|
PIDATO REKTOR UNIVERSIAS LAMPUNG PADA UPACARA DIES NATALIS KE-45 UNIVERSITAS LAMPUNG
Dilaksanakan pada Tanggal 23 September 2010
Yth. Gubernur Lampung Ketua DPRD Provinsi Lampung Para Anggota Forkopimda Provinsi Lampung Para Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung Para Kepala Dinas/Instansi Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se-Provinsi Lampung Para Sesepuh Pendiri Unila Para Anggota Dewan Penyantun Unila Para Anggota Senat Unila Para Pimpinan di Lingkungan Unila Para Pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Unila Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Unila Seluruh Warga Unila Hadirin yang berbahagia,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh,
Pertama-tama saya mengajak para hadirin untuk senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena pada pagi hari yang berbahagia ini telah melimpahkan rahmat kebahagiaan kepada kita semua, sehingga kita dapat hadir di Gedung Serba Guna Unila dalam rangka upacara peringatan hari jadi (Dies Natalis) ke-45 Unila yang kita banggakan. Dengan sepenuh hati, atas nama pimpinan Unila menghaturkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu dan Saudara dalam memenuhi undangan kami. Pada saat kita memperingati hari yang bersejarah bagi Unila saat ini, kita masih berada pada bulan Syawal 1431 H. Oleh karena itu, perkenankanlah saya atas nama pribadi dan selaku Rektor Unila mengucapkan “Selamat Hari Raya Iedul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Semoga Allah SWT senantiasa memperkuat keimanan kita untuk melanjutkan pembangunan menuju Visi Unila, yang telah diamanatkan dalam Renstra 2007 – 2011 dan RPJP Unila 2005-2025, yaitu: “Menjadi Perguruan Tinggi Sepuluh Terbaik di Indonesia”
Untuk menjadi sepuluh terbaik di Indonesia, bukanlah hal yang mudah, tetapi harus diperjuangkan oleh segenap civitas dan karyawan dan peran serta segenap stakeholder. Unila kini dan mendatang harus memiliki kemampuan dan daya saing yang tinggi serta harus berkontribusi terhadap pembangunan daerah khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Tanggal 23 September 1965 merupakan hari bersejarah bagi Unila, karena pada tanggal tersebut, berdasarkan Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 195 Tahun 1965, Unila secara resmi dipisahkan dari Universitas Sriwijaya, yang kemudian dikukuhkan menjadi universitas negeri dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 1966, tanggal 6 April 1966. Atas dasar itulah maka tanggal 23 September menjadi hari jadi Unila dan pada tanggal 23 September 2010 ini, Alhamdulillah, Unila genap berusia 45 tahun.
Dan yang lebih membahagiakan kita semua, di usia yang ke-45 ini, Unila memperoleh ‘hadiah ulang tahun’ berupa penilaian Dirjen Dikti Kemendiknas yang menyatakan bahwa Unilla menempati posisi 11 besar di Indonesia atau perguruan tinggi terbaik di luar Pulau Jawa dari sisi potensi karya ilmiah. Prestasi ini, telah mengangkat Unila sebagai universitas papan tengah di Indonesia. Untuk itu, saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh dosen dan staf Lembaga Penelitian Unila atas pencapaian ini serta kepada seluruh stakeholders lainnya.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi tentunya juga kami sampaikan kepada para pendiri (founding father) Unila yang telah membangun pondasi bagi pengembangan Unila hingga saat ini sehingga Unila telah menjadi Universitas yang besar dan diperhitungkan di Indonesia.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Selanjutnya, pada kesempatan Upacara Dies Natalis ini, izinkan saya melaporkan secara rinci kegiatan-kegiatan dan perkembangan Unila selama kurun waktu tahun 2010. Seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis Unila yang ke-45 kali ini kami kemas dalam tema: “Melalui Dies Natalis ke-45 Unila, Kita Tingkatkan Peran Unila dalam Melaksanakan Pendidikan yang Berkarakter.”
Pada periode 2007-2011, strategi utama pembangunan Unila adalah peningkatan kapasitas dan modernisasi. Upaya-upaya yang telah dilakukan meliputi pengembangan atau penyediaan berbagai sarana dan prasarana, perubahan berbagai kebijakan inovatif yang menunjang sistem dan proses pembelajaran, pengembangan SDM tenaga akademik, penguatan manajemen internal dan tata kelola, peningkatan kapasitas dan modernisasi sistem teknologi informasi, dan pengembangan suasana dan budaya akademik.
