[Bahasa Indonesia / English]
Saturday, 20 March 2010

Main Menu
Home
Profil
Akademik
Kemahasiswaan
Statistik
Kontak Unila
Tour Virtual
Peta Unila
Agenda
Kegiatan Mahasiswa
Info Unila
Unduh Informasi
Audit Perkuliahan
Pedoman Beasiswa
Jurnal Online
RPJP 2005-2025
Masterplan Unila 2009-2019
Renstra 2007-2011
Panduan KKN
Pedoman KKN Tematik
Juklak & Juknis KKN Tematik Unila 2009
Lampiran Juklak Juknis
Arsip Berita
Akreditasi Prog.Studi Unila
Fokus
Kerjasama
Sains Dan Teknologi
Foto Gallery
Tautan
Abstrak Skripsi
Baitul Ummah
Buku Sekolah Elektronik
Puskom
Access Point Hotspot Monitor
Who's Online
We have 33 guests online
PollXT


page-unila

Dies Natalis Unila ke-44

logo-pidato

Download E-Book green campus

BGBD

komunitas unila

green campus


Pulau-pulau Kecil di Lampung Mulai Mendapat Perhatian
Sample Image(Unila): Pemerintah saat ini telah mulai memperhatikan pulau-pulau kecil yang dimiliki wilayah Indonesia. Hal tersebut karena telah memiliki perangkat hukum yakni UU No 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki pulau-pulau kecil adalah Provinsi Lampung, yang memiliki pulau-pulau kecil sekitar 60-an dan satu di antaranya terletak di antara Samudera Hindia yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.


Untuk itulah Unila bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pesawaran memberi perhatian serius terhadap pulau-pulau yang masuk di dalam kabupaten tersebut. Salah satunya adalah Pulau Pahawang dan Pulau Legundi yang telah lama dihuni masyarakat setempat.

Endang L.Widiastuti,Ph.D, dosen Jurusan Biologi FMIPA Unila mengatakan telah bekerjasama dengan DKP sejak tahun 2000 melakukan monitoring dan pemetaan pulau-pulau kecil yang masuk di dalam Provinsi Lampung. “Yang paling penting juga adalah pengembangan sumberdaya alam yang bisa dikelola sekaligus membina masyarakat setempat agar lebih berpotensi,”ujar Endang yang sering melakukan penelitian dan monitoring ekosistem terumbu karang ini.

Kedatangannya mewakili Unila bersama tim dari DKP Pesawaran ke Pulau Legundi, Sabtu-Minggu kemarin (12-13/7), adalah mengajak masyarakat setempat lebih mengembangkan potensi SDA yang ada di pulau Legundi. “Perhatian kami terhadap pulau-pulau kecil tak luput dari perhatian kepada masyarakat yang telah menetap di pulau ini sekaligus mengajak masyarakat agar tidak menggunakan bom untuk menangkap ikan di laut,”kata doktor lulusan University of Kentucky Amerika Serikat ini.

Lebih lanjut Endang mengatakan pembangunan terutama di pulau yang sebagian besar tertinggal ini, tidak ada artinya jika tidak ada pembangunan keseluruhan. Perlu adanya pembangunan yang berkesinambungan di dalamnya. “Salah satu potensi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat di sini adalah budidaya ikan kerapu, dan mutiara,”jelas Endang.

Sementara itu, Kepala Dinas DKP Kabupaten Pesawaran Ir.Affrudin menjelaskan bahwa perhatian pemerintah tidak dilepas begitu saja. “Tahun depan akan dilakukan percontohan pembibitan mutiara, karena di Tanggamus telah dimulai budidaya itu dan telah mengekspor ke luar negeri,”kata Affrudin.

