Penelitian Dua Mahasiswa Fisika Masuk Final Lomba Teknologi BAPPEDA Print E-mail
Written by Hisna Cahaya, S.I.Kom   
Monday, 30 July 2012 11:43

Fisika MIPA(Unila): Mahasiswa  Universitas Lampung (Unila) lolos final pada lomba inovasi teknologi dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-XVII yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Lampung.

Mereka membuat alat deteksi dini tanah longsor yang dilengkapi dengan sistem akuisisi data kekomputer dan sistem perekaman data ke Micro SD. Alat deteksi longsor hasil karya dua mahasiswa jurusan Fisika angkatan 2007, Lisnawati dan Dainty Ambarina yang dibimbing oleh Dr. Warsito, D.E.A., mampu mendeteksi adanya pergeseran tanah hingga orde milimeter.

Untuk pemasangan alat di lapangan, dibutuhkan dua buah tiang sebagai titik referensi. Kedua tiang ini dipasang di antara rekahan tanah yang disinyalir berpotensi longsor. Kedua tiang ini dikokohkan dengan cara dicor dengan semen, lalu sistem sensor dipasang di tiang penyangga bagian atas. Lalu kedua tiang dihubungkan dengan tali yang ada pada sistem sensor.

Saat tanah bergeser maka tiang penyangga yang ada di bagian bawah akan ikut bergeser, sehingga tali ikut bergeser. Nilai pergeseran itulah yang direspon oleh sensor potensiometer untuk dikuatkan oleh rangkaian pengkondisi sinyal. Keluaran dari rangkaian tersebut dikirimkan ke mikrokontroler untuk diolah dan selanjutnya nilai pergeseran tanah, dan tegangan yang terdeteksi ditampilkan ke computer. Selain itu sistem juga melakukan perekaman data langsung ke dalam Micro SD.

Di Lampung terdapat banyak wilayah yang rentan terjadi bencana tanah longsor. Misalnya di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus. Beberapa daerah yang disinyalir rawan longsor di Lampung Barat meliputi Kecamatan Gunung Kemala, Suoh, Sumber Jaya, Lemong, Belalau, Krui, dan Kecamatan Balik Bukit. Untuk daerah Tanggamus meliputi beberapa titik yaitu di Pekon Batu Keramat, dan beberapa titik di Kecamatan Kota Agung Timur, Kecamatan Limau, dan Kecamatan Semangka. Sehingga diperlukan alat yang mampu mendeteksi tanah longsor yang dapat menekan atau mencegah terjadinya korban jiwa dan juga kerugian lain yang ditimbulkan akibat pergeseran tanah.

“Selama ini alat-alat deteksi longsor cenderung mahal sehingga tidak semua lapisan masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dapat memiliki alat tersebut,” kata Warsito, saat mendampingi mahasiswanya dalam final Lomba Inovasi Teknologi kategori peneliti dan mahasiswa, Senin (16/7) lalu, di Kantor Bappeda Lampung. [R: Lisnawati-HCH]

Last Updated on Monday, 30 July 2012 11:55
 

Comments  

 
0 #1 Yuda 2012-07-30 12:12
hebat.. hebat... :)
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Kontak Unila

Gedung Rektorat Universitas Lampung    
Jl.Prof.Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng
Bandarlampung 35145
Telepon  : +62-721-701609, +62-721-702673, +62-721-702971
Faksimile: +62-721-702767

Your IP is 54.226.5.29 And You're using : IPv4
ipv6 ready