Langkah peningkatan kapasitas diarahkan untuk menunjang kepemimpinan yang handal dalam rangka peningkatan akreditasi Unila, dan membangun pencitraan Unila melalui peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran, proses dan hasil penelitian, serta peningkatan produktivitas dan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Pada tahun tahapan 2007 – 2011 Unila menargetkan menjadi “Perguruan Tinggi Dua Puluh Lima Terbaik di Indonesia”, dan untuk mencapai visi tersebut, Unila telah menetapkan enam misi sebagai berikut. 1. Mewujudkan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas. 2. Mewujudkan budaya akademik yang kondusif, dinamis, dan bermoral. 3. Mewujudkan tata kelola organisasi Unila yang baik (good university governance). 4. Mewujudkan aksesibillitas dan equitas pendidikan tinggi. 5. Menjadi agen perubahan dan menjaga kebenaran dan keadilan bagi kepentingan masyarakat. 6. Mewujudkan kerjasama dengan berbagai pihak antara lain pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga nonpemerintah, dalam dan luar negeri, yang saling memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Misi 1, Mewujudkan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang berkualitas.
Ditunjukkan dengan indikator meningkatnya kualitas lulusan, meningkatnya produktifitas dan kualitas penelitian, meningkatnya produktifitas dan kualitas pengabdian, berfungsinya SOP tentang proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta terlaksananya sistem pembelajaran sesuai dengan visi, misi dan tujuan institusi. Juga meningkatknya partisipasi dan prestasi mahasiswa, meningkatnya jumlah mitra.
Indikator meningkatnya kualitas lulusan
Upaya peningkatan kualitas lulusan merupakan salah satu prioritas utama Unila. Hal ini dilakukan mulai dari faktor input, proses sampai dengan ouput. Faktor-faktor utama yang menjadi perhatian khusus di Unila sebagai upaya peningkatan lulusan adalah sebagai berikut.
Program studi
Dalam beberapa tahun terakhir, Unila secara terus menerus melakukan evaluasi dan penataan terhadap program studi untuk memenuhi standar kebutuhan fasilitas dan sumber daya pendidikan lainnya. Kurikulum juga terus disempurnakan dalam rangka peningkatan relevansi pendidikan tinggi. Jumlah program studi di Unila saat ini (Diploma, S-1, S-2, dan S-3) sebanyak 67 program studi.
Pada tahun 2010, Unila telah memulai program pendidikan S-1 kelas Internasional di Fakultas Ekonomi. Pada program ini Unila bekerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di luar negeri (University of Kentucky, Yokohama National University, SupAgro Montpellier, Auburn University, Mississippi University, Tokyo University of Agriculture and Technology, Niigata University dan Enita Clermont)
Mahasiswa
Minat calon mahasiswa masuk Unila dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Dengan daya tampung yang sangat terbatas, maka persaingan di antara mereka semakin ketat. Unila melakukan 4 (empat) jalur seleksi masuk yaitu: (a) Seleksi Non Tulis PKAB (Penelusuran Kemampuan Akademik dan Bakat), (b) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), (c) Seleksi Tulis Lokal/Non SPMB termasuk Ujian Masuk Lokal, dan (d) Penjaringan Bibit Unggul Daerah (PBUD).
Program PBUD merupakan kerja sama Unila dengan Kabupaten/Kota untuk menjaring calon-calon mahasiswa baru langsung dari Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung. Seleksi terhadap calon mahasiswa langsung dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota terhadap lulusan dari SMA/SMK yang ada di wilayahnya. Dengan demikian, diharapkan nantinya, setelah lulus, yang bersangkutan dapat mengabdi pada daerah kabupaten/kota asalnya. Melalui program PBUD, Unila menerima 10 persen dari daya tampung.
Berdasarkan data Panitia SNMPTN, peminat calon mahasiswa yang memilih Unila terus meningkat secara signifikan. Pada tahun ini Unila menempati 5 terbesar secara nasional sebagai pilihan calon mahasiswa. Skor SNMPTN calon mahasiswa yang diterima Unila cukup tinggi, meskipun pada tingkat nasional, Unila masih berada di papan tengah. Skor SNMPTN calon mahasiswa tahun 2010 untuk kelompok IPS: 94,83 dan untuk kelompok IPA: 96,03. Keketatan rata-rata untuk kelompok Eksakta mencapai 8,88%, sedangkan kelompok IPS mencapai 7,08 %.
