[Bahasa Indonesia / English]
Friday, 30 July 2010

Main Menu
Home
Profil
Akademik
Kemahasiswaan
Statistik
Kontak Unila
Tour Virtual
Peta Unila
Agenda
Kegiatan Mahasiswa
Info Unila
Unduh Informasi
Hasil Seleksi SNMPTN 2010 Khusus Unila
Hasil Seleksi Gelombang II Pascasarjana 2010
Informasi Ujian Mandiri Unila
Jadwal Pembayaran SPP Ganjil 2010
Audit Perkuliahan
Pedoman Beasiswa
Jurnal Online
RPJP 2005-2025
Masterplan Unila 2009-2019
Renstra 2007-2011
Panduan KKN
Pedoman KKN Tematik
Juklak & Juknis KKN Tematik Unila 2009
Lampiran Juklak Juknis
Arsip Berita
Akreditasi Prog.Studi Unila
Fokus
Kerjasama
Sains Dan Teknologi
Foto Gallery
Tautan
Abstrak Skripsi
Baitul Ummah
Buku Sekolah Elektronik
Puskom
Who's Online
We have 35 guests online
Unila News Feeds


page-unila

Dies Natalis Unila ke-44

logo-pidato

Download E-Book green campus

BGBD

komunitas unila

green campus


Moriza: Membuat Film Dengan Idealisme
eagle_award_2010(Unila): Sebuah layar besar lebar didepan disorot sinar dari Projector yang ada ditengah aula. Selanjutnya, berturut-turut tiga film dokumenter disajikan. Pertama; “Kepala Sekolahku Pemulung”, “Prahara Tsunami Bertabur Bakau”, dan “Suster Apung”. Film selesai. Tepuk tangan bergemuruh diruangan. Semua peserta tampak sangat puas dengan ketiga film tersebut.

Kegiatan itu merupakan Roadshow Eagle Award yang pertama di Lampung. Eagle Award sendiri merupakan salah satu program Metro TV sebagai ajang kompetisi pemilihan film-film dokumenter berkualitas. Ratusan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa dari berbagai universitas di Lampung terlihat antusias dengan kegiatan yang sedang berlangsung.
 
Ketiga film yang diputar itu juga merupakan film-film pemenang pada kompetisi Eagle Award sebelum-sebelumnya. Kompetisi ini sudah berlangsung dari 2005. Tiap tahun tema Eagle Award berganti-ganti. Misal saja, sebelumnya ada yang bertema “Hijau Indonesiaku”, “Indonesia Kreatif”, dan tahun ini bertema “Cerdas Indonesiaku”.
 
Vaniesa Kristi Rahmayasari, pelajar SMA 9 Bandar Lampung terlihat semangat dan antusias mengikuti acara  tersebut. “Kegiatannya bisa buat kita paham ilmu membuat film dokumenter yang baik,” ujarnya. Sultan Alamsyah, mahasiswa Universitas Muhamadiyah Lampung, juga senada dengan Vaniesa. “Saya memang berniat membuat film sesuai jurusan saya, Psikologi. Makanya saya datang kesini untuk mendapat pemahaman bagaimana membuat film yang baik,” tambahnya.
 
Menurut Moriza Prananda, salah satu pembicara yang juga merupakan News Produser Metro TV, membuat film itu juga merupakan sebuah riset, bukan sembarangan data. “Kalau data ada, objek bagus, kalau si pembuat filmnya gak punya sense, pasti gak jadi filmnya. Atau kalau pun jadi tidak maksimal,” paparnya. Ia juga menambahkan, membuat film harus disertakan dengan idealisme. “Jadi film yang kita buat bisa bernilai dan tidak murahan,” pungkasnya.
 
Kegiatan yang terlaksana berkat kerjasama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung dan Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung (UBL) serta Metro TV tersebut berlangsung selama dua hari, Minggu-Senin (7-8/03) di Aula Gedung Pascasarjana UBL. Kegiatannya antara lain Coaching Clinic, Pemutaran Film Eagle Award Terbaik, dan Diskusi Interaktif. Selain Moriza, Chandra Wibowo (Produser Film) dan Jastis (Program Coordinator Eagle Award) juga menjadi pembicaranya. [andry/redha]
 

Views: 271

Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by BBS Unilanet v.1.4.6
© Copyright 2007 - www.unila.ac.id
All right reserved