|
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanawata’ala, karena dengan rahmat dan barokah-Nya kita bisa bertemu di tempat ini dan masih dalam suasana Hari Raya Idhul Fitri 1430 H. Saya atas nama pimpinan Unila tak lupa mengucapkan minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin, semoga amal dan ibadah kita akan senantiasa memperkuat keimanan dan saling bersilaturahmi serta tak lupa pula menghaturkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu dan Saudara dalam memenuhi undangan kami.
     
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Upacara Dies Natalis ke 44 Universitas Lampung kali ini bertemakan “ Tingkatkan Prestasi Unila menjadi Perguruan Tinggi Sepuluh Terbaik di Indonesia “. Pidato Rektor hari ini merupakan laporan kedua saya pada periode kerektoratan 2007-2011. Saya memimpin Unila sebagai Rektor yang ke tujuh ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 105/M/2007 tanggal 23 Oktober 2007, berarti sudah hampir dua tahun saya telah dipercaya untuk memimpin Universitas Lampung.
Bahagia rasanya kita semua, sebab Universitas Lampung sampai saat ini telah berusia 44 tahun, sebuah usia yang cukup dewasa dan mapan sebagai modal meraih harapan yang lebih baik. Sebagai langkah awal memimpin Unila, saya melakukan penyusunan dan pemantapan kembali program kerja Unila yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Universitas Lampung 2005 – 2025, dengan menetapkan Visi Unila 2025 yaitu “Menjadi sepuluh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.” Sampai tahun 2025 telah ditetapkan empat tahapan pembangunan, yaitu: Pertama, Periode 2005–2009 sebagai penguatan kelembagaan dan modernisasi (Capacity Building and Modernization); Kedua, Periode 2010–2014 penguatan pelayanan (Strengthening Capacity of Services); Ketiga, Periode 2015–2019 membangun daya saing nasional dan regional (Developing National and Regional Competitiveness); dan Keempat, Periode 2020–2024, membangun daya saing regional dan internasional (Developing Regional and International Competitiveness).

Sebagai pemimpin Unila pada periode 2007-2011 saya menyusun Renstra dengan fokus pada penguatan kelembagaan dan modernisasi. Konsep pegembangan unila pada periode ini juga mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Departemen Pendidikan Nasional 2005 – 2009, serta paradigma pengembangan dan pengelolaan pendidikan tinggi yang telah dituangkan dalam Tiga Pilar Program Pendidikan Nasional, yaitu: (1) Pemerataan dan Perluasan Akses, (2) Peningkatan Mutu Relevansi dan Daya Saing, dan (3) Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan Publik.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Sebagaimana telah dicanangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Departemen Pendidikan Nasional RI dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, pada tahun 2009 beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia termasuk Unila, akan menjadi perguruan tinggi yang otonom atau menjadi Badan Hukum Pendidikan (BHP). Unila menyambut baik rencana tersebut, dan Unila menuangkan Program BHP ke dalam Renstra Unila 2007 – 2011. Dengan adanya Undang-undang Nomor 9 tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan, mau tidak mau, suka tidak suka, maka perguruan tinggi negeri di Indonesia harus mempersiapkan diri menuju ke pengelolaan BHP.
Sebagai upaya menuju BHP, pada tahun ini Universitas Lampung telah melakukan operasionalisasi perguruan tinggi mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan Nomor 129/KMK.05/2009 tentang Unila pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Pada kesempatan ini saya laporkan secara rinci kegiatan-kegiatan Unila selama kurun waktu 2 tahun terakhir sejak saya dilantik pada tanggal 19 Nopember 2007. Sistematika pelaporan kegiatan disusun berdasarkan Tiga Pilar pembangunan program/kegiatan yang telah dicanangkan dalam Renstra Unila 2007 – 2011.
1. Pilar Pemerataan dan Perluasan Akses
a. Pemberian bantuan pembiayaan untuk kelompok masyarakat yang miskin tetapi potensial untuk belajar di Unila.
b. Membangun kemitraan antara Unila dan pemangku kepentingan nasional dan internasional.
c. Pengembangan pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI).
2. Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing
a. Peningkatan pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi.
b. Penerapan otonomi keilmuan untuk mendorong fakultas melaksanakan tugasnya sebagai pengembang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks), serta meningkatkan kualitas/kuantítas dan diverifikasi bidang penelitian.
c. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran efektif dalam kelompok mata kuliah: iman dan takwa serta ahlak mulia, Ipteks, estetika serta kepribadian. Pemberdayaan masyarakat (community development) berbasis keunggulan dan kearifan lokal dengan penyediaan tenaga terampil untuk industri lokal, nasional dan global serta pengembangan kewirausahaan.
3. Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Pencitraan Publik
a. Mempersiapkan dan mengembangkan Universitas Lampung sebagai perguruan tinggi yang otonom
b. Mengembangkan satuan pengendalian internal untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparasi
c. Membangun pencitraan yang positif (brand image) Universitas Lampung untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.
d. Peningkatan kapasitas pengelolaan yang ditunjang dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Indikator Pencapaian Misi Unila 2007-2011
Sebagai strategi utama pembangunan Unila, pada periode 2007-2011, peningkatan kapasitas dan modernisasi ditujukan untuk pengembangan atau penyediaan berbagai sarana dan prasarana, perubahan berbagai kebijakan inovatif yang menunjang sistem dan proses pembelajaran, pengembangan SDM tenaga akademik, penguatan manajemen internal dan tata kelola, peningkatan kapasitas dan modernisasi sistem teknologi informasi, dan pengembangan suasana dan budaya akademik.
Langkah- langkah peningkatan kapasitas diarahkan untuk menunjang kepemimpinan yang handal dalam rangka peningkatan akreditasi Unila, dan membangun pencitraan Unila melalui peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran, proses dan hasil penelitian, serta peningkatan produktivitas dan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Pada tahapan 2007 – 2011 Unila mempunyai visi menjadi “Perguruan Tinggi Dua Puluh Lima Terbaik di Indonesia”. Untuk mencapai visi tersebut dalam empat tahun mendatang, Unila telah menetapkan misi sebagai berikut :
Misi 1: Mewujudkan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas
Hadirin yang berbahagia, Alhamdulillah pada tahun ini Unila memperoleh apresiasi dan penghargaan diantaranya:
- Unila dalam hal ini diwakili oleh Dr. Eng. Admi Syarif terpilih menjadi peneliti terbaik Indonesia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunukasi dan memperoleh Anugerah Insentif RISTEK dari Kementerian Negara Riset dan teknologi.
- Unila menempati posisi pertama di Sumatera dari hasil perangkingan universitas di Indonesia berbasis Webometrics pada bulan juli 2009 dari Webometrics ranking of world University yang diselenggarakan oleh cybermatics Spanyol (dilengkapi saja).
- Unila menjadi Juara Terbaik I dalam katagori Stand Pameran Perguruan Tinggi, BUMN dan Swasta selama dua tahun berturut- turut (2008-2009) pada Pameran Pembangunan dalam rangka HUT RI ke 64 dan 65 di Way Halim Bandar Lampung.
