Somad dan Rono Setiadi. Kami mengajak kita semua untuk mendoakan agar beliau semua diterima di sisi Allah SWT, sesuai dengan amal baktinya yang telah dipersembahkan kepada Unila, kepada bangsa dan negara.

Pada kesempatan ini, kami juga harus melepas rekan dan sejawat kerja yang harus undur diri dari Unila karena usia/pensiun pada tahun ini. Dari kalangan dosen sebanyak 10 orang dan dari kalangan tenaga administrasi sebanyak 14 orang (Tabel 24, Lampiran).

Kepada mereka saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi, kerja keras, kebersamaan, dan ketulusannya dalam membangun Unila. Selamat menjalani kehidupan pensiun dari pegawai negeri di kegiatan lain. Marilah kita tetap pelihara silaturahmi dengan Unila sampai kapanpun.

 

Gubernur dan hadirin yang berbahagia,

Demikian laporan perjalanan tahun keempat periode kerektoran saya dan berarti akhir masa jabatan periode pertama kepemimpinan saya, dengan harapan hasil kerja dengan segenap prestasi dan permasalahan yang dihadapi ini dapat dipahami dan dinilai secara proporsional. Kepada semua pihak yang telah membantu membesarkan Unila, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya. Kami berharap, pada periode ke depan seluruh kerja sama itu dapat terus

dijalankan secara lebih baik dan maksimal. Dengan usianya yang semakin dewasa dan matang, pada

periode ke depan, Insya Allah Unila siap mengayunkan langkah di era global dan era teknologi komunikasi/informasi dengan tetap menggalang kerja sama bersama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat secara luas dan optimal. Sebagai tradisi ilmiah, pada forum dies natalis hari ini juga akan disampaikan Pidato Ilmiah oleh Dr. R. Gunawan Sudarmanto, S.Pd., S.E., M.M. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan judul “Pengembangan Kewirausahaan dan Daya Saing Bangsa Melalui Pendidikan Karakter”.

 

Gubernur dan hadirin yang berbahagia,

Di samping upacara/puncak pada hari ini, selama pekan Dies Natalis Unila ke-46, juga digelar berbagai kegiatan dan acara, baik yang bersifat akademik, sosial, hiburan, maupun silaturrahmi/kekeluargaan. Akhirnya, atas terselenggaranya seluruh kegiatan dan acara Dies Natalis Unila ke-46 ini, saya atas nama Rektor Unila mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika Unila serta kepanitiaan di bawah komando pembantu Rektor I Unila atas kerja keras dan usaha yang telah dilakukan sehingga pekan dies natalis ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

Kepada Bapak Drs. Hi. Sjachroedin Z.P., S.H. Gubernur Provinsi Lampung, kami mohon berkenan Bapak untuk dapat memberikan sambutan. Terima kasih, atas segala perhatian dari para hadirin. Mohon maaf atas segala kekurangan yang ada. Dirgahayu Ke-46 Universitas Lampung. Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing kita untuk mampu membangun Unila menjadi lebih baik dan lebih bermartabat di masa depan.

Wallohul Mufaffiq ila Aqwamith Tharieq

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Bandar Lampung, 23 September 2011

Rektor,

 

 

Prof. Dr. Ir. H. Sugeng P. Harianto, M.S.

NIP 195809231982111001