Tentang kepemilikan pulau, Affrudin menegaskan bahwa tidak bisa seseorang memiliki pulau karena hal tersebut ilegal. “Adapun Pulau Lelangga yang disebut-sebut milik Arthalita Suryani alias Ayin sebenarnya tidak diperbolehkan karena melanggar UU No 27 Tahun 2007,”jelas Affrudin. [erik/andhi]

Views: 1291

Komentar (13)
RSS comments
1. Ditulis oleh pd 17-07-2008 14:57 - Guest - IP: 125.161.241.185
 
 
;)  
setuju bgt deh 
pulau2 yg ada di Lampung tuh gak kalah bagus sama yg di Bali qo 
cm sygnya 
blm dpt perhatian khusus ajah 
jd byk yg gak pd tau nih 
 
nah pas bgt momennya sama visit Indonesia 2008 
ayo segenap masyarakat Lampung dukung kemajuan dunk 
kan buat kita2 jg tho??
 
2. Ditulis oleh pd 19-07-2008 10:50 - Guest - IP: 125.162.61.208
 
 
Bagus tuh
Wah knapa tak dari dulu ya. tapi aku setuju banget nih, buat pemerataan ekonomi pembangunan dan penguatan geopolitik Indonesia, terutama pulau2 terluar. Mereka seharusnya mendapat akses yang sama dg daerah lain. Semoga berkelanjutan dan tdk panas2 tahi ayam.
 
3. Ditulis oleh pd 21-07-2008 10:19 - Guest - IP: 219.83.14.234
 
 
????
selamat berjuang pak!!!! 
mudah-mudahan tidaK HOT-HOT CHIKEN FESES
 
4. Ditulis oleh pd 21-07-2008 11:20 - Guest - IP: 192.168.153.100
 
 
ehm
BAGOES PAK... 
semoga untuk kedepannya pengelolaan pulau akan lebih optimal dengan memperhatikan aspek kemasyarakatan sebagai \"penunggu\" pulau tsb, dan yang paling penting dalam pengelolaannya memperhatikan akan pentingnya nilai-nilai konservasi. dalam hal ini semua pihak turut terkait didalamnya, baik elemen masyarakatnya juga pihak-pihak yang memiliki kewewenangan, seperti DKP.jadi semuanya turut menyadari, mengerti dan menjalankannya.oke Pak...maju terus... 
 
cheers, 
denmas dodo
 
5. Ditulis oleh Handoyo fmipa pd 22-07-2008 15:56 - Guest - IP: 192.168.151.206
 
 
Ayo kita kenali rumah sendiri
:grin  
setuju banget.... 
jgan sampe pulau kita sendiri tapi kita tidak kenal. 
Ntar diambil orang kan bahaya... Hehe.... :)  
lagi pula banyak lho pulau2 di Lampung yang berpotensi untuk pariwisata. 
tinggal perhatian dari PEMDA aja yang perlu ditingkatkan!! 
Kita sama2 berbenah aja dech.. 
Key.... 
Semangat!!!!!!
 
6. Ditulis oleh pd 22-07-2008 17:03 - Guest - IP: 124.81.198.153
 
 
oh lampung ku
undang2 yah klo ada pembukaan pantai baru 
 
kami 
alumni yg ada diluar Lampung akan berusaha tuk menyempatkan diri tuk hadir deh 
 
Bravo Lampung, Viva Unila
 
7. Ditulis oleh luk.luk pd 22-07-2008 18:05 - Guest - IP: 192.168.153.116
 
 
Uiiiih....
Lampung punya pulau ya. Asik dong, tapi gak asik kalo masuknya gak gratis, yang jelek2 baru gratis yang enak wih boro2 gratis, harga mahasiswa aja gak dikasih. Punya pulau serasa ga punya, coz masuknya mesti bayar mahal. Khusus mhs unila, wajib gratis dong. Hehe
 
8. Ditulis oleh Blogaktif pd 23-07-2008 12:47 - Guest - IP: 192.168.110.43
 
 
Bravo..
jgn pulau2 keicl aja. he3x  
pulau2 besar juga perlu..  
masih banyak yg belum dikelola asetnya padahal bisa jadi devisa. tul g y?
 