(1) Meningkatnya kualitas lulusan
Seluruh program/kegiatan perguruan tinggi harus bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi tersebut dilakukan mulai dari faktor input, proses sampai dengan ouput. Berikut adalah faktor-faktor utama yang menjadi perhatian khusus di Unila, sebagai upaya peningkatan lulusan.
a). Program studi
Pengembangan program studi (PS) merupakan hal yang tidak terpisahkan dari sistem pengembangan bidang akademik. Pembukaan atau penutupan suatu program studi di Unila harus didasarkan kepada kebutuhan masyarakat, tata pemerintahan, dunia usaha, dan bahkan kebutuhan global. Pada tahun akademik 2008/2009, Unila memfokuskan diri untuk pembukaan program studi Pascasarjana. Pada tahun ini, telah diperoleh surat izin operasional beberapa program studi pascasarjana baru, yaitu: Magister Ilmu Lingkungan, Magister Manajemen Pendidikan, Magister Pendidikan IPS. Saat ini Unila juga sedang memproses PS Magister Ekonomi Pembangunan, PS Magister Akuntansi, Magister Pendidikan IPA, PS Magister Bahasa Indonesia, PS Magister Bahasa Inggris, PS Magister Pendidikan PGSD, dan PS Magister Pendidikan Matematika, serta Program Doktor Teknologi Pendidikan, Program Doktor Pendidikan MIPA, dan Program Doktor Ilmu-ilmu Pertanian (Agroekoteknologi dan Agribisnis).
Evaluasi dan penataan terhadap program studi yang sudah ada terus dilakukan melalui pemenuhan standar kebutuhan fasilitas dan sumberdaya pendidikan lainnya, termasuk kurikulum yang terus disempurnakan dalam rangka peningkatan relevansi pendidikan tinggi. Perkembangan jumlah program studi di Unila saat ini (Diploma, S1, S2, dan S3) tertera pada (Tabel 1, Lampiran).
b). Mahasiswa
Calon mahasiswa sebagai input, yang merupakan peminat masuk Unila jumlahnya terus meningkat, sehingga dengan daya tampung yang dibatasi, maka persaingan di antara para peminat semakin ketat. Calon mahasiswa Unila diseleksi melalui 4 (empat) jalur, yaitu: (a) Seleksi Non Tulis PKAB (Pemanduan Kemampuan Akademik dan Bakat), (b) Seleksi Nasioal Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), (c) Seleksi Tulis Lokal/Non SPMB termasuk ujian mandiri, dan (d) Penjariangan bibit Unggul Daerah (PBUD).
Program PBUD merupakan program yang baru dilakukan Unila pada tahun ini untuk penerimaan mahasiswa baru. Pada program ini Unila bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menjaring calon-calon mahasiswa baru langsung dari Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung. Pemerintah Kabupaten/Kota dapat melakukan seleksi langsung terhadap calon mahasiswa yang merupakan lulusan dari SMA/SMK yang ada di wilayahnya. Dengan demikian diharapkan nantinya, setelah lulus, yang bersangkutan dapat mengabdi pada daerah Kabupaten/Kota asalnya. Tahun ini Unila menerima 88 orang melalui jalur PBUD. Diharapkan secara bertahap, Unila dapat meningkatkan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur PBUD ini menjadi 10 persen dari daya tampung Unila.
Berdasarkan Laporan dari Panitia SNMPTN Pusat (Seleksi Nasional), skor SNMPTN calon mahasiswa yang diterima Unila cukup tinggi, meskipun pada tingkat nasional, Unila masih berada di papan tengah. Skor SNMPTN calon mahasiswa tahun 2009 untuk kelompok IPS terjadi peningkatan peringkat dari peringkat kedua pada tahun yang lalu menjadi peringkat pertama se Sumatera, dengan skor tertinggi mencapai 95,80. Untuk kelompok IPA, Unila menempati urutan ketiga setelah Universitas Sumatera Utara dan Universitas Andalas dengan skor tertinggi 93,75. Peminat masuk Unila pada tahun 2009 meningkat cukup tinggi. Total calon mahasiswa yang memilih Unila pada SNMPTN tahun ini adalah 32.354 orang . Jumlah mahasiswa yang lolos seleksi sebanyak 1.966 orang (Tingkat keketatan 1:17). Dengan bertambahnya mahasiswa baru sebanyak 4.258 orang pada tahun 2009 dan dikurangi jumlah mahasiswa yang lulus selama periode Desember 2008 – September 2009; maka populasi mahasiswa Unila pada awal tahun akademik 2009/2010 mencapai 25.944 orang (Tabel 3, Lampiran).
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
c). Dosen
Salah satu faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan dari Perguruan Tinggi adalah faktor kuantitas dan kualitas dosen. Pada tahun akademik 2009/2010 jumlah dosen tetap Unila sebanyak 1.173 orang (Tabel 4, Lampiran). Dengan kondisi ini, maka rasio dosen terhadap mahasiswa Unila rata-rata adalah 1:22. Angka ini sudah mendekati kondisi ideal (1:20) Untuk terus mencapai kondisi ideal, setiap tahun Unila terus menambah jumlah dosen di berbagai bidang studi. Di samping itu, Unila secara berkelanjutan memprogramkan peningkatan kualitas dosen, melalui program pendidikan lanjut baik di dalam maupun di luar negeri. Program pendidikan degree menekankan pada peningkatan penguasaan dan kedalaman di bidang ilmu masing-masing, dengan menugasbelajarkan para dosen ke jenjang S2 dan S3. Pembiayaan program pendidikan degree ini diperoleh dari berbagai sumber. Pada saat ini, dosen Unila yang masih melaksanakan tugas belajar di dalam dan luar negeri sebanyak 213 orang, sedangkan dosen Unila yang telah menyelesaikan studi lanjutnya selama 1 tahun ini sebanyak 41 orang (Tabel 5, Lampiran).
Pada tahun 2009 ini telah disalurkan dana beasiswa sekolah luar negeri yang berasal dari dana APBN melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bagi 28 orang dosen unila (yakni 26 orang dosen mengikuti S3 dan 2 orang S2 ke luar negeri).
Saat ini, dosen Unila yang sudah berkualifikasi S2 dan S3 sudah melebihi rata-rata nasional, yaitu mencapai 72,55% (Tabel 6, Lampiran). Unila terus memacu peningkatan jumlah guru besar melalui program professorship. Pada tahun 2009 dengan program Profesorship, Unila telah menambah 10 orang guru besar baru yaitu: (Tabel 7, Lampiran). Dengan demikian, Unila telah memiliki 32 orang guru besar dan sedang mengusulkan 12 orang guru besar .
Dengan telah disahkannya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 dan beberapa peraturan perundangan yang terkait tentang guru dan dosen, para dosen dituntut untuk lebih profesional. Sejak tahun Akademik 2008/2009 Unila telah melaksanakan proses sertifikasi untuk profesionalitas dosen. Pada tahun ini, Unila akan menambah 141 orang dosen bersertifikasi. Dengan demikian, jumlah dosen bersertifikasi di Unila akan berjumlah 249 orang.
d). Prasarana dan Sarana
Pelaksanaan proses pendidikan yang berkualitas, harus didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan didasari pemikiran tersebut, Unila terus berupaya menambah, melengkapi, dan memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan tersebut secara berkelanjutan dengan mengupayakan pembiayaannya dari berbagai sumber, antara lain: APBN, APBD, block grant, dan dana dari masyarakat yang dihimpun oleh Unila sendiri atau yang dikenal dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ketersediaan peralatan bantu pembelajaran di Unila saat ini tertera pada Tabel 9 (Lampiran).
Jelas terlihat bahwa jumlah peralatan tersebut terus meningkat meskipun masih belum memadai. Untuk mengatasi masalah tersebut, Unila menggunakan strategi resource sharing,. Kondisi ruang laboratorium , ruang perpustakaan, dan sebagainya, serta rasionya terhadap dosen dan tenaga administrasi tertera pada (Tabel 9 Lampiran). Dengan mekanisme demikian, fasilitas fisik pendidikan di Unila saat ini masih dapat dikatakan memadai.