Meskipun peminat masuk Unila pada tahun 2010 meningkat, tetapi daya tampung setiap program studi di Unila tetap dibatasi/dikendalikan. Daya tampung Unila pada tahun akademik 2010/2011 adalah: PKAB sebanyak 765 orang, SNMPTN sebanyak 2.149 orang. Pada tahun akademik 2010/2011, calon mahasiswa yang lolos seleksi sebanyak 5.792 orang.
Dengan bertambahnya mahasiswa baru pada tahun 2010 dan dikurangi jumlah mahasiswa yang lulus periode Desember 2009- September 2010 sebanyak 3.414 orang; maka populasi mahasiswa Unila pada awal tahun akademik 2010/2011 sebanyak 22.663 orang. Dosen
Faktor lain yang berperan sangat penting terhadap peningkatan kualitas lulusan dari Perguruan Tinggi adalah kuantitas dan kualitas dosen. Jumlah dosen tetap Unila pada tahun akademik 2010/2011 adalah 1.182 orang. Dengan kondisi ini, maka rasio dosen terhadap mahasiswa Unila rata-rata adalah 1 : 19. Kondisi ini sudah lebih baik dibandingkan pada tahun sebelumnya yaitu 1 : 21.
Upaya peningkatan kualitas dosen juga dilakukan melalui program pendidikan lanjut non-degree dan program degree. Program pendidikan non degree menekankan pada peningkatan kemampuan mengajar (teaching skill), kemampuan meneliti, dan kemampuan mengabdi dan mengamalkan ipteks. Unila juga memrogramkan pelatihan/penyegaran keterampilan khusus bagi dosen.
Program pendidikan degree dilakukan dengan menugasbelajarkan para dosen ke jenjang S-2 dan S-3. Saat ini, jumlah dosen Unila yang masih melaksanakan tugas belajar di dalam dan luar negeri sebanyak 439 orang. Selama 1 (satu) tahun ini sebanyak 59 orang dosen Unila telah menyelesaikan studi lanjutnya. Dengan demikian, jumlah dosen Unila yang sudah berkualifikasi S-2 dan S-3 adalah 884 orang, dengan rincian S-2 sebanyak 722 orang dan S-3 sebanyak 162 orang atau 74.78% dari jumlah dosen. Unila juga melakukan program peningkatan jumlah guru besar (professorship).
Saat ini Unila telah memiliki 42 orang guru besar, ( 4 orang guru besar yang telah disetujui Kemendiknas menunggu pengukuhan). Jumlah dosen Unila yang bersertifikasi (dosen profesional) juga terus bertambah. Pada tahun ini, Unila mempunyai 266 orang dosen bersertifikasi.
Prasarana dan Sarana
Ketersediaan peralatan pembelajaran di Unila dari tahun ke tahun terus meningkat. meskipun masih belum memadai. Dengan mekanisme resource sharing, fasilitas fisik dan peralatan bantu pendidikan di Unila saat ini masih memadai.
Materi pengajaran (buku ajar/diktat, penuntun praktikum, buku referensi/textbook, jurnal, dan sebagainya) merupakan hal penting yang harus dipenuhi dan diperbaharui terus menerus. Unila terus mengupayakan fasilitas ini setiap tahun dengan pendanaan dari berbagai sumber. Saat ini Perpustakaan Unila telah dilengkapi fasilitas digital library yang dapat memberikan alternatif akses ke sumber informasi pustaka yang mudah dan dapat diakses dari mana pun tempat yang terhubung fasilitas intra dan internet.
Kuantitas dan Produktivitas Lulusan
Jumlah lulusan Unila dari berbagai jenis dan jenjang studi jumlahnya terus meningkat. Pada tahun ini jumlah lulusan sampai dengan September 2010 mencapai 2.212 orang. Jumlah lulusan Unila secara keseluruhan sampai dengan September 2010 ini telah mencapai 62.835 orang. Produktivitas lulusan masih bervariasi, karena beberapa program studi ada yang belum meluluskan mahasiswa. Untuk program studi yang telah mapan, sejak 2003 produktivitas kelulusannya terus meningkat mencapai tingkat yang ideal. Namun, produktivitas lulusan rata-rata sampai dengan September 2010 baru mencapai 15 %.
