| Wisudawan September Wajib Publis Penelitian di Jurnal Imliah |
|
|
| Written by Hisna Cahaya, S.I.Kom |
| Tuesday, 07 February 2012 09:15 |
|
(Unila) : Mulai tahun ini Universitas Lampung (Unila) mewajibkan wisudawan program strata satu (S1), master, dan doktoral, memublikasikan penelitian dalam jurnal ilmiah. Rencananya kebijakan baru ini dimulai pada tahun ajaran September mendatang. Pembantu Rektor I Bidang Akademiik Universitas Lampung Hasriadi Mat Akin mengatakan, kebijakan dikeluarkan berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diterbitkan awal tahun ini. Edaran bernomor 152/E/T/2012 terkait publikasi karya ilmiah tertanggal 27 Januari 2012 tersebut ditujukan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS seluruh Indonesia. Surat yang ditandatangani Dirjen Dikti Djoko Santoso itu memuat tiga poin penting bagi para mahasiswa S1 hingga S3. "Surat sudah kita edarkan ke seluruh fakultas di lingkungan Unila. Edaran akan kita implementasikan pada mahasiswa yang lulus di atas bulan Agustus tahun ini," kata dia. Agar mahasiswa memiliki kemudahan dalam memublikasikan penelitian, lanjut dia, Unila akan meminta setiap fakultas untuk mengaktifkan kembali jurnal ilmiah di fakultas masing-masing. Untuk persyaratan kelulusan mahasiswa program S1 harus menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah. Sedangkan persyaratan mahasiswa program strata dua (S2) belum terlalu ketat, cukup dipublikasikan dalam jurnal ilmiah resmi dan tidak perlu sampai terakreditasi. Selanjutnya, untuk lulus program magister harus sudah menghasilkan makalah yang terbit pada jurnal ilmiah nasional, diutamakan yang terakreditasi Dikti. Sementara pada program doktor harus telah menghasilkan makalah yang diterima untuk diterbitkan pada jurnal internasional. "Mengenai masalah biaya nanti pihak universitas yang akan mendanainya," terang Hasriadi. Ia menambahkan, saat ini jumlah karya ilmiah perguruan tinggi di Indonesia masih sangat rendah. Bahkan hanya sepertujuh dari jumlah karya ilmiah perguruan tinggi di Malaysia. Oleh karena itu, kebijakan baru digulirkan dalam rangka meningkatkan jumlah karya ilmiah di Indonesia. Berdasarkan basis data jurnal dan prosiding penelitian internasional seperti Scopus dan Google Scholar terungkap, jurnal perguruan tinggi Indonesia yang terindeks masih sangat rendah. Tak hanya karya ilmiah para mahasiswa, namun para peneliti di Indonesia yang sebagian besar adalah dosen perguruan tinggi. Hasriadi menilai, kebijakan Ditjen Dikti ini tidaklah memberatkan mahasiswa bahkan lebih bertujuan untuk meningkatkan budaya akademik dan publikasi riset. Hal itu tidak hanya di kalangan dosen melainkan kalangan mahasiswa. "Publikasikan bisa berbagai macam bentuknya, melalui seminar juga bisa," pungkasnya.[Mutiara] |
| Last Updated on Tuesday, 07 February 2012 09:42 |
Layanan Aplikasi : | Sistem Informasi Akademik - SIAKAD | Sistem Informasi Alumni | DIGITAL Library | E-Learning | Penjaminan Mutu | Matahari | Data Repository |
Layanan Internet : | Blog | Dosen/Staff Mail | Students Mail | Mailing List Official |
Gedung Rektorat Universitas Lampung
Jl.Prof.Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng
Bandarlampung 35145
Telepon : +62-721-701609, +62-721-702673, +62-721-702971
Faksimile: +62-721-702767
Comments
I
RSS feed for comments to this post