Peralatan laboratorium/bengkel/studio, terutama untuk jurusan eksakta, harus diakui kondisinya saat ini masih belum memadai; meskipun upaya penambahannya terus dilakukan dengan dukungan pendanaan dari berbagai sumber anggaran yang tersedia. Tahun ini Unila telah melakukan penyusunan masterplan, Amdal dan studi kelayakan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan. Diharapkan pada tahun 2010, pelaksanaan pembangunan sudah dapat dimulai. Alhamdulilah, Unila termasuk salah satu dari 10 (sepuluh) PTN yang mendapat kepercayaan untuk merintis pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP).
e). Kualitas Lulusan . Disadari bahwa di era kompetitif ini, pasar kerja global memerlukan lulusan perguruan tinggi yang mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab berdasarkan kompetensi, kreativitas dan inisiatifnya. Kompetensi lulusan biasanya diukur dengan pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan. Pada tahun akademik 2009/2010 ini IPK rata-rata lulusan Sarjana Unila telah mencapai 3,12±0,28 yang telah melampaui target sasaran IPK dalam Renstra Unila 2007–2011, yaitu 3,00 (Tabel 12, Lampiran).
f). Kuantitas dan Produktivitas Lulusan
Setiap tahun Unila menghasilkan lulusan di berbagai jenis dan jenjang studi yang jumlahnya terus meningkat. Pada tahun ini jumlah lulusan sampai dengan September 2009 mencapai 4.268 orang. Produktivitas lulusan rata-rata sampai dengan September 2009 mencapai 16%, meningkat dari tahun lalu yang hanya 15,14% (Tabel 11, Lampiran). Pada tahun ini, dari data lama studi mahasiswa Unila, tampak terjadi penurunan lama studi dari 5,23 tahun pada tahun 2008 menjadi 5,01 tahun pada tahun 2009. (Tabel 13, Lampiran).
Secara terus menerus masih diperlukan upaya yang serius untuk mengurangi lama studi mahasiswa Unila menuju target yang ingin dicapai pada Renstra 2007-2001 yaitu 4,5 tahun. Salah satu upaya untuk itu adalah melalui peningkatan peran dosen pembimbing dan penyediaan fasilitas pembelajaran untuk menyelesaikan tugas akhir termasuk fasilitas TI yang dapat mengakselerasi lulusan Unila, dan memacu mahasiswa untuk menyelesaikan studinya tepat waktu.
Faktor lain yang menunjukan kualitas lulusan adalah kreativitas dan inisiatif. Untuk lebih meningkatkan kreativitas dan insiatif, Unila membekali para calon lulusannya untuk belajar memperoleh pengalaman beyond skills and expertisenya. Ini dilakukan dengan memberikan pembekalan soft skill, berupa pengetahuan yang dapat mematangkan mereka (kreasi, inovasi, dan emosi) untuk bekal berinteraksi dengan masyarakat luas nantinya. Upaya pengayaan soft skill mahasiswa di lingkungan Unila yang telah diimplementasikan saat ini adalah ketrampilan Komputer, Bahasa Inggris, dan Kewirausahaan, yang ketiganya menjadi mata kuliah wajib universitas.
g). Daya Saing Lulusan
Indikator yang dipakai untuk mengukur daya saing lulusan adalah kecepatan penyerapan lulusan oleh dunia kerja atau lamanya waktu menunggu untuk memperoleh pekerjaan pertama. Meskipun saat ini belum dilakukan studi penelusuran (tracer study) yang lengkap/komprehensif terhadap daya saing lulusan, Unila menyiapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Alumni (http://alumni.unila.ac.id) sehingga alumni Unila dapat berinteraksi dan memberikan informasi kepada Unila. Dari data yang diperoleh waktu tunggu rata-rata lulusan Unila untuk memperoleh pekerjaan formal pertama terjadi peningkatan yang signifikan adalah sebagai berikut: (a) 26% memperoleh pekerjaan <6 bulan; (b) 23% selama 6–12 bulan; dan 51% memperoleh pekerjaan selama > 1 tahun (Tabel 14, Lampiran).
(2) Meningkatnya produktivitas dan kualitas penelitian
Salah satu mandat Tri Dharma perguruan tinggi adalah penelitian dalam rangka menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks). Selain harus unggul di bidang pendidikan dan pengajaran, sesuai dengan Visi Unila, penelitian/riset di Unila dijadikan driving force untuk mengangkat kualitas dan kredibilitas Unila. Oleh karena itu upaya peningkatan kualitas penelitian di Unila dilaksanakan dengan serius dan secara berkelanjutan. Cukup membanggakan bahwa pada tahun 2009 ini Lembaga Penelitian Unila telah mendapatkan lebih dari 15 Milyar rupiah dari berbagai sumber. Hal ini menunjukan bahwa dosen-dosen Unila telah dianggap mampu melaksanakan penelitian yang berkualitas.
Mengingat masih ketatnya persaingan untuk memperoleh hibah penelitian, Unila juga masih menyiapkan dana penelitian dari PNBP Unila sendiri. (Tabel 21, Lampiran) Tolok ukur kualitas penelitian perguruan tinggi adalah banyaknya publikasi hasil penelitian di jurnal terakreditasi, baik nasional maupun internasional, serta banyaknya produk penelitian yang memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dalam kaitan ini, terlihat jumlah dosen yang mempublikasikan karya penelitian pada jurnal terakreditasi (dalam dan luar negeri) meningkat. Pada tahun 2009, jumlah publikasi di jurnal regional dan nasional 388 judul serta 22 judul pada jurnal internasional (Tabel 19, Lampiran.)
Upaya lain terus dilakukan Unila adalah mengejar perolehan HAKI dari produk penelitian. Dalam tahun ini kita telah mengadakan lokakarya HAKI bagi dosen-dosen Unila dan telah mendaftarkan 5 judul penelitian untuk memperoleh paten.
(3) Meningkatnya produktivitas dan kualitas pengabdian kepada masyarakat
Kegiatan pengabdian Unila umumnya dilakukan bekerjasama dengan pihak lain, khususnya dengan pemerintah daerah (propinsi dan kabupaten/kota). Pada tahun 2009, Unila melakukan 116 kegiatan pengabdian kepada masyarakat. (Tabel 20, Lampiran).
(4) Berfungsinya Prosedur Operasi Standar (POS) tentang proses pembelajaran, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat.
Standarisasi prosedur adalah sangat penting, maka pengembangan POS di lingkungan Unila telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2005. Tujuan dari pengembangan POS adalah untuk meningkatkan mutu sistem manajemen yang berkaitan dengan relevansi pendidikan tinggi dan peningkatan pencitraan publik Unila. Saat ini Unila telah mengembangkan lebih dari 90 POS diantaranya: POS Bidang Akademik terdiri dari POS Kegiatan Pengajaran, POS kegiatan Penelitian, dan POS Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat; POS Kegiatan Kemahasiswaan; POS Bidang Pengelolaan Keuangan; POS Bidang Pengelolaan SDM; POS Bidang Sarana dan Prasarana. Pada Tahun 2010, Unila merencanakan untuk memulai tahap implementasi terhadap POS yang telah dikembangkan untuk memperoleh akreditasi ISO9001:2008.