9. Ditulis oleh pd 30-07-2008 12:04 - Guest - IP: 125.161.197.190
 
 
Secercah harapan
Akhirnya...secercah hrpn...gw kira pemerintah hanya akan memperhatikan pulau2 kecil ketika akan diklaim oleh negara tetangga... 
 
Hr ni,memperhatikan,esok merencanakan,lusa membangun,minggu-bulan-tahun dpn jgn di jual tu pulau...tp dikembangkan.... 
 
Nb:Untuk rekan2 mhsw Unila yg kuliah dijurusan yg bersangkutan dgn kelautan dan perairan,ditunggu unjuk giginya....jgn mo kalah ma rekan2 d IPB....
 
10. Ditulis oleh V_ro pd 01-08-2008 17:50 - Guest - IP: 125.162.123.136
 
 
Secercah harapan
Setuju! ayo. .  
kita buktikan bahwa lampung mempunyai potensi dalam hal perairan, jangan sampai pulau-pulau kecil yang ada dilampung ini menjadi hak milik warga asing !!! 
Semangat!! :)  
kami sebagai mahasaiswa unila khususnya jurusan PSDP akan ikut mengembangkan potensi yang ada dilampung. tunggu ya!! ;)
 
11. Ditulis oleh pd 16-08-2008 13:18 - Guest - IP: 125.162.122.153
 
 
mari bangkit
bagus,lah kalo pemeritah kita dah sadar.. 
jangan sampe pulau2 kita ini diklaim oleh negara lain,,, 
mari kita semua mulai bangkit untuk menjaga aset bangsa kita
 
12. Ditulis oleh pd 26-10-2008 10:54 - Guest - IP: 125.162.102.101
 
 
Uuuuuuuyyyyyy!!!!!!!
Weleh-weleh....... gue mah nggak terlalu ngarepin , karena udah kebiasaan orang kita terutama para penjabat n para "ahli" cuma bisa ngomong yang bagus-bagus aja n kasih harapan doang. Lebih-lebih yang namanya para ahli (ilmiwan) dari perguruan tinggi yang berlomba-lomba jadi konsultan, mereka tujuannya hanya carai duit nggak peduli hasil penelitiannya ditindaklanjuti apa tidak. Gimana??? hayo tanggapannya para ilmiawan! :cry
 
13. Ditulis oleh pd 11-05-2009 16:33 - Guest - IP: 222.124.24.62
 
 
PERHATIAN PEMERINTAH SETENGAH HATI TERHA
Pemerintah memiliki konsep dan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi keilmuan pada bidang pemberdayaan masyarakat pesisir dan pemerataan pembangunan pada pulau-pulau kecil. Konsep dan keilmuan yang dimiliki telah matang namun konsep tersebut hanya dapat ditungkan dalam ratusan lembaran kertas tampa ada program kerja yang baik. Konsep baik tapi tapi realisasi tidak ada itulah pemerintahan daerah di Inodnesia. Saat ini saya tidak menyalahkan pemerintah pusat sebab pemerintah pusat telah berbuat maksimal namun yang menjadi kendalah adalah pemerintah daerah masih memiliki semangat membangun hanya setengah hati.  
Korupsi terbesar saat ini bukan lagi dipemerintah pusat namun telah berpindah pada pemerintah daerah. yang saya rasakan di daerah saya yaitu Pulau Siompu Kabupaten Buton sulawesi tenggara mendapat proyek pembudidayaan jeruk manis siompu dengan anggaran 100 milyar namun dana itu tidak tampak hasilnya di lapangan. semua masyarakat siompu bisa menjadi saksi atas penyelewengan dana tersebut. selain itu pulau siompu memiliki sumber daya manuis cukup tinggi namun sampai saat ini mereka belum diberi PLN. Masyarakat telah keseringan meminta dan memohon kepada BUpati dan para Politikus namun mereka melepas tangan seolah pembangunan PLN pukan tanggung jawab pemerintah daerah. 
Kata Kunci : Pemerintah daerah setengah hati dalam membangun pulau-pulau kecil.
 

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by BBS Unilanet v.1.4.6
© Copyright 2007 - www.unila.ac.id
All right reserved