Kualitas Lulusan
Disadari bahwa di era kompetitif ini, pasar kerja global memerlukan lulusan perguruan tinggi yang mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab berdasarkan kompetensi, kreativitas dan inisiatif. Salah satu alat ukur kompetensi lulusan yang digunakan adalah pencapaian IPK lulusan. Pada tahun akademik 2009/2010 ini IPK rata-rata lulusan Sarjana Unila telah mencapai 3,14 yang telah melampaui target sasaran IPK pada Renstra Unila 2007–2011, yaitu 3,00.
Daya Saing Lulusan Kecepatan penyerapan lulusan oleh dunia kerja atau lamanya waktu menunggu untuk memperoleh pekerjaan pertama merupakan indikator yang dipakai untuk mengukur daya saing lulusan. Unila menyiapkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Alumni (http://alumni.unila.ac.id) sehingga alumni Unila dapat berinteraksi dan memberikan informasi kepada Unila. Data yang diperoleh, hampir 50% lulusan Unila memperoleh pekerjaan formal pertama dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan.
Indikator Meningkatnya Produktivitas dan Kualitas Penelitian
Penelitian merupakan salah satu mandat Ttridharma Perguruan Tinggi dalam rangka menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks). Selain harus unggul di bidang pendidikan dan pengajaran, sesuai dengan Visi Unila, penelitian/riset di Unila dijadikan driving force untuk mengangkat kualitas dan kredibilitas Unila. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas penelitian di Unila dilaksanakan dengan serius secara berkelanjutan.
Dari sisi potensi karya ilmiah Unila berhasil menduduki posisi 11 besar di Indonesia, dan posisi 20 besar nasional pada unsur hak paten. Nilai terbesar yang diperoleh Unila berasal dari unsur publikasi ilmiah. Hasil penelitian yang dipublikasikan, ini menempatkan Unila pada peringkat ke tujuh nasional dari 110 perguruan tinggi di Indonesia.
Selama lima tahun terakhir, Unila telah menghasilkan 1.243 penelitian. Setiap tahun dosen Unila mampu menghasilkan minimal 200 penelitian yang dipublikasikan secara nasional dan internasional pada jurnal-jurnal terakreditasi dan selalu mengalami peningkatan. Indikator Terlaksananya sistem pembelajaran sesuai dengan visi, misi, dan tujuan institusi.
Penjaminan Mutu
Penjaminan mutu pendidikan di Unila dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat Penjaminan Mutu Universitas (UPT—PPMU). Tugas pokok dan fungsi yang harus dilakukan oleh tim UPT—PPMU antara lain merencanakan, melaksanakan sosialisasi, memonitor, mengaudit, dan mengevaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu pendidikan di Unila. Disamping itu, UPT-PPMU juga harus melaporkan secara berkala hasil kinerjanya termasuk hasil monitoring dan audit mutu kinerja unit kerja di lingkungan Unila.
Audit mutu kinerja jurusan juga telah dilakukan sejak 2003. Audit kinerja jurusan untuk mengetahui mutu kinerja jurusan di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan manajemen jurusan. Seperti halnya dengan perkuliahan, mutu kinerja jurusan juga meningkat dari tahun ke tahun. Mulai tahun ini, audit mutu kinerja jurusan diganti dengan audit mutu program studi agar sejalan dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang melakukan akareditasi pada program studi bukan jurusan. Borang audit mutu kinerja PS juga disesuaikan dengan borang BAN-PT dan audit akan dilakukan setiap tahun agar PS dapat memperoleh akreditasi yang lebih tinggi.
Audit kinerja fakultas baru dimulai tahun 2010 ini. Seperti halnya program studi, borang audit kinerja fakultas juga disesuaikan dengan borang akreditasi dari BAN-PT yang terdiri dari 7 standar mutu. Fakultas dengan mutu kinerja terbaik nomor satu adalah Fakultas MIPA dengan nilai 878,6 (dari nilai maksimal 1000); dan fakultas dengan mutu kinerja nomor dua dan tiga adalah FKIP dengan nilai 842,6, dan Fakultas Ekonomi dengan nilai 839.2.