(5) Terlaksananya sistem pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan institusi.
a) Suasana Akademik yang Kondusif dan Dinamis
Suasana akademik yang kondusif dan dinamis merupakan faktor penting untuk tercapainya proses pembelajaran yang bermutu. Oleh karena itu, Unila terus melakukan pengembangan suasana akademik, khususnya di tataran jurusan/program studi. Jurusan distimulasi untuk terus melakukan pertemuan, diskusi, seminar dan lain-lain secara terprogram dan berkelanjutan.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
b) Proses Pembelajaran
Untuk mencapai pembelajaran bermutu, Unila telah menetapkan standar mutu yang ditetapkan berdasarkan ketentuan Peraturan Akademik Unila. Standar mutu tersebut mencakup persiapan dosen, kehadiran dosen dan mahasiswa, pemberian tugas-tugas (tambahan/mandiri), evaluasi hasil pembelajaran, dan penyelesaian tugas akhir. Telah tersedia mekanisme evaluasi/penilaian secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan program ini. Selanjutnya, pelaksanaan pembelajaran dikendalikan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Pada tahun ini, Unila juga memperoleh hibah kompetisi institusi yang didalamnya termasuk pengembangan proses pembelajaran. Unila juga secara terus menerus pengembangan sistem pembelajaran berbasis TI secara terus menerus (e-learning, pemanfaatan web blog dan pembelajaran jarak jauh). Hingga saat ini, sudah terdapat 300 web blog dosen dan diharapkan semua dosen Unila memiliki web blog untuk proses pembelajaran.
c) Penjaminan Mutu
Unila secara konsisten berupaya meningkatkan mutunya. Pembentukan Kantor Penjaminan Mutu Universitas (KPMU) di Unila dilakukan sejak April 2005. Keberadaan KPMU ini bertujuan untuk menjaga kualitas pendidikan di Unila sebagai bagian dari pendidikan tinggi nasional. Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI (Permendiknas) No 63/2008 status KPMU ditingkatkan menjadi UPT Pusat Penjamin Mutu Universitas (PPMU).
Sejak tahun 2007, salah satu kegiatan yang penting dilakukan oleh KPMU adalah melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) kinerja jurusan/bagian yang bertujuan untuk mencatat kegiatan yang telah dilaksanakan dan kemajuan yang telah dicapai, mengidentifikasi masalah yang timbul, serta menyampaikan temuan dan saran kepada pimpinan universitas.
d) Meningkatnya partisipasi dan prestasi mahasiswa dalam bidang penalaran
Pada tahun akademik 2008/2009, mahasiswa Unila mengikuti beberapa kegiatan penalaran. Prestasi yang diperoleh adalah Juara III Olimpade Sains Tingkat Nasional di Universitas Indonesia yang diperoleh Nurmansyah (NPM 0417041054) dari F. MIPA dan sebagai Finalis PIMNAS 2009 di Universitas Brawijaya Malang.
(6) Meningkatnya jumlah mitra dan kegiatan kerjasama dengan lembaga eksternal
Di era global yang kompetitif, Unila secara proaktif dan berkelanjutan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dengan tujuan meningkatkan kinerja Unila dan berkontribusi langsung pada peningkatan daya saing bangsa. Kerjasama kelembagaan Unila dengan pihak lain sejalan dengan prinsip kesetaraan dan sinergetik (Tabel 25 Lampiran).
(7) Meningkatnya jumlah lembaga donor
Partisipasi Pemerintah Propinsi Lampung dan Kabupaten/Kota se Propinsi Lampung juga masih merupakan pendonor yang penting, khususnya bagi pengembangan Fakultas Kedokteran Unila. Pemerintah Propinsi Lampung juga memberikan bantuan dana bagi penyelesaian studi lanjut S2/S3 bagi beberapa orang dosen Unila dan bantuan seminar ke luar negeri bagi dosen Unila.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Misi 2. Mewujudkan budaya akademik yang kondusif, dinamis, dan bermoral, dengan indikator:
(1) Meningkatnya pelaksanaan PBM dengan metoda Student Center Learning (SCL) dan Problem Based Learning (PBL)
Untuk terus mengupayakan pemanfaatan Student Center Learning (SCL), Unila terus mengembangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan dan UPT Pusat Komputer. UPT Perpustakaan menyediakan sarana buku teks, jurnal ilmiah, majalah, dan tahun 2009 telah dikembangkan digital library dan jurnal ilimah online. UPT Pusat Komputer (Puskom) Unila yang memiliki sub divisi Unilanet, Student Computer Service Center, SCSC, (Pusat Pelayanan Komputer Mahasiswa), Manajemen Information System and Training Center (MIS-TC), dan Special Software Center (SSC), merupakan pusat pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI). Keberadan dua UPT ini merupakan prasarana yang penting dalam PBM dengan metode SCL. Kapasitas bandwidth internet yang ada sudah ditingkatkan dari 10 Mega bit per second (MBps) menjadi 30 MBps dan direncanakan pada tahun 2010 menjadi 50 – 70 MBps untuk mendukung PBM dengan sistem SCL. Peningkatan kapasitas bandwidth tersebut selaras dengan peningkatan jumlah mahasiswa Unila karena Dirjen Dikti Depdiknas mensyaratkan minimal 1 KBps per mahasiswa.
(2) Meningkatnya kinerja melalui pemberian penghargaan dan penerapan sanksi
Dalam pengembangan karir staf dan dosen, sesuai dengan paradigma baru pengelolaan pendidikan tinggi, Unila telah lama menerapkan pengembangan karir ketenagaan berbasis sistem merit, dimana setiap dosen dan tenaga administrasi yang berkemampuan tinggi diberi kesempatan meningkatkan karir, tidak dikendala oleh pertimbangan umur, etnik, nepotisme, dan sebagainya; tetapi lebih didasarkan pada kesesuian dengan standar kebutuhan yang ditetapkan. Sistem merit yang diberlakukan juga diharapkan mendorong tumbuhnya budaya kompetisi yang sehat di antara unit kerja dan di antara personel untuk meningkatkan kinerja. Dalam memberlakukan sistem merit ini Unila secara konsekuen juga memberikan reward kepada mereka yang kinerjanya baik. Pada upacara Dies Natalis ini akan disampaikan penghargaan kepada unit kerja dan personel yang berprestasi selama tahun 2009.
(3) Meningkatnya kegiatan yang mendukung budaya akademik
Secara konsisten, Unila terus melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung budaya akademik. Kegiatan-kegiatan yang mendukung budaya akademik antara lain adalah seminar, diseminasi hasil penelitian dan pengabdian, dan pidato ilmiah pengukuhan guru besar. Bahkan pada tahun ini unila sudah beberapa kali melakukan kegiatan seminar Internasional bekerjasama dengan Yokohama National University yang juga dilakukan melalui teleconference. Berbagai seminar nasional juga dilakukan diantaranya:, Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SATEK) dan Seminar Nasional Pendidikan.
(4) Terjalinnya kerjasama dengan pihak eksternal yang mendukung budaya akademik
Kerjasama dengan instansi pemerintah baik pusat dan daerah, lembaga penelitian baik dalam dan luar negeri, lembaga swadaya masyarakat dan badan usaha/swasta dalam kegiatan pendidikan, penelitian dan seminar pada tahun 2009 ini telah cukup banyak dilakukan. Kerjasama ini dilakukan untuk mendukung budaya akademik pada kegiatan Tridharma Perguruan, yaitu kerjasama dalam hal pendidikan/pengajaran,.
