Unila Pelopori Kurikulum Ketahanan Kota terhadap Perubahan Iklim Print E-mail
Written by Hisna Cahaya, S.I.Kom   
Monday, 06 February 2012 11:01

(Unila): Universitas Lampung (Unila)mensuport Pemerintah Kota (pemkot) Bandarlampung menyusun Program Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Guru dalam Ketahanan Kota terhadap Perubahan Iklim di Kota Tapis Berseri.

Dengan bergulirnya program tersebut, Unila menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menginisiasi terbentuknya kurikulum pendidikan dan perubahan iklim dalam sistem pendidikan nasional.

Koordinator program Maulana Mukhlis mengatakan, Bandarlampung menjadi kota pertama di Indonesia yang akan menerapkan kurikulum ketahanan kota terhadap perubahan iklim. Kampus hijau dalam hal ini bekerja sama dengan Mercy Corps dalam program Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCCRN) mengenai ketahanan kota terhadap perubahan iklim.

Unila sebagai lembaga yang menginisiasi program menilai pendidikan merupakan cara paling efektif untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap kesadaran lingkungan. "Kesadaran bisa dimulai dari anak-anak sekolah. Dan penyampaian materi hanya bisa dilakukan oleh para guru di sekolah," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, program di tahun pertama akan melatih guru di empat sekolah terpilih sebagai pilot project. Sebelum program dijalankan tim terlebih dahulu menyusun modul pendidikan untuk kemudian diimplementasikan ke sekolah melalui mata pelajaran.

Ditambahkannya, modul disiapkan dengan konsep kurikulum yang terintegrasi. Artinya, kurikulum tidak akan menambah jumlah mata pelajaran maupun jam belajar siswa di sekolah. Materi akan disisipkan pada mata ajar yang sudah ada. Sehingga tidak akan menambah beban belajar siswa.

Untuk tingkat Sekolah Dasar, kurikulum akan disisipkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sementara untuk tingkat SMP akan dipadukan pada mata ajar IPA dan IPS Terpadu.

Dia menguraikan, program diikuti empat negara di Asia Tenggara meliputi Indonesia, Vietnam, India, dan Malaysia. Di mana di Indonesia hanya dua kota yang terpilih, yakni Bandarlampung dan Semarang.  Periode program akan berlangsung selama 3 tahun, mulai Januari 2012 hingga Desember 2014. [Mutiara]

 

Last Updated on Tuesday, 07 February 2012 09:18
 

Add comment


Security code
Refresh

Kontak Unila

Gedung Rektorat Universitas Lampung    
Jl.Prof.Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng
Bandarlampung 35145
Telepon  : +62-721-701609, +62-721-702673, +62-721-702971
Faksimile: +62-721-702767

opac

Your IP is 38.107.179.216 And You're using : IPv4
ipv6 ready