Karena dapat meningkatkan mutu kinerja, maka audit mutu kinerja perkuliahan, laboratorium, program studi, dan fakultas akan dilanjutkan untuk tahun mendatang. Mulai tahun depan (2011) audit mutu kinerja juga akan diberlakukan terhadap kinerja dosen profesional agar mutu dosen profesional dapat ditingkatkan. Dengan audit secara berkelanjutan, diharapkan mutu Unila dapat ditingkatkan secara terencana, sistematis, bertahap dan berkelanjutan.
Meningkatnya partisipasi dan prestasi mahasiswa dalam bidang minat dan bakat baik ditingkat lokal/nasional/regional/ global
Kegiatan kamahasiswaan Unila dilakukan, yang meliputi: Bidang Penalaran, Bidang Minat dan Bakat/Kegemaran, Bidang Kesejahteraan, dan Bidang Pengabdian. Lembaga kemahasiswaan Unila ditata dalam wadah Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unila, yang terus berkembang pesat, saat ini jumlahnya mencapai 135 unit kegiatan mahasiswa
Pada bidang olah raga, khususnya sepak bola, mahasiswa Unila berhasil memperoleh juara I dalam Liga Pendidikan Mahasiswa wilayah Sumatra di Palembang Kepada para mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, saya ucapkan selamat dan penghargaan yang tinggi, teruslah berprestasi dan mengharumkan nama Unila.
Meningkatnya jumlah mitra dan kegiatan kerja sama dengan lembaga eksternal
Kerja sama Unila dengan pihak eksternal terus dibangun sejalan dengan proses capacity building Unila. Kerja sama tersebut mencakup berbagai common interest, seperti pemberdayaan masyarakat, action research, diseminasi teknologi, dan sebagainya. Kegiatan kerjasama yang dilakukan selama ini dalam bentuk yang lebih bermakna dalam rangka peningkatan relevansi pendidikan tinggi, seperti cooperative education (pemagangan, perbantuan tenaga ahli dan lain-lain). Model kerjasama tiga pihak (tripartit) antara Unila dengan pemerintah daerah atau masyarakat dan dunia usaha terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk masa yang akan datang.
Unila juga sedang melaksanakan kerjasama lanjutan dengan University of Kentucky, Amerika Serikat untuk pengembangan Program Studi Bisnis, Bidang Keteknikan (engineering), dan Bidang Pertanian. Tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan relevansi perguruan tinggi negeri dengan pembangunan wilayah, khususnya Provinsi Lampung. Unila juga terus melanjutkan kerja sama dengan Kyoei University, Jepang (khususnya dengan Prof. Dr. Yoshie Yamazaki) tentang Budaya Lampung.
Meningkatnya jumlah lembaga donor
Beberapa lembaga tercatat sebagai lembaga donor diantaranya pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, badan usaha milik negara, dan swasta. Lembaga-lembaga donor ini telah membantu Unila berupa bantuan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu yang berprestasi, pengembangan Fakultas Kedokteran, bantuan dana bagi penyelesaian studi lanjut S-2/S-3, bantuan seminar ke luar negeri bagi dosen Unila.
Misi 2. Mewujudkan budaya akademik yang kondusif, dinamis, dan bermoral.
Unila secara berkelanjutan mendukung budaya akademik antara lain adalah: seminar, diseminasi hasil penelitian dan pengabdian, dan pengukuhan guru besar. Kegiatan seminar di Unila pada tahun 2010 ini telah dilaksanakan paling tidak 10 (sepuluh) kali seminar baik seminar bidang kependidikan dan bidang ipteks. Kegiatan seminar pada umumnya dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian Unila atau diselenggarakan oleh fakultas dan unit kegiatan mahasiswa.
Kegiatan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, yang dilaksanakan minimal satu tahun sekali pada Kegiatan Dies Natalis, pada bulan September 2010.
Pengembangan suasana akademik terus distimulasi, khususnya di tingkat jurusan berupa pertemuan, diskusi, seminar dan lain-lain. Dalam forum tingkat jurusan tersebut, para dosen dan mahasiswa dapat saling mengomunikasikan/menginformasikan aktivitas akademiknya sehingga terjadi share opinion dan terbangun peer review di antara sejawat dosen dan mahasiswa. Peer review juga dilakukan dalam hal publikasi ilmiah dosen.