Program Dual Degree untuk mahasiswa Unila. Program ini adalah salah satu bentuk kerjasama Unila dengan University of Kentucky (UKy). Adanya program Dual Degree tersebut dapat memungkinkan mahasiswa Unila mendapat gelar S1 dari Unila dan Bachelor Degree dari UKy. Saat ini sudah dilakukan proses penyetaraan kurikulum. Kerjasama dengan Yokohama National University, pada bulan Oktober 2009 akan mulai dilakukan student exchange dengan 1 (satu) orang mahasiswa program master yang akan tinggal dan belajar di Unila dan Unila juga akan mengirim 1 (satu) orang mahasiswa program master untuk belajar dan melakukan riset di YNU selama 6 (enam) bulan.
Untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing bagi dosen dan mahasiswa, pada tahun akademik 2009/2010 Unila mendapatkan dua native speaker dari Arizona University, Amerika Serikat (Adam Quinn Leskis) untuk pembelajaran Bahasa Inggris dan Universite de Nantes, Prancis (Yolande Tran) untuk pembelajaran Bahasa Perancis. Mereka bertugas di Unila masing- masing 1 tahun. Dosen dan mahasiswa Unila diharapkan memanfaatkan kesempatan ini mengingat untuk yang memperoleh native speaker, Unila harus bersaing dengan 80 perguruan tinggi di Indonesia dan Unila termasuk 11 perguruan tinggi yang memperoleh native speaker dari kedutaan besar Amerika.

Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Misi 3. Mewujudkan tata kelola yang baik (good university governance), dengan indikator:
(1). Meningkatnya kesejahteraan tenaga akademik dan kependidikan.
Peningkatan kesejahteraan tenaga akademik dan kependidikan merupakan hal yang penting. Peran dosen sebagai tenaga akademik dan peran tenaga kependidikan seperti laboran, teknisi dan pustakawan sangat menentukan kualitas pembelajaran dan lulusan Unila.
Pemerintah menghargai peran dosen sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransfer, mengembangkan dan menyebarluaskan ipteks melalui Tridharma Perguruan Tinggi.
Unila sedang melakukan proses usulan ke Depdiknas dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para tenaga kependidikan, khususnya laboran dan teknisi. Peningkatan kesejahteraan bagi para teknisi dan laboran ini berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sedangkan bagi tenaga pustakawan, tunjangan fungsionalnya dibayar oleh APBN.
(2) Terakreditasinya institusi dengan nilai yang tinggi
Akreditasi program studi saat ini telah menjadi ukuran kualitas dan bahkan kredibilitas perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Program-program studi di lingkungan Unila telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tnggi (BAN PT). Hasilnya belum memuaskan, karena sebagian besar program studi terakreditasi B, terdapat 9 (sembilan) PS yang terakreditasi A, antara lain: PS Manajemen, PS Magister Manajemen, PS Akuntasi, PS Ilmu Hukum, PS Pendidikan Sejarah, PS Agronomi, PS Sosial Ekonomi Pertanian, PS Teknik Sipil, dan PS D3 Keuangan, Perbankan, dan Asuransi (Tabel 1, Lampiran). Dengan demikian terjadi peningkatan 3 PS yang memperoleh akreditasi A dibandingkan tahun 2008.
(3) Meningkatnya keterbukaan penyelenggaraan kegiatan kemahasiswaan
Penyelenggaraan kegiatan kemahasiswaan di Unila dibawah koordinasi dan kendali Pembantu Rektor III. Penyelenggaraan kegiatan ini meliputi: (a) pelaksanaan dan pengembangan kegiatan kemahasiswaan dan pelayanan kesejahateraan mahasiswa, (b) pembinaan mahasiswa dalam pengembangan sikap dan orientasi, serta minat dan bakat mahasiswa, dalam kegiatan seni budaya dan olahraga; (d) pembinaan usaha kesejahteraan mahasiswa, serta bimbingan dan penyuluhan bagi mahasiswa; (e) pengembangan daya penalaran mahasiswa yang sudah diprogramkan bersama Pembantu Rektor I; (f) kerjasama dengan semua pihak dalam bidang kemahasiswaan; (g) pembinaan kegiatan kemahasiswaan di bidang pembangunan sosial dan kemasyarakatan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan tanggungjawab yang bersifat akademik; (h) pengelolaan data kegiatan kemahasiswaan.
Kegiatan kemahasiswaan sebagian besar didanai oleh dana PNBP, yang proporsinya adalah 8% dari total dana PNBP Unila. Beberapa event/kegiatan tertentu yang masih di bawah koordinasi Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan (Dirmawa) Ditjen Dikti Depdiknas, maka pendanaan berasal dari DIPA Dirmawa Depdiknas untuk PIMNAS. Pendanaan kegiatan yang diberikan kepada unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) dilaksanakan melalui kontrak-kontrak langsung antara Pembantu Rektor III dengan penanggung jawab kegiatan pada UKM atau HMJ . Pertanggung jawaban keuangan disampaikan oleh Pembantu Rektor III kepada Rektor setiap tahun.
Pada tahun 2009 Universitas Lampung mulai melaksanakan Program Mahasiswa Wirausaha yang merupakan salah satu program yang digulirkan Ditjen Dikti guna menindaklanjuti program yang telah digulirkan sebelumnya, seperti Program kreativitas mahasiswa (PKM ) yang selama ini telah dilaksanakan di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Dari hasil seleksi PMW Universitas Lampung terdapat sebanyak 35 unit usaha dengan 102 orang peserta. Jumlah bantuan modal usaha peserta PMW berjumlah Rp.720.000.000,- (Tujuh Ratus Dua Puluh Juta Rupiah).

(4). Meningkatnya kemanfaatan hasil kerjasama dengan mitra (pihak eksternal)
Kerjasama Unila dengan berbagai pihak bertujuan untuk kemanfaatan dalam peningkatan kinerja Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama Unila dengan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta pada umumnya adalah untuk perbantuan tenaga dosen Unila kepada PTN/PTS mitra. Kerjasama ini juga tentunya sebagai upaya pemenuhan tenaga pengajar dan administrasi bagi kedua belah pihak termasuk juga dosen PTN mitra yang mengajar di Unila dalam progam detasering; program ini merupakan salah satu upaya alih ipteks bagi dosen muda Unila, seperti yang selama ini berlangsung pada PS Pendidikan Dokter Unila. Kerjasama Unila dengan PTN/PTS baik di dalam dan luar negeri juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dosen melalui program degree training (studi lanjut) ke strata S2/S3.
Kerjasama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat antara Unila dengan instansi pemerintah, lembaga riset baik dalam dan luar negeri, perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri, LSM, badan usaha/swasta pada umumnya akan meningkatkan kualitas penelitian dosen Unila.
Unila juga melakukan kerja sama dengan JICA dan Pemkab Lampung Timur untuk pengembangan hutan mangrove yang melibatkan masyarakat sekitar. Selain itu Unila juga melakukan kerja sama dengan Yokohama National University (YNU) untuk pengembangan Lampung sebagai sumber energi terbarukan. Secara khusus YNU memberikan hibah alat telekonferensi tercanggih di dunia, hasil riset Yokohama National University-Sony Corporation, untuk mempermudah komunikasi jarak jauh dengan para peneliti di kedua universitas tersebut. Dengan dukungan Pemprov Propinsi Lampung, Unila dan YNU pada bulan Oktober ini pimpinan Unila akan menghadiri Unila’s Day di Yokohama Jepang.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Misi 4. Mewujudkan aksesibillitas dan equitas pendidikan tinggi, dengan indikator:
(1) Terlaksananya diversifikasi pola penerimaan mahasiswa
Pola penerimaan mahasiswa Unila pada tahun 2008 melalui 3 jalur, sedangkan pada tahun 2009 ini bertambah menjadi 4 jalur. Pola seleksi penerimaan mahasiswa baru, bila sebelumnya melalui PKAB (Pola Penelusuran Kemampuan Akademik dan Bakat), SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan UML (Ujian Masuk Lokal), kini bertambah melalui pola PBUD (Penelusuran Bibit Unggul Daerah). Pada tahun mendatang Unila akan tetap melakukan diversifikasi pola penerimaan mahasiswa baru menyesuaikan dengan kebutuhan dan peraturan perundangan yang berlaku. Unila juga akan meningkatkan kualitas proses penerimaan sehingga daya tampung yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sebagai catatan penting bahwa seleksi mahasiswa baru melalui pola penerimaan PBUD dilakukan sepenuhnya oleh pihak pemeritah daerah, Unila kemudian hanya menampungnya. Pola penerimaan melalui PBUD merupakan komitmen bersama untuk memprioritaskan pendidikan bagi sumber daya lokal yang unggul yang kelak bermanfaat bagi pembangunan daerah.
