ESo Unila Akhiri Tahun dengan Menjuarai Kompetisi Scrabble Internasional

Tim Universitas Lampung yang diwakili oleh UKM-U English Society (ESo) masih membuktikan diri sebagai salah satu tim yang wajib diperhitungkan di kancah scrabble internasional. Turun dalam ajang Causeway Scrabble Challenge di Johor Bahru-Malaysia, tim ESo Unila berhasil menduduki peringkat ke-3 divisi Intermediate. Adalah Yuda Eka Prasetia, mahasiswa Jurusan Sosiologi yang sukses membawa pulang gelar tersebut setelah mampu mengumpulkan 28,5 poin dari 45 babak yang dimainkan.

Meskipun telah mampu menyejajarkan dirinya dengan pemain scrabble mancanegara, perjuangan Yuda tidaklah mudah. Dia harus berjibaku menaklukkan pemain scrabble yang beberapa di antaranya memiliki peringkat lebih baik darinya. Bahkan meskipun sukses menutup hari pertama pertandingan dengan berada di urutan ke-6, peringkat Yuda justru sempat melorot ke posisi 12 pada hari kedua. Beruntung pemain peringkat ke-12 nasional ini mampu kembali pada performa terbaiknya di sisa babak yang dimainkan. Berkat fokus yang terjaga hingga hari terakhir perlombaan, Yuda pun berhasil meneruskan tradisi juara pemain scrabble Indonesia di ajang bergengsi tersebut.

Selain Yuda, pada divisi ini ESo Unila juga diwakili oleh Ananto Widodo (Menejemen  2013) dan M. Wildan Mubarok (Ilmu Komputer 2014) . Namun, Ananto belum mampu mengulang performa terbaiknya seperti yang pernah dia tunjukkan saat meraih medali perunggu pada ajang Asian English Olympics (AEO) Februari lalu. Ananto harus puas berada di posisi ke-37 divisi Intermediate dengan mengumpulkan 21 poin. Di lain pihak, Wildan mendapat hasil akhir yang lebih baik dengan menduduki peringkat ke-21. Pemain yang juga menjabat sebagai ketua Lampung Scrabble Community tersebut menyelesaikan perlombaan dengan mengumpulkan 24 poin.

Di kategori Open, ESo Unila diwakili oleh Rian Setiawan. Pemain yang masih tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Kehutanan ini mampu mencatatkan hasil impresif di babak-babak awal dan sempat menduduki peringkat ke-11 hingga hari ke-2 kompetisi. Sayangnya kondisi kesehatan yang menurun di hari-hari terakhir mempengaruhi permainannya hingga menyebabkan dirinya harus terlempar ke urutan ke-35 pada akhir turnamen.

Causeway Scrabble Challenge adalah kompetisi scrabble tingkat internasional yang masuk dalam kalender resmi World English-Language Scrabble Players Association (Asosiasi Pemain Scrabble Dunia). Tak ayal kompetisi ini pun diikuti oleh pemain scrabble terbaik mancanegara. Indonesia sendiri diwakili oleh pemain scrabble dari berbagai daerah selain tentunya pemain yang berasal dari Lampung terutama Unila. Causeway terbagi menjadi empat divisi yaitu divisi Premier untuk kategori paling tinggi, disusul divisi Master, divisi Intermediate dan terakhir divisi Open. Divisi Premier sendiri dimenangkan oleh Nigel Richards. Pemain yang juga merupakan juara piala dunia scrabble ini menyelesaikan kompetisi dengan meraih 30 poin sehingga berhak membawa pulang hadiah sebesar US$10.000.

Dari hasil yang didapat oleh wakil Indonesia terlihat bahwa sebenarnya pemain scrabble dalam negeri mampu bersaing dengan pemain dari negara lain meskipun belum ada pemain dari Indonesia yang turun di kategori Premier untuk Causeway edisi kali ini. Prestasi dan divisi tertinggi pemain Indonesia tahun ini diraih oleh Fadlan Satria yang turun pada divisi Master. Fadlan yang juga merupakan alumni ESo Unila ini turun secara independent dan berhasil menduduki urutan ke-13 divisi Master. Hasil ini terhitung luar biasa bagi Fadlan mengingat pemain yang pernah mewakili Indonesia pada piala dunia scrabble 2013 di Ceko ini sudah hampir dua tahun vakum dari kompetisi internasional.

Bagi UKM-U ESo sendiri, keberhasilan membawa pulang trofi dari ajang Causeway semakin melengkapi kesuksesan di tahun 2016. Masih segar dalam ingatan ketika bulan Agustus lalu tim debat ESo yang diwakili oleh I Ketut Dharma Putra Yoga dan M. Fikri Hasan berhasil menjuarai kompetisi debat bahasa Inggris kategori Novice dari DIKTI. Ditambah prestasi nasional di bidang lain seperti newscasting, speech dan story telling membuat akhir tahun terasa manis untuk organisasi ini.