Pemuda Diharapkan Jadi Juru Damai di Masyarakat

(Unila): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan FISIP Universitas Lampung (Unila) menggelar bimbingan teknis penguatan diplomasi budaya damai dalam rangka gerakan nasional pembangunan karakter bangsa di Hotel Emersia, Bandarlampung, Rabu (10/5/2017). Bimtek selama empat hari ini diikuti 100 pemuda dari 15 kabupaten/kota Provinsi Lampung.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramli mengatakan, bimtek diplomasi budaya damai bertujuan untuk membangun karakter bangsa melalui kebudayaan guna menyikapi berbagai perubahan yang terjadi, termasuk menyikapi nilai-nilai baru dampak dari globalisasi yang merasuki gaya hidup generasi muda.

Menurut dia, nilai-nilai kebudayaan dan wawasan yang diberikan kepada peserta menjadikan mereka sebagai duta damai yang memiliki ilmu resolusi konflik. Diharapkan, tumbuh kelompok-kelompok yang dapat menghadirkan juru damai di lingkungan tempat para peserta berasal.

“Negeri ini rentan dengan konflik walaupun nenek mopyang kita telah menurunkan budaya ramah, santun, dan pemaaf. Diharapkan, mahasiswa bimtek menjadi juru damai bagi masyarakat,” kata dia.

Rektor Unila Hasriadi Mat Akin mengatakan, budaya dan karakter saat ini merupakan masalah besar di Indonesia. Untuk itu, Presiden Joko Widodo melakukan revolusi mental di segala bidang sehingga dapat mengembalikan budaya timur menjadi budaya generasi muda. “Peserta menjadi duta-duta damai di tengah masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri tenaga ahli gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan SDM Harun Al RAsyid.[LampungPost_Inay/Humas]