(2) Tersedianya beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu
Beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu tersedia di Unila. Bila dibandingkan dengan tahun 2008, maka pada tahun 2009 ini terdapat peningkatan jumlah beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu namun berprestasi.
Pada tahun 2008 alokasi dana APBN (Ditjen Dikti Depdiknas) untuk bantuan beasiswa mahasiswa Unila sebesar Rp5,5 Milyar bagi 825 mahasiswa atau 3,4% dari populasi mahasiswa Unila. Pada tahun 2009 alokasi dana APBN (Ditjen Dikti Depdiknas) untuk bantuan beasiswa mahasiswa Unila sebesar Rp8.65 Milyar bagi 3.450 mahasiswa atau 8% dari populasi mahasiswa Unila.
Meski bantuan beasiswa dari Ditjen Dikti Depdiknas cenderung meningkat, namun melihat banyaknya mahasiswa yang perlu diberikan beasiswa, maka untuk tahun mendatang masih diperlukan berbagai upaya mencari beasiswa bagi mahasiswa Unila baik dari departemen lain, donatur, ataupun kalangan dunia usaha.
(3) Meningkatnya peran Swasta dan Pemerintah dalam penyediaan beasiswa
Pada tahun 2009 ini jumlah bantuan beasiswa bagi mahasiswa Unila dari dunia usaha/swasta juga meningkat dibandingkan dengan tahun 2008, dengan nilai sebesar Rp434.200.000,00 bagi 248 mahasiswa. Pada tahun 2009 bantuan beasiswa dari berbagai sponsor tersebut tersedia untuk 321 mahasiswa dengan nilai sebesar Rp 600.750.000. Untuk tahun mendatang, Unila berharap kepedulian atau peran swasta dan pemerintah daerah dalam penyediaan beasiswa bagi mahasiswa bisa lebih meningkat lagi (Tabel 16, Lampiran).
Misi 5. Menjadi penggerak perubahan (agent of change) dengan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, dengan indikator:
1) Tumbuhnya integritas keilmuan di kalangan akademisi
Integritas keilmuan di kalangan akademisi tampak dari profesionalitasnya sebagai dosen yang mengemban tugas Tridharma Perguruan Tinggi (mendidik/mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya). Dosen yang mempunyai integritas tinggi maka ia akan menyampaikan materi ajarnya dan membimbing praktikum tugas akhir mahasiswa secara profesional dan tepat waktu. Dosen akan sangat ’rajin’ menyusun proposal dan melaksanakan penelitian yang topiknya up to date dan relevan dengan bidang kajian ilmunya. Dosen mempublikasikan hasil penelitiannya ke jurnal-jurnal terakreditasi di tingkat nasional maupun internasional. Hasil penelitian yang tepat guna dan berdaya guna bisa diaplikasikan kepada masyarakat, sehingga dosen yang integritasnya tinggi memiliki prestasi yang tinggi pula.
Dosen yang memiliki intergritas tinggi berarti dia mampu membangun budaya akademik, terlibat dalam seminar nasional dan internasional, mengadakan diskusi dan bedah buku, menerbitkan buku, dan terlibat dalam berbagai kegiatan ilmiah lainnya.
Pada tahun 2009 ini Unila telah menyelenggarakan kegiatan akademis tingkat internasional, yaitu, Simposium Ferocement Internasional di Bali pada bulan Mei 2009. Saudara Anshori Djausal, dosen jurusan Teknik Sipil FT Unila selaku ketua pelaksana terpilih sebagai Presiden IFS (Internasional Ferrocement Society). Lembaga ini beranggotakan para ahli ferosemen dunia yang berasal dari kampus ternama di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia. Bukan hanya para dosen senior, para dosen yunior Unila pun turut berpartisipasi mempresentasikan dan menyumbangkan naskah hasil riset yang dimuat dalam prosiding simpsosium internasional Ferocement.
Menindak lanjuti kerja sama Unila dengan Univeristy of Kentucky, pada tahun 2009 ini dilakukan pula beberapa kegiatan akademis sebagai berikut:
(1) Workshop ”Manajemen Pendidikan” menghadirkan Prof Dr. Beth Goldstein dari University of Kentucky bersama Prof. Dr. A.G. Bambang Setijadi, M.A. (dosen FKIP Unila) di Unila pada bulan Februari 2009 diikuti dosen FKIP. Kegiatan ini disiarkan juga melalui videoteleconference kepada universitas yang tergabung dalam BKS PTN Barat.
(2) Pelatihan ”Computer Science dan Data Structure” menghadirkan Prof. Dr. Raphael Finkel dari University of Kentucky bersama Dr. Warsono (dosen FMIPA Unila) di Unila pada bulan Februari 2009 diikuti oleh sekitar 50 orang dosen Unila.
(3) Workshop ”Food Science” menghadirkan Prof. Dr. C.I Hicks dari University of Kentucky bersama Dr. Ir. Udin Hasanudin, M.S. dan Dr. Ir. Siti Nurjanah, M.Sc. (keduanya dosen FP Unila) di Unila pada Mei 2009, kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen Unila dan para praktisi bisnis.
(4) Seminar ”Global Trade of Agrifood Comodities” menghadirkan Prof. Dr. Michael Reed dari University of Kentucky bersama Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S. (dosen FP Unila), Pranoto (Ketua AEKI Pusat) di Unila pada bulan Juli 2009, kegiatan ini juga diikuti oleh dosen-dosen Unila dan praktisi pemerintah dan swasta.
(5) Kegiatan pengembangan kurikulum (curriculum development) dan double degree yakni mengirim dosen Unila ke University of Kentucky pada bulan Maret--Juni 2009. Mereka adalah: (a) Dr. Dyah Indriana Kusumastuti, ST, M.Sc; (b) Dr Cipta Ginting; (c) Ir. Titik Nuraeni, M.Sc; (d) Dr. Erwanto; (e) Endro P Wahono, ST, M.Sc; (f) Mahrina Sari, SE, M.Sc; (g) Dr. Ir. Siti Nurjanah; (h) Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S; (i) Dr. Ir. Hanung Ismono M.S; dan (j) Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc.
2) Tumbuhnya pusat-pusat studi baru di lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat.
Sampai saat ini, pusat studi (PS) yang ada pada Lembaga Penelitian (LP) Unila adalah: PS Lingkungan Hidup, PS Budaya Lampung, dan PS Penelitian Pesisir. Sedangkan Pusat Kegiatan (PK) yang ada di Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) adalah PK Pengembangan Wilayah dan PK Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis.
