|
Irwan Sukri Banuwa Dikukuhkan jadi Guru Besar Fakultas Pertanian |
 (Unila): Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa M.Si dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Konservasi Tanah dan Air Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila), Senin (14/12), di Gedung Serba Guna (GSG) Unila. Irwan dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Jurusan Ilmu Tanah oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. Ia mengusung judul ”Optimalisasi Lahan Usahatani Untuk Pembangunan” pada orasi ilmiahnya. ”Pembangunan pertanian lahan kering dapat berkelanjutan apabila usaha tani yang dilakukan dapat memberikan pendapatan yang layak bagi setiap petani ( economically viable), agroteknologi yang diterapkan tidak menimbulkan kerusakan alam ( ecologically sound) dan dapat diterima ( socially acceptable) secara stimulan,”kata Irwan.
Menurut Irwan, sistem pertanian konservasi (conservation farming system) merupakan sistem pertanian yang dapat mewujudkan ketiga indiator pertanian berkelanjutan, karena sistem pertanian konservasi merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan argoteknologi konservasi tanah dan air ke dalam sistem pertanian yang telah ada dan berkembang di masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sekaligus menekan kerusakan sumber daya lahan khususnya erosi. Sehingga sistem pertanian tersebut dapat berlanjut tanpa batas waktu.
Selanjutnya agar kodisi optimal ketiga indokator pertanian berkelanjutan dapat secara simultan dievaluasi meskipun tujuannya saling bertantangan dapat dilakukan dengan analisis program tujuan ganda (multi goal programming).
Sesuai penelitiannya pada tahun 2004 di Pangalengan, Jawa Barat, tentang sistem pertanian konservasi pada tanaman kubis maupun kentang menunjukkan hasil bahwa penerapan agroteknologi guludan dan penanaman searah kontur pada penanaman kubis dan kentang mampu menekan aliran permukaan dan erosi sebesar 71,4 persen dan 87,3 persen dibandingkan dengan tanpa guludan dan penanaman searah lereng.
Selain itu, berdasarkan contoh kasus tentang optimalisasi tipe usahatani berbasis kopi, diperoleh UT5 adalah tipe usaha tani campuran berbasis kopi berkelanjutan yang paling optimal.
Hasil optimal UT5 pada lereng kurang dari 15 persen akan tercapai dengan penerapan argoteknologi pemupukan Urea, SP-36 dan KCI ; pada lereng 15-30 persen engan pemupuan dan pembuatan teras tradisional atau rorak; dan pada lereng lebih dari 30 persen dengan pemupukan dan pembuatan teras tradisional serta pemberian mulsa sebanyak 6,0 ton perhektar per tahun.
Menurut Irwan UT5 sangat efektif menekan erosi sampai level terendah yaitu sekitr 2,9 – 27,1 ton per hektar per tahun. Hal ini juga dapat meningkatkan pendapatan petani. Apabila tipe usaha tani yang ada dapat diubah menjadi tipe UT5 dengan penerapan argotenologi maka akan meningkatan pendapatan sebesar 32,6 persen. [caca/erik]
Views: 320
Powered by BBS Unilanet v.1.4.6 © Copyright 2007 - www.unila.ac.id All right reserved
|