Terjalinnya kerjasama dengan pihak eksternal yang mendukung budaya akademik.
Kerja sama dalam hal pendidikan/pengajaran, penelitian/seminar hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan kerjasama dengan pihak eksternal yang mendukung kegiatan budaya akademik. Beberapa kerjasama terkait hal ini terus dilakukan Unila.
Pada tahun 2010 Unila melakukan cukup banyak kerja sama dengan instansi pemerintah baik pusat dan daerah, lembaga penelitian baik dalam dan luar negeri, lembaga swadaya masyarakat dan badan usaha/swasta. Terkait pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, dilakukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, BKKBN dan lain-lain.
Misi 3. Mewujudkan tata kelola yang baik (good university governance).
Indikator meningkatnya kesejahteraan tenaga akademik dan kependidikan
Kualitas pembelajaran dan lulusan Unila sangat ditentukan oleh peran dosen sebagai tenaga akademis dan peran tenaga kependidikan yang meliputi laboran, teknisi dan pustakawan. Dengan adanya program sertifikasi dosen, akan menghasilkan dosen yang profesional. Dosen yang tersertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi yang akan meningkatkan kesejahteraan tenaga dosen. Terakreditasinya Program Studi dengan nilai yang tinggi
Saat ini akreditasi program studi telah menjadi ukuran kualitas dan bahkan kredibilitas perguruan tinggi. Program-program studi di lingkungan Unila telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Sebagian besar (82%) program studi di lingkungan Unila terakreditasi A dan B. Dengan meningkatnya PS Ekonomi Pembangunan di Fakultas Ekonomi dari B ke A, menjadikan fakultas ini satu-satunya yang terakreditasi A dalam penyelenggaraan seluruh program studi sarjana dan pascasarjana. Diharapkan fakultas-fakultas lain dapat mengikuti jejak Fakultas Ekonomi. Dalam upaya itu, borang PPMU telah disesuaikan mengikuti borang BAN-PT sehingga setiap PS dapat mengevalusi dirinya secara periodik untuk meningkatkan akreditasinya.
Meningkatnya kemanfaatan hasil kerjasama dengan mitra (pihak eksternal)
Mitra kerja sama Unila terdiri atas Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Pemerintah Daerah serta badan usaha. Kerja sama Unila dengan berbagai pihak ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) dan sebagai income generating bagi Unila.
Kerja sama dalam bidang pendidikan antara lain berupa perbantuan tenaga dosen dalam upaya pemenuhan tenaga pengajar dan administrasi kedua belah pihak serta peningkatan kualitas dosen baik melalui non-degree training maupun melalui program studi lanjut S-2/S-3.
Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama ini lebih bertujuan untuk meningkatkan kualitas penelitian dosen serta pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semua bentuk kerja sama di atas diharapkan akan meningkatkan kinerja unila dan berkontribusi pada peningkatan peringkat Unila serta status akreditasi institusi baik di dalam maupun di luar negeri seperti yang dipublikasikan oleh webometrics yang diukur oleh badan perangkingan dunia Cybermetrics Labs, dari Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC), Spanyol. Atas kerja keras tim webometrics Unila di bawah koordinasi PR IV. Unila berhasil menembus 100 besar di Asia dengan menduduki peringkat 78. Hal ini sesuai dengan amanat Renstra Unila 2007--2011 yang mendorong institusi/program studi masuk ke dalam peringkat 100 besar Asia.
Unila juga secara terus menerus menginformasikan kepada masyarakat tentang hasil penelitian, teknologi tepat guna, seni dan metode pembelajaran yang dihasilkan oleh seluruh civitas akademika melalui Pameran Pendidikan dan Pembangunan. Selama tiga tahun terakhir (2008, 2009, 2010) Unila secara berturut– turut menjadi peserta terbaik pada Pameran Pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Propinsi Lampung.
Misi 4. Mewujudkan aksesibillitas dan equitas pendidikan tinggi.
Indikator tersedianya beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu
Unila bekerjasama dengan instansi terkait dan badan usaha menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang tidak mampu. Pada tahun 2010, mahasiswa Unila yang menerima beasiswa meningkat dari 2.925 orang menjadi 3.182 orang. Bagi mahasiswa baru yang tidak mampu yang diterima melalui jalur PKAB dan SNMPTN, Unila juga menyediakan beasiswa Bidik Misi yang dananya bersumber dari Ditjen Dikti sebanyak 300 paket beasiswa.