Sejalan dengan dinamika pembangunan berbagai persoalan timbul seperti dari aspek tekonologi, lingkungan, pertanian, hukum, kesehatan, politik, sosial, ekonomi, dan kependidikan. Unila sebagai perguruan tinggi yang memiliki SDM yang berkompeten berpeluang membentuk pusat-pusat studi baru yang terdapat di LP dan LPM, di antaranya: Pusat Studi (PS) Pemberdayaan Perempuan, PS Kebijakan Publik, PS Pembangunan Pertanian, PS Malaria, dan PS Biomass. Tumbuhnya pusat-pusat studi dan kegiatan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan tentu saja tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja sama dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang timbul.
3) Meningkatnya peran pusat-pusat studi dalam pengembangan ilmu dan pembangunan baik regional maupun nasional
Sampai saat ini Pusat Studi Budaya Lampung berperan cukup strategis dalam penelitian budaya Lampung. Budaya Lampung yang cukup beragam jenisnya ini akan menjadi objek penelitian dan pengembangan ipteks yang pada gilirannya juga akan berkontribusi nyata dalam pengembangan ipteks yang juga dapat mendukung pembangunan regional dan nasional.
Pusat Penelitian Pesisir secara intensif melakukan penelitian dan pemberdayaan masyarakat kawasan pesisir termasuk menjaga dan mengelola ekosistem pesisir dan pulau-pulau yang berada di sekitarnya, sehingga akan dapat meningkatkan dan lebih memberdayakan masyarakat di kawasan pesisir tersebut.
Peranan Pusat Kegiatan Pengembangan Wilayah di LPM cukup penting, terutama di era otonomi daerah. Pusat Kegiatan ini berperan penting dalam studi kelayakan pemekaran wilayah kabupaten di Lampung dari berbagai aspek seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Sedangkan Pusat Kegiatan Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis juga cukup penting, mengingat saat ini Unila juga memiliki kurikulum muatan lokal yaitu Kewirausahaan.
4) Meningkatnya kegiatan pusat-pusat studi (PS) dan kegiatan
Pada tahun 2009 ini PS Budaya Lampung melakukan lima kegiatan yakni (1) seminar sehari tentang pelestarian budaya lampung: kearifan lokal untuk kesejahteraan rakyat; (2) membuat film etnografi tentang padi ladang pada etnis Lampung; (3) membuat film etnografi tentang teknik penangkapan ikan secara tradisional di Tulang Bawang; (4) penelitian tentang seruit Pubian; (5) Ketua PS Budaya Lampung Dr. Vivit Bartoven Nurdin mempresentasikan kegiatan pusat studi budaya Lampung di Peking University, Beijing tanggal 13-19 September 2009 disponsori oleh Nippon Foundation.
Pada tahun 2010 PS Budaya Lampung akan melakukan kegiatan (1) seminar tentang tekstil asli Lampung; dan (2) inventarisasi hasil-hasil (produk-produk) budaya Lampung yang bisa dipatenkan.
Pada tahun 2009 PS Pesisir telah berhasil menjalin jejaring kerja (networking) dengan Balai Pengelolaan Hutan Mangrove (BHPM) Wilayah II dan Sub-Sectoral Program on Mangrove—Japan International Cooperation Agency (SSPM—JICA). Kegiatan yang dilakukan adalah Pendidikan Lingkungan Hidup dan Fasilitasi Menara Bird Watching untuk ekowisata. Pendidikan lingkungan hidup dilakukan dengan pembentukan kelembagaan, pelatihan dasar ekosistem mangrove, fasilitasi pendidikan lingkungan hidup, revitalisasi trek di dalam hutan mangrove, pembangunan menara bird watching, studi banding kelompok ke Kampung Pending Bogor, event-event pendidikan lingkungan, class in the field untuk pelajar (SD, SMP, dan SMA), pengembangan link ekowisata Lampung Mangrove Center. Penelitian nasional dan internasional telah dilakukan antara lain dengan Universitas Sriwijaya, University of Brighton United Kingdom, University of Saga Japan, University of Kyoei Japan, dan University of Yokohama Japan.
Pada tahun 2010 PS Pesisir akan melakukan kegiatan kerja sama lanjutan Lampung Mangrove Center dengan melibatkan : (1) JICA berupa pengembangan SDM dan menindaklanjuti kegiatan sebelumnya, (2)HEIFER mengenai peningkatan ekonomi masyarakat, dan (3)pihak swasta mengenai Corporate Social Responsibility (CSR). Pada tahun mendatang, diperlukan adanya kerjasama yang lebih intensif, simetris dan sinergi antara Pusat Studi di LP dan Pusat Kegiatan dan di LPM Unila dengan lembaga pemerintah, lembaga riset, LSM, dan badan usaha/swasta.
5) Meningkatnya peran mahasiswa dalam perubahan sosial
Mahasiswa Unila dalam sejarahnya hingga hari ini senantiasa berupaya terlibat dalam perubahan sosial menuju ke arah tatanan yang lebih baik lagi. Di era reformasi dan demokrasi saat ini, kegiatan kemahasiswaan di Unila terus dikembangkan ke arah yang lebih produktif, kompetitif, dan bermoral dalam wadah lembaga kemahasiswaan Unila, mulai dari tingkat jurusan, fakultas, sampai universitas. Paradigma pengembangan kemahasiswaan Unila adalah “mahasiswa adalah aset penting bangsa, oleh sebab itu kegiatan kemahasiswaan adalah program investasi SDM masa depan.”
Kegiatan kemahasiswaan diarahkan untuk mewujudkan mahasiswa yang cerdas dan kritis, tetapi berbudaya, bermartabat, dan bermoral. Seluruh mahasiswa didorong dan dimotivasi untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dalam wadah lembaga kemahasiswaan tersebut. Dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan di Unila, diharapkan para mahasiswa dapat mematangkan diri dalam kepemimpinan, pergaulan, dan kerjasama tim, serta meningkatkan kedisiplinan, etika, dan kepekaan sosial (soft skill) mereka. Pada tahun 2009 ini terdapat beberapa kegiatan kemahasiswaan yang bertujuan melakukan perubahan sosial seperti KKN Tematik dan Pemantauan Pemilu Partisipatif Mahasiswa pada bulan April 2009.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Misi 6. Meningkatkan kerjasama dengan pemangku kepentingan, dalam dan luar negeri, yang saling memberikan manfaat secara berkelanjutan, dengan indikator:
1) Meningkatnya partisipasi pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi
Stakeholder (pemangku kepentingan) Unila terdiri dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, Swasta, LSM dan masyarakat luas. Partispasi stakeholder Unila terhadap pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi baik secara langsung atau tidak langsung, yang berupa bantuan materi dan finansial maupun berupa saran dan kiat sangat diharapkan oleh Unila.
Partispasi pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi pada umumnya bersifat tidak langsung. Partisipasi pemerintah pusat adalah dalam perencanaan/anggaran hingga terbitnya DIPA Unila, pengisian formasi bagi PNS Unila (dosen dan karyawan), dan peningkatan karir ketenagaan dan kesejahteraan bagi dosen Unila.
Pada tahun 2009 ini jumlah pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi meningkat signifikan dibandingkan tahun 2008. Para pemangku kepentingan yang berpartisipasi ini antara lain Pemerintah Propinsi Lampung dan Pemkab/Pemkot di Lampung, PT Supreme Energy, University of Kentucky, Malaysian Agri Hi-tech, SupAgro Montpellier Perancis, JICA BHPM Jepang, Tokyo Univeristy Agriculture and Technology Jepang dan Yokohama National University (YNU) . Dukungasn lembaga-lembaga tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan pemangku kepentingan di tingkat daerah, nasional dan international terhadap Unila sangat tinggi. Sampai dengan tahun 2009, hasil kerjasama Unila dengan Uky dengan sponsor USAID mencapai Rp2 Milyar.
