 (Unila): Rektor Unila Prof.Dr.Ir.Muhajir Utomo,M.Sc mengatakan tren pembelajaran sekarang telah mengarah pada distance and e-learning. Unila telah siap menggunakan metode tersebut. “Ke depan saya pikir secara nasional ada semacam national standard tentang academic prosedure mengenai e-learning. Misalnya, berapa persen untuk mengatur tatap muka, bentuk kuisnya bagaimana, sharing-nya bagaimana,”kata Muhajir.
Seperti sebelumnya Unila telah pernah melakukan Video Teleconference (Vicon) dengan SupAgro-Montpellier di Perancis dan juga dengan University of Kentucky. Hal itu berhasil dilakukan, apalagi dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Unila akan menginisiasi semacam workshop academic prosedure untuk e-learning. Sebelumnya metode pembelajaran secara tradisional dengan metode konvensional seperti e-learning berbeda.
“Dalam waktu dekat kita akan membahas ini sebagai tambahan dalam peraturan akademik Unila yang berbasis e-learning,”ujar Muhajir optimis.
Di tingkat nasional, Unila lebih awal dalam mengembangkan metode e-learning. Di berbagai perguruan tinggi lain belum memiliki standard prosedure yang berbasis secara nasional. Karena standard prosedure belum ada, maka Unila berani melangkah lebih awal.
Jika melihat metode pembelajaran pada umumnya 16 kali pertemuan perkuliahan, namun menggunakan metode pembelajaran e-learning bisa berbeda. Misalnya, 60 persen virtual dan 40 persen tatap muka. Ini program baru dan Unila telah siap. Basis e-learning, tapi tidak mengorbankan mutu pendidikan seutuhnya.
“Kalau menunggu aturan secara nasional, bisa-bisa harus menunggu 5 tahun lagi. Jadi, ini perlu agar tidak keluar dari batas aturan. Kalau sudah ada semacam rujukan akademik di bidang e-learning, itu bisa menjadi pegangan bagi para pejabat fakultas dan jurusan. Target Unila bisa menerapkan pembelajaran e-learning untuk seluruh program studi pada akhir tahun ini,”jelas Muhajir.
Sebelumnya, Rektor Unila Prof.Dr.Ir.Muhajir Utomo,M.Sc didampingi beberapa orang pembantu Dekan I, Kepala UPT Pusat Pembelajaran, dan Kepala UPBJJ Universitas Terbuka Lampung, mengikuti video teleconference (vicon) di Pusat Komputer (Puskom) lantai dua Unila, pada acara “International Symposium Open, Distance and E-Learning” di Bali, Rabu (14/11). Simposium dibuka oleh Mendiknas, Bapak Bambang Sudibyo, dengan narasumber Prof. S Hasogawa, D.Sc. dari Kumamoto University, Jepang [eriek/andhi]
Views: 1769
Powered by BBS Unilanet v.1.4.6 © Copyright 2007 - www.unila.ac.id All right reserved
|