Kuliah Umum: Pengelolaan Sumberdaya Akuatik untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

(Unila): Untuk membangun kesadaran peran perguruan tinggi dalam meningkatkan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Jumat (30/10), Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung menggelar kuliah umum bertajuk Pengelolaan Sumberdaya Akuatik untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.

Kuliah umum tentang kelautan ini dimaksudkan untuk menambah serta pengayaan pengetahuan bagi seluruh peserta. Kegiatan yang dihelat di ruang sidang lantai II gedung Rektorat Universitas Lampung ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang kelautan dan perikanan Indonesia yakni akademisi sekaligus Guru Besar Oseanografi Universitas Diponegoro – Semarang (UNDIP) Prof. Dr. Ir. Sahala Hutabarat, M.Sc.

Dalam pemaparannya Sahala mengatakan, bahwa dengan luas laut Indonesia yang 5,8 juta KM2, dipastikan potensi sumberdaya kelautan Indonesia sangat banyak sekali. Ini tercermin dari posisi Indonesia di pasar global, di mana Indonesia berada di papan atas (2,75 persen atau peringkat 11 dunia) dengan nilai ekspor US$ 2,68 miliar (data 2008).

Dari data tersebut, katanya, dapat terlihat bahwa kinerja perikanan nasional (perikanan budidaya) semakin membaik.

JIka ditinjau dari sisi ketahanan pangan, menurutnya ada tiga aspek yang menjadi indikator ketahanan pangan suatu wilayah. Yaitu sektor ketersediaan pangan, stabilitas ekonomi (harga) pangan, dan akses fisik maupun bagi setiap individu untuk mendapatkan pangan. Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi. “Semoga ke depan kondisi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” kata Prof. Sahala.[*]