Beasiswa Bidik Misi ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan tinggi dengan cara menyekolahkan anak dari keluarga tidak mampu hingga mereka memperoleh gelar sarjana dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Bagi mahasiswa lama yang tidak mampu tersedia beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) sebanyak 1.625 orang, Supersemar sebanyak 85 orang, Eka Cipta Foundation 11 dan Bank Indonesia sebanyak 40 orang.
Misi 5. Menjadi penggerak perubahan (agent of change) dengan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.
Indikator tumbuhnya integritas keilmuan di kalangan akademisi
Integritas keilmuan di kalangan akademisi ditunjukkan oleh profesionalisme dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (mendidik/ mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat). Dosen profesional melakukan penelitian dengan topik yang sesuai dengan keahlian dan masalah yang terjadi di masyarakat, mampu mengajarkan hasil penelitian dan ilmu yang dikuasainya kepada mahasiswa, membimbing mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, serta mengabdikan hasil penelitiannya untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dosen Unila juga telah banyak melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun ini (2010), Unila melakukan kuliah kerja nyata (KKN) tematik di empat kabupaten; yaitu Kabupaten Lampung Selatan dengan tema pupuk organik dan keluarga berencana, Kabupaten Lampung Barat dengan tema hutan kemasyaratan dan keluarga berencana, Kabupaten Pesawaran dengan tema pemanfaatan air terjun dan keluarga berencana, dan Kabupaten Tanggamus dengan tema hutan kemasyarakatan, pendidikan buta aksara, dan keluarga berencana.
Gubernur dan Hadirin yang Berbahagia,
Misi 6. Meningkatkan kerja sama dengan pemangku kepentingan, dalam dan luar negeri, yang saling memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Indikator Meningkatnya partisipasi pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi
Pemangku kepentingan Unila terdiri atas pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, Swasta, LSM dan masyarakat luas. Partispasi pemangku kepentingan Unila terhadap pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi baik secara langsung maupun tidak langsung sangat diharapkan oleh Unila.
Partisipasi pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi pada umumnya bersifat tidak langsung. Partisipasi pemerintah pusat meliputi perencanaan/anggaran hingga terbitnya DIPA Unila, pengisian formasi bagi PNS Unila (dosen dan karyawan), dan peningkatan karier ketenagaan dan kesejahteraan bagi dosen Unila.
Indikator Meningkatnya partisipasi pemangku kepentingan dalam pengembangan institusi.
Pembukaan PS Pendidikan Dokter Unila yang dimulai pada Tahun 2001 juga merupakan partisipasi Departemen Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Lampung selaku pemangku kepentingan. Pemerintah Provinsi Lampung yang juga didukung oleh Pemkab/Pemkot di Lampung terus berpartisipasi dalam pengembangan PS Pendidikan Dokter dan PS lain di lingkungan Unila. Semoga tahun 2010 ini Program Studi Pendidikan Dokter segera terwujud menjadi Fakultas. Indikator Meningkatnya jumlah pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi lain.
Pertukaran mahasiswa Unila dengan mahasiswa asing semakin meningkat. Pada tahun 2009 hanya ada dua mahasiswa asing yang belajar di Unila. Pada tahun 2010 ini, ada 15 mahasiswa asing yang belajar di Unila; yaitu 1 orang dari Jerman, 1 orang dari Amerika Serikat, 2 orang dari Jepang, 3 orang dari Polandia, 3 orang dari Kamboja, 1 orang dari Madagaskar, 3 orang Laos, dan 1 orang dari Slovakia. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Internasional terhadap Universitas Lampung semakin meningkat. Gubernur dan hadirin yang berbahagia,
Unila akan terus membantu dan mendorong perkembangan pembangunan daerah Lampung. Unila sangat mendukung jalinan kerja sama yang dilaksanakan selama ini dengan berbagai pihak khususnya pemerintah Propinsi Lampung. Kerja sama tersebut telah membuktikan bahwa Unila, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat saling mengisi dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan di Provinsi Lampung.