2) Meningkatnya partisipasi pemangku kepentingan dalam pengembangan institusi
Pembukaan program studi baru seperti yang pernah terjadi pada PS D3 Kesehatan Hewan merupakan partisipasi pemangku kepentingan, yaitu Dinas Kesehatan Propinsi Lampung dalam hal pengembangan institusi di Unila. Adanya PS D3 Kesehatan Hewan ini merupakan cikal bakal terbentuknya Jurusan Peternakan Unila.
Pembukaan PS Pendidikan Dokter Unila yang dimulai pada Tahun 2001 juga merupakan partisipasiDepartemen Kesehatan dan Pemerintah Propinsi Lampung selaku pemangku kepentingan. Pemerintah Propinsi Lampung yang juga didukung oleh Pemkab/Pemkot di Lampung terus berpartisipasi dalam pengembangan PS Pendidikan Dokter.
3) Meningkatnya jumlah pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi lain.
Selama tahun 2009 ini pertukaran mahasiswa Unila dengan mahasiswa asing yang berjalan baru dua negara yaitu dari Kamboja, Safarina Sou dan Pantai Gading yakni Marie- Josiane Toppe, saat ini sudah belajar di Universitas Lampung yang kita cintai. Pada bulan Oktober ini mahasiswa dari Yokohama National University (Jepang) akan belajar tentang energi terbarukan di Unila.
Sebelumnya, pada tahun 2008 Unila juga dipercaya dari Depdiknas RI dan Madagaskar (Afrika) untuk menjadi tempat belajar kebudayaan bahasa Indonesia, bagi 2 (dua) orang warga Madagaskar yakni Ramampy Mbolatiana dan Ranarivelo Tantely Fanomezantsoa melalui Program Darmasiswa Depdiknas Tahun 2008.
Gubernur dan hadirin yang berbahagia,
Pada Misi ke-4 dan ke-6 yang ingin dicapai, Unila mengharapkan dapat senantiasa ikut membantu dan mendorong perkembangan daerah Lampung. Kerjasama dengan berbagai pihak khususnya Pemerintah Propinsi Lampung, kepada Bapak Gubernur dan Bupati/Walikota se Propinsi Lampung, Unila sangat mendukung jalinan kerjasama yang dilaksanakan selama ini. Kerjasama tersebut telah membuktikan bahwa Unila, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat saling mengisi dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan di Propinsi Lampung.
Ke depan, kami berharap pihak Pemerintah Propinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat tidak sungkan-sungkan memberikan masukan bagi pengembangan dan kemajuan Unila. Begitupula Unila dengan segala rasa senang hati akan membantu apabila diperlukan, seperti masalah kemiskinan dan pengangguran di Lampung yang tampaknya memang harus ditangani secara serius dan sungguh-sungguh.
Gubernur dan hadirin yang berbahagia,
Kami sangat bersyukur dan merasa bangga serta bahagia karena pada hari ini kita dapat memperingati hari bersejarah ke 44 Unila .
Gubernur dan hadirin yang berbahagia,
Unila menyadari sepenuhnya bahwa dalam perjalanan sejarahnya selama 44 tahun ini, Unila telah dibantu oleh banyak pihak (yang berperan dalam kapasitas tugas dan fungsi masing-masing) dalam membesarkan Unila, sehingga menjadi universitas yang dapat dibanggakan saat ini.
Mereka yang berjasa kepada Unila adalah mulai dari para sesepuh/pendiri/perintis (founding fathers) Unila, para dewan penyantun, senator, dan pimpinan Unila sejak didirikan sampai sekarang; para kepala daerah (provinsi, kabupaten/kota se-Lampung), dan jajarannya; Muspida Lampung; Pimpinan dan anggota DPRD Propinsi, Kabupaten/Kota; para tokoh masyarakat, insan pers di Daerah Lampung yang menaruh perhatian besar bagi kemajuan Unila. Saya sebagai pribadi yang memperoleh estafet kepemimpinan Unila saat ini dan seluruh warga Unila menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi. Semoga amal bhakti Bapak/Ibu mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.
Keberlanjutan Unila dalam berkiprah di dalam tugas utamanya ikut mencerdaskan bangsa sampai saat ini adalah juga berkat dedikasi dan kerja keras seluruh warga Unila saat ini, yaitu para dosen, mahasiswa, dan pegawai administrasi. Kepada mereka semua, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Marilah kita tetap teguh dan setia mengabdi di Unila dan bersama-sama mengembangkan Unila ke masa depan yang lebih cerah.
Di tengah-tengah suasana kebahagiaan ini, izinkanlah saya melaporkan kepergian warga Unila yang telah menghadap ke Hadirat Sang Khalik pada tahun 2009 ini, dari kalangan dosen yaitu: Nofrizal Chai, S.T. (Fak. Teknik), Ir. Muhammad Nur, M. S. (Fak. Pertanian), Dr. Muhammad Arifin Cik, M.S. (FMIPA), Iskandariansyah, S.H.,M.H. (Fak. Hukum), Dra. Verita Yudi, M.S. (FMIPA).
dan kalangan tenaga administrasi yaitu: M. Suhada (Rektorat), Basyid Ali (KPA), Adnan (KPA), Nikmah Rauf (Perpustakaan).Kami mendoakan agar mereka diterima di sisi Allah SWT, sesuai dengan amal baktinya yang telah dipersembahkan kepada Unila.
Pada kesempatan ini, kami juga harus melepas rekan dan sejawat kerja yang harus undur diri dari Unila karena usia/pensiun pada tahun ini. Dari kalangan dosen sebanyak : 3 orang dan dari kalangan tenaga administrasi sebanyak 23 orang (Tabel 24, Lampiran).
Kepada mereka saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi, kerja keras, kebersamaan, dan ketulusannya dalam membangun Unila. Selamat menjalani kehidupan pensiun dari pegawai negeri di kegiatan lain. Tetaplah dipelihara silaturrahmi dengan Unila.
Demikian laporan pertanggungjawaban tahun kedua periode kerektoratan saya, dengan harapan hasil kerja ini dapat dinilai / dipahami secara proposional. Kepada semua pihak yang telah membantu membesarkan Unila, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya.
Dengan usianya yang semakin dewasa dan matang, Insya Allah Unila siap mengayunkan langkah ke depan di era global dan era teknologi komunikasi/informasi dengan tetap menggalang kerjasama bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Sebagai tradisi ilmiah akan disampaikan Pidato Ilmiah oleh Dr. Ir. Udin Hasanudin, M.T. dari Fakultas Teknik dengan tema “ Potensi Energi Terbarukan Berbasis Air Limbah Agro Industri di Provinsi Lampung”
Gubernur dan hadirin yang berbahagia,
Di samping upacara/puncak pada hari ini, selama pekan Dies Natalis Unila ke-44, juga digelar berbagai kegiatan/acara, baik yang bersifat akademik, sosial, hiburan, maupun silaturrahmi/kekeluargaan. Akhirnya, atas terselenggaranya seluruh kegiatan/acara Dies Natalis Unila ke-44 ini Rektor Universitas Lampung mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh sivitas akademika Unila.
Kepada Bapak Hi. Syachroedin Z.P. S.H. Gubernur Lampung, kami mohon perkenan Bapak untuk dapat memberikan sambutan.
Terima kasih, atas perhatian para hadirin, Dirgahayu Ke 44 Universitas Lampung.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Bandar Lampung, 23 September 2009. Rektor,
Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.
NIP 131129059.
|