Ke depan, kami berharap pihak Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat tidak sungkan-sungkan memberikan masukan bagi pengembangan dan kemajuan Unila. Begitu pula, Unila dengan segala rasa senang hati akan membantu sumbangsih pemikiran untuk pemecahan permasalahan pembangunan di Lampung.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam perjalanan sejarah selama 45 tahun ini, Unila telah dibantu oleh banyak pihak (yang berperan dalam kapasitas tugas dan fungsi masing-masing) dalam membesarkan Unila sehingga menjadi universitas yang dapat dibanggakan saat ini.
Mereka yang berjasa kepada Unila adalah mulai dari para sesepuh/pendiri/perintis (founding fathers), para dewan penyantun, senator, dan pimpinan Unila sejak didirikan sampai sekarang, para kepala daerah (Gubernur, Bupati/Walikota se-Lampung), dan jajarannya; Forkompimda Lampung; Pimpinan dan anggota DPRD Propinsi, Kabupaten/Kota; para tokoh masyarakat, insan pers di Daerah Lampung yang menaruh perhatian besar bagi kemajuan Unila. Saya sebagai pribadi yang memperoleh estafet kepemimpinan saat ini, dan seluruh warga Unila menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi. Semoga amal bakti Bapak/Ibu mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.
Keberlanjutan Unila dalam berkiprah di dalam tugas utamanya ikut mencerdaskan bangsa sampai saat ini adalah juga berkat dedikasi dan kerja keras seluruh warga Unila, yaitu para dosen, mahasiswa, dan pegawai administrasi. Kepada mereka semua, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Marilah kita tetap teguh dan setia mengabdi di Unila dan bersama-sama mengembangkan Unila ke masa depan yang lebih cerah.
Di tengah-tengah suasana kebahagiaan ini, izinkanlah saya melaporkan kepergian warga Unila yang telah menghadap ke Hadirat Sang Khalik pada tahun 2010 ini, dari kalangan dosen yaitu: Dr. Agus Imron, M.S., Makmun Bharawi, S.H., Ir. M. Nur, Ir. Wido Hanolo, M.S., dan Drs. Danial Ahmad, M.Si.
Dari kalangan tenaga administrasi yaitu: Didi Pramudya Mukhtar, S.H., Basir, Rahmanullah, Muhammad Idris, Sumardi, dan Djamaluddin. Kami mendoakan agar mereka diterima di sisi Allah SWT, sesuai dengan amal baktinya yang telah dipersembahkan kepada Unila.
Pada kesempatan ini, kami juga harus melepas rekan dan sejawat kerja yang harus undur diri dari Unila karena usia/pensiun pada tahun ini. Dari kalangan dosen sebanyak 11 orang dan dari kalangan tenaga administrasi sebanyak 13 orang. Kepada mereka saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi, kerja keras, kebersamaan, dan ketulusannya dalam membangun Unila. Selamat menjalani kehidupan pensiun dari pegawai negeri di kegiatan lain. Tetaplah dipelihara silaturahmi dengan Unila.
Demikian laporan perjalanan tahun ketiga periode kerektoran saya, dengan harapan hasil kerja ini dapat dinilai dan dipahami secara proposional. Kepada semua pihak yang telah membantu membesarkan Unila, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya.
Dengan usianya yang semakin dewasa dan matang, Insya Allah Unila siap mengayunkan langkah ke depan di era global dan era teknologi komunikasi/informasi dengan tetap menggalang kerja sama bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Sebagai tradisi ilmiah akan disampaikan Pidato Ilmiah oleh Dr. Herpratiwi, M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan judul “Pendidikan Khusus untuk Anak Berkebutuhan Khusus”
Gubernur dan hadirin yang berbahagia,
Di samping upacara/puncak pada hari ini, selama pekan Dies Natalis Unila ke-45, juga digelar berbagai kegiatan dan acara, baik yang bersifat akademik, sosial, hiburan, maupun silaturrahim/kekeluargaan. Akhirnya, atas terselenggaranya seluruh kegiatan dan acara Dies Natalis Unila ke-45 ini, Rektor Universitas Lampung mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh sivitas akademika dan karyawan Unila.
Kepada Bapak Drs. Hi. Sjachroedin Z.P., .H. Gubernur Lampung, kami mohon perkenan Bapak untuk dapat memberikan sambutan. Terima kasih, atas perhatian para hadirin, Dirgahayu Ke 45 Universitas Lampung.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,
Bandar Lampung, 23 September 2010 Rektor,
Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. NIP 19580923 198211 1001
|